Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban | rumahfiqih.com

Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban

Sun 13 October 2013 20:32 | Qurban Aqiqah > Qurban | 9.630 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Pak Ustadz yang saya hormati, saya pingin bertanya tentang masalah berkurban di hari raya.

Saya pingin untuk berkurban tahun ini. Sebenarnya saya punya tabungan untuk berkurban di tahun ini, dan saya mampu melakukannya. Tetapi kendalanya adalah karena ada hamba Allah yang meminta bantuan kepada saya untuk urusan sekolah anaknya, maka tabungan itu saya berikan dulu kepada orang tersebut, sehingga tabungan saya untuk saat ini tidak mencukupi untuk berkurban.

Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Apakah berdosa saya dengan tindakan yang saya lakukan?

2. Mana seharusnya yang saya dahulukan, menolong sesama muslim yang membutuhkan bantuan atau berkurban

Terima kasih atas jawaban dan nasehat yang di berikan.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama sepakat menetapkan bahwa hukum menyembelih hewan udhiyah adalah sunnah muakkadah, bukan wajib. Sehingga pada dasarnya seseorang tidak bisa dikatakan berdosa manakala tidak melakukannya.

Al-Malikiyah mengatakan bila ada seseorang yang punya harta yang lebih dan mampu untuk menyembelih udhiyah, tapi tidak melakukannya, maka dia dibenci. Istilah itu lebih kita kenal dengan sebutan makruh.

Namun perbuatan makruh bukanlah perbuatan haram yang melahirkan dosa. Jadi kalau ada yang tidak mau melakukannya, sama sekali tidak berdosa. Apalagi bila ada alasan yang kuat untuk hal itu.

Salah satunya adalah apa yang dahulu pernah dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma. Mereka berdua bukan orang yang masuk kategori tidak mampu untuk sekedar menyebelih kambing. Namun keduanya tidak selalu tiap tahun melakukannya. Alasannya?

Mereka takut orang-orang salah persepsi dan dianggap menyembelih udhiyah ini menjadi wajib hukumnya. Dengan tindakan itu, mereka ingin memberi pelajaran bahwa ibadah yang satu itu hukumnya bukan wajib, tetapi sunnah muakkadah.

Pahala Yang Besar

Lepas dari masalah hukum, namun Rasulullah SAW memang sangat menganjurkan kita untuk melakukan ibadah yang satu ini. Bahkan beliau mengatakan tidak ada amal yang lebih dicintai Allah SWT yang dilakukan oleh seorang anak manusia di hari Nahr kecuali menyembelih udhiyah.

Tentu saja pahala yang seperti ini sangat besar dan tidak tergantikan dengan ibadah yang lainnya.

Namun di dalam syariah kita juga mengenal istilah fiqih prioritas. Fiqih ini adalah kecerdasan kita dalam mengalisa situasi lapangan. Fiqih ini menyeimbangkan antara teori baku dengan realitas di dunia nyata.

Terkadang kita terkecoh dengan dalil baku dan gelap mata dengan situasi di tengah lapangan. Misalnya, kita tahu bahwa siapa yang membangun masjid di dunia ini, nanti di akhirat Allah akan bangunkan untuknyarumah di dalam surga.

Tapi kalau kita membangun masjid di tengah-tengah masyarakat yang muslim yang jumlah masjidnya sudah berlebih, tentu pelaksanaan hadits ini malah jadi tidak tepat. Buat apa membangun masjid di tengah kumpulan masjid? Nanti takmirnay malah saingan dengan cara tidak sehat.

Seharusnya membangun masjid di Eropa atau Amerika, tempat di mana masyarakat muslim di sana sangat membutuhkan bangunan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah.

Sedangkan di daerah bencana dan kelaparan, bantuan yang lebih tepat adalah makanan, obat-obatan, pakaian bersih. Bukan masjid megah yang tidak bisa dimakan.

Inilah yang kita maksud dengan fiqih prioritas atau fiqih waqi'. Fiqih yang membahas tentang keterkaitan antara pilihan-pilihan amal yang lebih tepat untuk didahulukan.

Dalam kasus Anda, kalau ada orang yang butuh uang dan sangat mendesak, tentu tidak tepat kalau anda beri kulit kambing udhiyah. Anda akan menjadi orang yang paling berjasa bila memberi sesuai dengan kebutuhan. Adapun pahala menyembelih udhiyah, tidak perlu diotak-atik. Tetap besar pahalanya, namun masalahnya padaalokasi dana yang anda punya, manakah yang lebih tepat dalam hal ini. Toh keduanya punya nilai ibadah yang tinggi dan besar pahalanya.

