Benarkah Hadits Ramadhan Awalnya Rahmat Adalah Hadits Dhaif? | rumahfiqih.com

Benarkah Hadits Ramadhan Awalnya Rahmat Adalah Hadits Dhaif?

Thu 13 September 2007 01:31 | Hadits > Status Hadits | 6.867 views

Pertanyaan :

Ada seorang ustadz yang mengatakan bahwa hadits tentang pembagian Ramadhan menjadi tiga itu dhaif. Padahal hadits itu populersekali di tengah bulan Ramadhan. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini:

Ramadhan itu awalnya adalah rahmat, tengahnya adalah maghfirah (ampunan) dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.

Pertanyaan saya adalah: Benarkah klaim ustadz tersebut? Dan kalau benar, apa status hadits itu? Bagaimana kita mensikapinya.

Demikian terima kasih banyak ustadz

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadits yang anda tanyakan kedudukannya itu memang sangat populer di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Dengan hadits itu, para penceramah banyak mengajak orang-orang agar memanfaatkan bulan Ramadhan untuk khusyu' beribadah, agar mendapatkan tiga hal tersebut. Yaitu rahmah dari Allah, ampunan-Nya serta pembebasan dari neraka.

Namun menarik sekali apa yang disampaikan oleh ustadz yang antum ceritakan bahwa ternyata menurut beliau hadits itu bermasalah dari sanad dan kekuatannya jalur periwayatannya. Betulkah?

Kami berupaya membolak balik beberapa literatur serta tulisan dari para ulama ahli hadits terkait dengan haditsi ini. Kami menemukan uraian yang menarik dari seorang ustadz ahli hadits di Indonesia, yaitu Al-Ustadz Prof. Ali Mustafa Ya'qub, MA.

Menurut beliau, hadits itu memang bermasalah dari segi periwayatannya. Sebenarnya hadits ini diriwayatkan tidak hanya lewat satu jalur saja, namun ada dua jalur. Sayangnya, menurut beliau, kedua jalur itu tetap saja bermasalah.

Jalur Pertama

Salah satu jalur periwayatan haditsi ini versinya demikian:

Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-'Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha'if yang berjudul Adh-Dhu'afa'. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikhu Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir.

Mereka Yang Mendhaifkan

Adapun para muhaddits yang mempermasalahkan riwayat ini antara lain:

1. Imam As-Suyuthi

Beliau mengatakan bahwa hadits ini dhaif (lemah periwayatannya).

2. Syeikh Al-Albani

Beliau mengatakan bahwa riwayat ini statusnya munkar. Jadi sebenarnya antara keduanya tidak terjadi pertentangan. Hadits munkar sebebarnya termasuk ke dalam jajaran hadits dhaif juga. Sebagai hadits munkar, dia menempati urutan ketiga setelah hadits matruk (semi palsu) dan maudhu' (palsu).

Sementara sanadnya adalah:

1. Sallam bin Sawwar 2. dari Maslamah bin Shalt 3. dari Az-Zuhri 4. dari Abu Salamah 5. dari Abu Hurairah 6. dari nabi SAW

Dari rangkaian para perawi di atas, perawi yang pertama dan kedua bermasalah. Yaitu Sallam bin Sawwar dan Maslamah bin Shalt.

Sallam bin Sawwar disebut oleh Ibnu Ady, seorang kritikus hadits, sebagai munkarul hadits. Sedangkan oleh Imam Ibnu Hibban, dikatakan bahwa haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah (pegangan), kecuali bila ada rawi lain yang meriwayatkan haditsnya. Perkataan Ibnu Hibban ini bisa kita periksa dalam kitab Al-Majruhin.

Sedangkan Maslamah bin Shalt adalah seorang yang matruk, sebagaimana komentar Abu Hatim. Secara etimologis, matruk berarti ditinggalkan. Sedangkan menurut terminologi hadits, hadits matruk adalah hadits yangdalam sanadnya ada rawi yang pendusta. Dan hadits matruk adalah 'adik' dari hadits maudhu' (palsu).

Bedanya, kalau hadits maudhu' itu perawinya adalah seorang pendusta, sedangkan hadits matruk itu perawinya sehari-hari sering berdusta. Kira-kira hadits matruk itu boleh dibilang semi maudhu'.

Kesimpulannnya, haditsi ini punya dua gelar. Pertama, gelarnya adalah hadits munkar karena adanya Sallam bin Sawwar. Gelar kedua adalah hadits matruk karena adanya Maslamah bin Shalt.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Niat Puasa untuk Sebulan Penuh
12 September 2007, 02:32 | Puasa > Niat Puasa | 12.471 views
Benarkah Kewajiban Suami Mengurus Rumah Tangga?
11 September 2007, 02:05 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 10.410 views
Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang
11 September 2007, 01:11 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 6.821 views
Hal-Hal yang Membolehkan Tidak Puasa
10 September 2007, 21:37 | Puasa > Keringanan | 11.675 views
Puasa dan Produktifitas
10 September 2007, 08:02 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 6.219 views
Amalan Sunnah dan Anjuran di Bulan Ramadhan
10 September 2007, 02:37 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 8.955 views
Prosentase Waris 1 Anak Perempuan dan 2 Anak Laki
7 September 2007, 01:08 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 19.447 views
Sepi Saat Shalat Tarawih
6 September 2007, 02:56 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 6.178 views
Tadarus Al-Quran
5 September 2007, 01:09 | Al-Quran > Tilawah | 15.071 views
Menyelenggarakan Walimah Harus Pakai Hijab?
4 September 2007, 23:57 | Pernikahan > Walimah | 6.051 views
Niat Puasa Harus Tiap Malam atau di Awal Ramadhan Saja?
4 September 2007, 23:34 | Puasa > Niat Puasa | 7.309 views
Haruskah Mengganti Sholat yang Kita Tinggalkan?
4 September 2007, 11:13 | Shalat > Shalat Qadha | 7.057 views
Memakai Batu Akik Sebagai Cincin?
3 September 2007, 01:49 | Umum > Pakaian | 8.517 views
Pemikiran Tentang Pembangunan Masjid
3 September 2007, 01:22 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 6.362 views
Apakah Harus Sholat Zhuhur Setelah Sholat Jumat?
31 August 2007, 02:04 | Shalat > Shalat Jumat | 17.438 views
Berapa Bagian Isteri yang Tidak Punya Anak
31 August 2007, 02:04 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.052 views
Benarkah Nabi Isa Punya Ayah?
30 August 2007, 02:39 | Aqidah > Nabi | 7.347 views
Qiyamullail Setelah Tarawih
30 August 2007, 01:23 | Shalat > Shalat Malam | 7.374 views
Jasad Para Nabi Apakah Masih Utuh?
29 August 2007, 03:18 | Aqidah > Nabi | 9.458 views
Wanita Hamil dan Menyusui Membayar Puasa atau Fidyah?
29 August 2007, 01:06 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 13.330 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,532,675 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2021
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih