Berapa Bagian Isteri yang Tidak Punya Anak | rumahfiqih.com

Berapa Bagian Isteri yang Tidak Punya Anak

Fri 31 August 2007 02:04 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.047 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Pak Ustadz saya mau tanya, kalau seorang isteri tidak mempunyai anak ditinggal meninggal suami berapa hak isteri atas harta peninggalan suami. Sedangkan suami mempunyai saudara 4 laki-laki 1 perempuan.

Terima kasih sebelumnya Pak Ustadz

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Setiap isteri yang ditinggal mati oleh suaminya pasti berhak atas harta warisan dari suaminya. Dengan syarat, saat suaminya wafat, dia masih menjadi isteri sah danberagama Islam.

Isteri yang sudah dicerai, statusnya sudah bukan isteri lagi, tetapi sudah menjadi orang lain. Sehingga dia tidak punya hak apapun dari laki-laki yang pernah jadi suaminya.

Demikian juga dengan isteri yang bukan beragama Islam, tentu tidak berhak mendapatkan warisan dari suaminya yang muslim. Meski agama Islam membolehkan ada laki-laki muslim beristrikan wanita ahli kitab, namun seorang kafir tidak berhak atas harta warisan dari keluarganya yang muslim.

Nilai Warisan Isteri

Semua isteri hanya punya 2 kemungkinan nilai yang didapat dalam masalah warisan. Kemungkinan pertama adalah sebesar 1/8 atau 12, 5% dari total harta yang dibagi warisan. Kemungkinan kedua adalah sebesar 1/4 atau 25% dari total nilai harta.

Tidak ada kemungkinan ketiga, kecuali bila isteri almarhum lebih dari satu, maka para isteri berbagi di nilai 1/8 atau 1/4. Hal itu berarti kalau isterinya ada dua orang, maka 1/8 dibagi dua, jadi masing-masing mendapat 1/16 atau 6, 25%. Kalau isterinya 4 orang, maka 1/8 dibagi 4 sehingga masing-masing mendapat 1/32 atau 3, 125%.

Syarat Mendapat 1/8

Seorang isteri akan mendapat 1/8 bagian dari total nilai harta yang dibagi waris dengan syarat suaminya punya anak yang juga menerima warisan. Kalau anak tidak ada, bisa juga cucu, atau keturunannya ke bawah. Intinya ada far'u (keturunan) yang menerima warisan.

Dan yang dimaksud dengan anak di sini adalah anak si suami, tidak harus dari isterinya yang masih ada. Bisa saja suami punya anak dari isteri pertama yang kebetulan sudah meninggal duluan, maka isteri kedua meski tidak punya anak tetap akan menerima 1/8 bagian.

Isteri mau punya anak atau tidak punya anak, tidak ada urusan. Yang penting, apakah suami punya anak dan anak itu mendapatkan warisan.

Syarat Mendapat 1/4

Isteri akan mendapat bagian 2 kali lipat lebih besar yaitu 1/4 atau 25%, manakala suami pada saat meninggal tidak punya anak yang mendapat warisan. Atau cucu dan seterusnya.

Atau meski punya anak, tetapi anaknya sudah meninggal duluan, atau agamanya bukan beragama Islam.

Adapun isteri punya anak atau tidak, tidak ada pengaruhnya dalam masalah besar kecilnya warisan yang diterima.

Dalam kasus yang anda tanyakan, suami yang meninggal itu kalau punya anak laki-laki, maka yang menjadi penerima warisan terbatas pada isteri dan anak-anaknya saja. Dan juga orang tua almarhum kalau masih hidup saat kematiannya.

Sebaliknya, bila tidak ada anak laki-laki, maka sisa harta yang telah dikurangi buat isteri, anak-anak dan orang tua almarhum baru diashabahkan kepada saudara-saudari almarhum.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Benarkah Nabi Isa Punya Ayah?
30 August 2007, 02:39 | Aqidah > Nabi | 7.343 views
Qiyamullail Setelah Tarawih
30 August 2007, 01:23 | Shalat > Shalat Malam | 7.369 views
Jasad Para Nabi Apakah Masih Utuh?
29 August 2007, 03:18 | Aqidah > Nabi | 9.449 views
Wanita Hamil dan Menyusui Membayar Puasa atau Fidyah?
29 August 2007, 01:06 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 13.325 views
Apakah Membuat Komik Haram?
27 August 2007, 23:55 | Kontemporer > Hukum | 13.416 views
Hadits Haramnya Bermusuhan Lebih dari Tiga Hari
27 August 2007, 22:27 | Hadits > Syarah Hadits | 7.323 views
Apakah Harus Minta Ijin Orang Tua untuk Masuk Islam?
24 August 2007, 02:46 | Pernikahan > Anak | 6.218 views
Hukum Sholat Berjamaah
23 August 2007, 23:35 | Shalat > Shalat Berjamaah | 28.483 views
Sholat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat?
23 August 2007, 03:59 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 13.783 views
Dana Yatim Dikelola untuk Usaha
23 August 2007, 03:02 | Zakat > Alokasi Zakat | 6.609 views
Hak Waris Anak Angkat
23 August 2007, 03:00 | Mawaris > Hak waris | 8.652 views
Penyaluran Zakat untuk Renovasi Rumah
21 August 2007, 23:38 | Zakat > Alokasi Zakat | 5.870 views
Benarkah Isteri Termasuk Bukan Mahram?
21 August 2007, 22:53 | Pernikahan > Mahram | 8.451 views
Perintah Sujud Buat Malaikat, Kenapa Iblis yang Dihukum?
21 August 2007, 22:49 | Aqidah > Malaikat | 10.258 views
Hadits Mencari Ilmu di Waktu Kecil
20 August 2007, 22:43 | Hadits > Syarah Hadits | 7.166 views
Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah
20 August 2007, 22:41 | Shalat > Shalat Berjamaah | 6.959 views
Mengapa Syariat Sulit Ditegakkan?
20 August 2007, 00:05 | Negara > Hukum Islam | 5.981 views
Tentang Larangan Kencing Berdiri
20 August 2007, 00:03 | Thaharah > Buang Hajat | 8.450 views
Dasar Rujukan Adanya 25 Orang Nabi
20 August 2007, 00:01 | Aqidah > Nabi | 12.921 views
Jamaah Tabligh Pakai Hadits Dhaif?
16 August 2007, 03:34 | Dakwah > Kelompok dan golongan | 9.221 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,512,679 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-10-2021
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih