Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Minuman Mengandung Sedikit Alkohol | rumahfiqih.com

Minuman Mengandung Sedikit Alkohol

Wed 6 November 2013 01:25 | Kuliner | 11.569 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, membaca dari jawaban ustadz tentang "teh kombucha, halal atau haram?" Di sana tertulis bahwa batasan suatu makanan atau minuman telah menjadi khamar atau belum adalah pada saat mana makanan atau minuman itu akan menghilangkan akal saat dikonsumsi. Saya ingin bertanya, bagaimana kalau makan atau minum alkoholnya sedikit sehingga tidak menghilangkan akal? Apakah halal atau haram?

Wassalamu'alaikum.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kita mengacu kepada fatwa LP-POM MUI, maka kita akan dapati bahwa mereka mengatakan bahwa maksimal kandungan kandungan alkohol yang ditolelir adalah 2%. Bila kandungan alkohol melebihi 2%, berarti obat atau minuman itu adalah khamar.

Cukup dengan kenyataan ini, kita tahu bahwaLP-POM MUI pun tidak mengharamkan alkohol secara mutlak. Batasannya yang ditetapkan adalah 2%. Suatu minuman bukan termasuk khamar meski mengandung Alkohol, selama kadarnya kurang dari 2%.

Penetepan Khamar

Pendekatannya yang dikembangkan LP-POM MUI menggunakan prosentase kandungan alkohol, sebenarnya bagian dari ijtihad dalam menetapkan apakah suatu minuman merupakan khamar atau bukan.

Pendekatan seperti itu boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Mungkin buat para ahli di laboratorium LP-POM, lebih mudah mengukur kadar alkohol dari pada menggunakan metode lain.

Walau pun kalau kembali kepada originalitas fiqih, ukuran sesungguhnya bukan masalah kadar alkohol. Sebab alkohol boleh jadi belum dikenal di masa nabi sebagai sebuah zat atau unsur. Setidaknya, para shahabat nabi dan juga para salafunashshaalih di masa itu bukan ahli yang bekerja di laboratorium kimia. Sehingga mereka tidak pernah membahas kekhamaran suatu minuman lewat test kandungan kadar alkohol.

Lalu pakai apa mengetesnya?

Pakai metode langsung, yaitu ketika ada sebuah minuman yang diminum oleh orang yang tidak pernah mabuk (bukan pemabuk), lalu membuat orang itu mengalami sakr (mabuk), maka ditetapkanlah bahwa minuman itu adalah khamar.

Sesuai dengan kaidah:

Setiap yang memabukkan adalah khamar

Tentu saja yang menjadi tester-nya adalah orang yang sama sekali belum pernah menyentuh khamar, apalagi meminumnya. Dan ini menjadi standar internasional. Orang Afrika, Amerika, atau penghuni kutub Utama, bila belum pernah minum khamar, lalu minum walau seteguk, pasti kepalanya pusing dan langsung mabuk.

Kalau diminum oleh mereka yang belum pernah minum khamar, lalu mereka menjadi mabuk, maka ditetapkanlah bahwa minuman itu adalah khamar.

Dan sesungguhnya di setiap negeri dan di setiap masyarakat, orang-orang sudah tahu mana minuman yang memabukkan dan mana yang tidak memabukkan. Karena mudah sekali untuk melihatnya, sama sekali bukan masalah ghaib.

Dan sepanjang zaman, membedakan suatu minuman itu merupakan khamar atau bukan, sama sekali tidak pernah dikaitkan, apakah minuman itu mengandung alkohol atau tidak. Juga tidak pernah ada pembahasan berapa kadar alkohol yang ada dalam minuman itu.

Karena tidak ada lab-nya di zaman dahulu. Apalagitidak ada satu pun ayat atau hadits yang memerintahkan kita untuk mengukur kadar alkohol dalam menetapkan apakah suatu minuman itu khamar atau bukan.

Kalau LP-POM MUI menetapkannya berdasarkan kadar kandungan Alkohol, tentu hal itu merupakan ijtihad semata, tidak berdasarkan dalil-dalil yang bersifat sharih dan shahih. Sebagai sebuah ijtihad dalam metodologi untuk mengetes kriteria pengelompokan khamar, tentu boleh-boleh saja.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Preman Wajibkan Angkot Lewat Beli Air Minum, Jual-belinya Sah?
4 November 2013, 23:53 | Kontemporer | 7.605 views
Bank Syariah Sama Saja Dengan Bank Konvensional, Benarkah?
4 November 2013, 01:40 | Muamalat | 182.391 views
Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai
2 November 2013, 09:09 | Nikah | 7.031 views
Hukum Memakai Cutek
30 October 2013, 09:04 | Wanita | 8.477 views
Ritual Pindah Rumah
27 October 2013, 23:56 | Umum | 10.297 views
Sistem Penanggalan dan Penamaan Hari
27 October 2013, 08:44 | Umum | 9.164 views
Apakah Shalat Isya Boleh Diakhirkan?
20 October 2013, 23:32 | Shalat | 16.362 views
Dokter Kandungan Laki Laki
20 October 2013, 15:15 | Wanita | 14.248 views
Hukum Rajam
17 October 2013, 23:21 | Jinayat | 12.306 views
Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban
13 October 2013, 20:32 | Qurban Aqiqah | 8.573 views
Bolehkah Orang yang Berqurban Mendapat Bagian Daging Qurbannya?
12 October 2013, 00:12 | Qurban Aqiqah | 14.306 views
Bolehkah Membagi Daging Kurban Pada Non Muslim
11 October 2013, 04:07 | Qurban Aqiqah | 15.493 views
Masuk Saudi Harus Ada Mahram : Syariah Islam Atau Peraturan Negara?
10 October 2013, 01:47 | Haji | 11.164 views
Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?
7 October 2013, 07:48 | Nikah | 14.064 views
Syarat Hewan Qurban
3 October 2013, 01:36 | Qurban Aqiqah | 8.447 views
Satu Sapi Buat Qurban dan Aqiqah, Bolehkah?
2 October 2013, 01:35 | Qurban Aqiqah | 8.560 views
Tidak Boleh Makan Daging Qurban Lewat Tiga Hari?
30 September 2013, 21:59 | Qurban Aqiqah | 9.255 views
Hukum Qurban Melalui Transfer Uang
29 September 2013, 23:00 | Qurban Aqiqah | 12.310 views
Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Quran Untuk Satu Keluarga?
28 September 2013, 23:34 | Qurban Aqiqah | 18.460 views
Istri Ditinggal Mati Suami = Mantan Istri?
25 September 2013, 19:27 | Nikah | 77.702 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,249,734 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-10-2019
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:50 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img