Hukum Sunnah Muakkadah Berubah Jadi Wajib

Namun apabila ada kejadian tertentu, menyembelih udhiyah ini bisa bergeser hukumnya menjadi wajib. Sehingga kalau tidak dikerjakan akan melahirkan dosa.

Kapankah hal itu terjadi? Apa penyebab kewajibannya?

Pertama, apabila seseorang jatuh perkataan untuk bernadzar. Misalnya, kalau nanti lulus ujian maka dia akan menyembelih kambing kurban. Ternyata dia lulus, maka dia wajib melaksanakan nadzarnya itu.

Kedua, seorang yang punya kambing menunjuk kambingnya itu dan mengatakan bahwa kambing ini diniatkan untuk disembelih sebagai udhiyah. Maka bila jatuh perkataan seperti itu, wajiblah atasnya untuk melaksanakan apa yang telah dikatakannya.

Dampak Hukum Wajib

Sebaian ulama mengatakan bila hewan udhiyah sudah jatuh wajib, maka dagingnya tidak boleh lagi dimakan, tetapi harus seluruhnya disedekahkan kepada fakir miskin.

Kecuali mazhab Al-Hanafiyah yang memandang tidak demikian. Bagi mazhab itu, kalau ada orang bernadzar maka yang berubah hanya hukumnya dari sunnah muakkadah menjadi wajib. Adapun hukum dagingnya tidak beribah, yang berkuban tetap boleh memakan dagingnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Bolehkah Orang yang Berqurban Mendapat Bagian Daging Qurbannya?
12 October 2013, 00:12 | Qurban Aqiqah > Qurban | 15.808 views
Bolehkah Membagi Daging Kurban Pada Non Muslim
11 October 2013, 04:07 | Qurban Aqiqah > Qurban | 16.831 views
Masuk Saudi Harus Ada Mahram : Syariah Islam Atau Peraturan Negara?
10 October 2013, 01:47 | Haji > Kewajiban | 13.481 views
Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?
7 October 2013, 07:48 | Pernikahan > Wali | 19.197 views
Syarat Hewan Qurban
3 October 2013, 01:36 | Qurban Aqiqah > Qurban | 9.760 views
Satu Sapi Buat Qurban dan Aqiqah, Bolehkah?
2 October 2013, 01:35 | Qurban Aqiqah > Aqiqah | 9.771 views
Tidak Boleh Makan Daging Qurban Lewat Tiga Hari?
30 September 2013, 21:59 | Qurban Aqiqah > Qurban | 10.302 views
Hukum Qurban Melalui Transfer Uang
29 September 2013, 23:00 | Qurban Aqiqah > Qurban | 13.494 views
Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Qurban Untuk Satu Keluarga?
28 September 2013, 23:34 | Qurban Aqiqah > Qurban | 19.715 views
Istri Ditinggal Mati Suami = Mantan Istri?
25 September 2013, 19:27 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 87.399 views
Dua Qullah itu Berapa Liter?
25 September 2013, 12:39 | Thaharah > Air | 196.417 views
Benarkah Kita Sendirian di Jagad Raya?
23 September 2013, 03:47 | Kontemporer > Misteri | 10.640 views
Diminta Jadi Wakil Rakyat Demi Memperjuangkan Agama
19 September 2013, 22:08 | Dakwah > Sarana Dakwah | 8.301 views
Perbedaan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu : Mana Yang Lebih Afdhal
19 September 2013, 02:02 | Haji > Jenis-jenis haji | 197.659 views
Cara Menentukan Arah Kiblat di Pesawat
17 September 2013, 22:36 | Shalat > Arah Qiblat | 13.342 views
Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah?
16 September 2013, 21:54 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 30.289 views
Apakah Sah Khutbah Pakai Bahasa Selain Arab?
13 September 2013, 00:17 | Shalat > Shalat Jumat | 11.191 views
Perlukah Lisensi Buat Para Khatib untuk Khutbah?
12 September 2013, 01:12 | Dakwah > Sarana Dakwah | 8.686 views
Nabrak Orang Sampai Mati, Pembunuhan atau Musibah?
9 September 2013, 22:05 | Jinayat > Qishash | 24.858 views
Hijrah, Syarat Diterimanya Amal Seseorang?
9 September 2013, 03:03 | Umum > Hukum | 9.748 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,750,050 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-11-2021
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:43 | Ashar 15:08 | Maghrib 17:59 | Isya 19:12 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih