Larangan Nuzulul Qur'an, Maulud Nabi dan Isra Miraj | rumahfiqih.com

Larangan Nuzulul Qur'an, Maulud Nabi dan Isra Miraj

Mon 29 October 2007 01:02 | Hadits > Penerapan hadits | 9.402 views

Pertanyaan :

Asslm. Wr. Wb

Saya selalu mengikuti situs ini khususnya rubrik yang bapak asuh.

Sekarang banyak sekali pertentangan dimasyarakat, dengan tujuan memurnikan ajaran agama sesui sunnah. Tapi bagi orang awam kadang merubah tradisi susah.

Yang saya mau tanyakan apakh tidak boleh kita merayakan nuzulu qur'an, maulud nabi dan isra mikraj dengan pengajian dimasjid? Apakah ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat atau tabiin-tabiin.

Lalu apakah ini termasuk bid'ah? Jazakalah

Wasslm. Wr. Wb

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Asalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para shahabat nabi memang tidak pernah mengadakan ritual apapun, termasuk tidak pernah merayakan peringatan hari lahirnya nabi Muhammad SAW, juga tidak pernah merayakan hari turunnya Al-Quran dan Isra' mi'raj nabi.

Semua itu tidak pernah dilakukan di zaman shahabat, apalagi di zaman nabi SAW masih hidup. Tidak ada satu pun ulama yang menolak realita ini. Semua mengakui bahwa di masa itu belum ada kegiatan seperti itu.

Namun ketika ada orang atau kalangan masyarakat muslim yang kemudian melakukannya, seperti yang kita lihat di berbagai negeri muslim, apakah hal itu juga harus dilarang? Apakah perayaan itu menjadi bid'ah dan haram untuk dikerjakan? Dan apakah ada larangan nabi SAW secara khusus untuk mengharamkan perayaan itu?

Jawaban masalah seperti ini tidak pernah sampai ke titik final kesepakatan. Para ulama dan umat Islam banyak berbeda dalam menyikapinya. Sebagian kalangan tanpa tedeng aling-aling langsung mengeluarkan fatwa haram dan bid'ah. Artinya, siapa saja yang melakukan berbagai kegiatan ini berdosa besar dan matinya akan masuk neraka.

Namun sebagian lainnya memandang dengan sudut pandang berbeda. Meski tetap mengakui bahwa di masa nabi SAW dan di masa para shahabat tidak pernah ada kegiatan seperti ini, namun dalam pandangan mereka, kegiatan seperti ini tidak lantas menjadi haram untuk dikerjakan.

Dua kubu ini sejak zaman dahulu sudah berbeda pendapat, dan rasanya sampai hari ini perbedaan pendapat itu masih tetap berlangsung. Yang satu tetap setia dengan vonis bid'ahnya dan yang lain tetap komintmen untuk tidak membid'ahkannya.

Pendapat Yang Membid'ahkan
Mereka yang membid'ahkan perayaan-perayaan seperti disebutkan di atas, biasanya berargumen bahwa apa saja kegiatan keagamaan yang tidak ada contoh dari Rasulullah SAW dan para shahabat, berarti hukumnya bid'ah. Dan semua jenis bid'ah itu sesat dan orang sesat itu tempatnya di neraka.

Mereka umumnya sangat khawatir kalau urusan mengadakan perayaan maulid, isra' mi'raj dan nuzulul quran akan menyeret diri mereka ke neraka. Tidak cukup ketakutan itu untuk diri mereka, mereka pun sibuk berkampanye melarang umat Islam melakukannya.

Jutaan eksemplar buku, kaset, ceramah, rekaman dan alat propaganda serta aliran dana mereka gulirkan untuk kampanye bahwa semua itu adalah sesat dan berujung ke neraka.

Dalilnya sederhana saja, karena semua itu tidak pernah dilakukan di zaman nabi, maka siapa saja yang melakukannya dianggap telah membuat agama baru dan tempatnya kekal di dalam neraka.

Pendapat Yang Membolehkan
Mereka yang membolehkan tidak juga tidak mau kalah dalam berargumen. Meski di zaman nabi tidak pernah dilakukan, namun menurut mereka tidak lantas kegiatan seperti itu bisa dianggap sebagai bid'ah sesat dan membawa ke neraka.

Sebab yang termasuk bid'ah hanyalah bisa seseorang menambah ritual peribadatan, seperti shalat yang ditambahi rukun atau rakaatnya. Sedangkan kegiatan peringatan maulid nabi, menurut mereka, tidak ada kaitannya dengan ibadah rtitual, namun lebih terkait dengan masalah teknis muamalah. Dan dalam masalah muamalah, prinsipnya apapun boleh dilakukan selama tidak melanggar hal-hal yang memang secara tegas dilarang.

Kalau menambahi rakaat shalat shubuh menjadi tiga rakaat, barulah itu namanya bid'ah. Atau mengubah tempat haji dari Arafah ke lapangan monas, itu juga bid'ah. Tapi kalau kita memperingati lahirnya seseorang termasuk nabi kita, atau hari awal turunnya Quran, sama sekali tidak ada kaitannya dengan ritual ibadah.

Demikian pendapat mereka yang membolehkan kegiatan seperti itu.

Saran

Mungkin ada baiknya kedua kelompok ini duduk bersama untuk membahas masalah ini secara lebih terbuka. Setidaknya agar umat Islam tidak dibuat bingung dan semakin saling bermusuhan dengan sesamanya.

Karena sikap-sikap dari masing-masing gurunya terkadang tidak mengajak ke arah toleransi dalam berbeda pendapat. Sebaliknya, cenderung malah sengaja ingin menyebarkan rasa permusuhan, merasa diri paling benar sendiri, orang lain harus dalam posisi yang salah, bodoh, jahil dan tidak punya ilmu.

Mentalitas seperti ini terkadang malah menggerogoti keikhlasan dalam berdakwah. Akhirnya, orientasi dakwah yang awalnya mengajak orang menjadi baik, berubah malah mengajak orang untuk saling memusuhi dengan sesama umat Islam.

Padahal seandainya masing-masing mengelar pendapat secara baik-baik, di dalam forum kajian yang ilmiyah, dengan dilandasi dengan semangat kebersamaan, serta rasa kasih sayang, tentu suasananya tidak akan sekeruh sekarang.

Mungkin dengan pergantian generasi hal itu akan tercapai, insyaallah

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Ciri Utama Seorang Ahlusunnah Wal Jamaah
28 October 2007, 11:13 | Aqidah > Aliran-aliran | 10.060 views
Syahadat Haruskah Diulang Seorang Muslim?
27 October 2007, 15:23 | Aqidah > Syahadat | 7.550 views
Antara Hibah dan Waris
24 October 2007, 22:39 | Mawaris > Masalah terkait waris | 8.612 views
Kehidupan Baru Alam Kubur: Dapat Isteri Baru?
23 October 2007, 22:53 | Aqidah > Alam Barzakh | 8.196 views
Ibu Tidak Membagi Warisan Kecuali untuk Dua Anak
23 October 2007, 21:50 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.175 views
Menikah dengan Lain Agama
23 October 2007, 02:57 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 6.662 views
Komisi Dokter dari Industri Obat
21 October 2007, 22:41 | Muamalat > Upah | 5.845 views
Apakah Honor Jaga Bisa Diqyaskan dengan Rikaz?
21 October 2007, 02:52 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 5.455 views
Salat Subuh Jam 10 Pagi Karena Hobi Nonton Bola
21 October 2007, 02:24 | Shalat > Shalat Qadha | 7.306 views
Mungkinkah Ikhwan, Hizbuttahrir dan Salafi Bergabung?
20 October 2007, 04:56 | Dakwah > Kelompok dan golongan | 9.917 views
Gaji PNS Halalkah?
20 October 2007, 04:55 | Muamalat > Syubhat | 8.213 views
Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, Adakah?
20 October 2007, 04:52 | Hadits > Status Hadits | 11.135 views
Hadits Pahala yang Hilang Karena Diambil Orang
20 October 2007, 04:51 | Hadits > Syarah Hadits | 10.236 views
Mengapa Penetapan 1 Syawal Berbeda
20 October 2007, 04:50 | Puasa > Idul Fithr | 9.876 views
Bolehkah Kartu Langganan Kereta Dipakai Oleh Orang Lain?
20 October 2007, 04:45 | Muamalat > Syubhat | 5.822 views
Apakah Memancing Ikan Termasuk Menyiksa Hewan
20 October 2007, 04:44 | Umum > Hukum | 9.449 views
Korupsi Waktu Sama Berdosanya dengan Korupsi Uang
20 October 2007, 04:43 | Kontemporer > Perspektif Islam | 7.519 views
Masalah Halaqoh dengan Murobbi Lawan Jenis
20 October 2007, 04:42 | Wanita > Hukum | 6.550 views
Shalat Tepat Waktu atau Setelah Jam Kerja?
20 October 2007, 04:40 | Shalat > Waktu Shalat | 8.745 views
Apakah Syetan dan Malaikat Adalah Petugas Allah?
20 October 2007, 04:38 | Aqidah > Malaikat | 6.891 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,513,198 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-10-2021
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih