Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris? | rumahfiqih.com

Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris?

Tue 4 February 2014 06:03 | Mawaris | 10.602 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum

Hukum waris di Indonesia ada banyak versinya. Misalnya hukum waris Belanda, atau hukum waris adat. Dan selain itu juga ada hukum waris versi agama Islam.

Pertanyaan saya, bolehkah pemeluk agama Islam seperti kita ini menggunakan hukum waris adat atau hukum waris barat yang merupakan warisan dari Belanda?

Ataukah sebagai muslim, kita terikat dengan hukum waris dalam agama Islam?  Apakah ada keharusan dari agama Islam, ataukah sifatnya hanya pilihan atau keutamaan saja?

Wassalamualaikum

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Allah SWT telah menurunkan ketentuan-Nya serta mewajibkan umat Islam untuk membagi warisan sesuai dengan ketentuan itu. Dan bagi mereka yang secara sengaja melanggar dan tidak mengindahkan ketentuan Allah ini, padahal dia sadar dan tahu tentang hukum yang Allah tentukan, maka Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka.

Tidak cukup hanya masuk neraka, bahkan hukuman buat para penentang adalah bahwa keberadaan mereka itu kekal abadi selamanya di dalam neraka.

Cukup?

Belum!

Bahkan masih ditambahkan lagi dengan jenis siksaan yang menghinakan. Ketentuan seperti ini telah Allah cantumkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.

وَمَن يَعْصِ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya (hukum waris), niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS. An-Nisa' 14)

Di ayat ini Allah SWT telah menyebutkan bahwa membagi warisan adalah bagian dari hudud, yaitu sebuah ketetapan yang bila dilanggar akan melahirkan dosa besar. Bahkan di akhirat nanti akan diancam dengan siksa api neraka.

Al-Imam Al-Qurtubi di dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Quran menyebutkan bahwa ada dua macam maksiat. Maksiat pertama adalah maksiat yang tidak berdampak kepada kekafiran, dan maksiat kedua adalah maksiat yang berdampak kepada kekafiran dari pelakunya.

Dan menentang ketentuan Allah dalam hukum mawaris ini termasuk jenis yang kedua, yaitu yang berakibat kepada kekafiran. Sebab yang berada abadi di dalam neraka hanya orang-orang yang kafir saja.

Tidak seperti pelaku dosa lainnya, mereka yang tidak membagi warisan sebagaimana yang telah ditetapkan Allah SWT tidak akan dikeluarkan lagi dari dalamnya, karena mereka telah dipastikan akan kekal selamanya di dalam neraka sambil terus menerus disiksa dengan siksaan yang menghinakan.

Sungguh berat ancaman yang Allah SWT tetapkan buat mereka yang tidak menjalankan hukum warisan sebagaimana yang telah Allah tetapkan. Cukuplah ayat ini menjadi peringatan buat mereka yang masih saja mengabaikan perintah Allah sebagai ancaman. Jangan sampai siksa itu tertimpa kepada kita semua.

Kalau kita perhatikan secara seksama, salah satu perbedaan siksa antara seorang muslim dengan seorang kafir di hari akhir nanti adalah masalah keabadian di dalam neraka. Orang kafir nanti akan masuk neraka kekal di dalamnya. Sedangkan orang Islam yang masuk neraka, apabila siksanya di neraka sudah dianggap cukup menebus dosa-dosanya, ada kemungkinan dia akan diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Namun ternyata, ayat ini malah menunjukkan anomali. Seorang seorang muslim yang tidak mau menjalankan aturan hukum waris, diancam akan kekal di dalam neraka. Ini siksaan khas buat orang kafir, padahal secara hukum, pelakunya masih tetap dianggap muslim. Kalau dia meninggal, kita tetap memperlakukan secara Islam. Dia tetap kita mandikan, kafani, shalatkan dan kita kuburkan di lokasi pekuburan milik umat Islam.

Artinya, secara hukum kita tidak memposisikan orang yang menentang hukum Allah ini sebagai orang kafir. Akan tetapi, di akhirat nanti, ternyata hukumannya mirip dengan hukuman buat orang kafir, yaitu kekal di dalam neraka selama-lamanya. Sungguh ancaman Allah SWT ini sangat merisaukan hati kita.

Maka cukup ayat ini sudah menjadi dasar motivasi kita belajar ilmu faraidh. Sebab kita tidak mau mendekam selamanya di dalam neraka, cuma karena urusan sepele.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Haruskah Tayammum Lagi Tiap Mau Shalat?
3 February 2014, 06:01 | Thaharah | 30.623 views
Hukum-hukum Terkait Najis
2 February 2014, 13:50 | Thaharah | 26.123 views
Wasiat Orang Tua Bertentangan Dengan Hukum Waris
1 February 2014, 05:20 | Mawaris | 88.296 views
Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?
31 January 2014, 12:00 | Thaharah | 65.762 views
Tahun Baru Imlek dan Angpau
30 January 2014, 06:26 | Kontemporer | 8.797 views
Bolehkah Menjama' Shalat Karena Sakit?
29 January 2014, 06:30 | Shalat | 28.888 views
Bolehkah Foto Paspor Tanpa Jilbab?
28 January 2014, 06:16 | Wanita | 12.941 views
Hukum Mengenakan Cadar, Wajibkah?
27 January 2014, 05:00 | Wanita | 21.385 views
Masih Berhakkah Anak Murtad atas Warisan Ayahnya yang Muslim?
26 January 2014, 06:35 | Mawaris | 10.898 views
Jual Beli Dua Harga Haram, Bagaimana dengan Kredit?
25 January 2014, 06:10 | Muamalat | 21.125 views
Anak Meninggal Lebih Dulu Dari Ayah, Apakah Anak itu Dapat Warisan?
24 January 2014, 12:00 | Mawaris | 88.446 views
Apakah Banjir Melanda Lantaran Manusia Banyak Dosa?
24 January 2014, 05:00 | Umum | 13.869 views
Tissue Pembersih Galon Air Minum
23 January 2014, 11:27 | Kuliner | 12.116 views
Melafadzkan Niat, Boleh atau Bidah?
22 January 2014, 10:55 | Shalat | 24.736 views
Batas Cuti Shalat bagi Wanita
21 January 2014, 08:42 | Thaharah | 12.274 views
Ketentuan Zakat Padi
20 January 2014, 04:55 | Zakat | 38.952 views
Mungkinkah Ada Ayat Al-Quran Yang Tidak Qath'i?
19 January 2014, 06:50 | Ushul Fiqih | 17.759 views
Caleg Minta Dipilih Dengan Memberi Uang Berdalih Sedekah
18 January 2014, 06:23 | Negara | 12.428 views
Mandi Junub Apakah Mesti Keramas?
17 January 2014, 05:23 | Thaharah | 23.137 views
Berzina dengan Adik Ipar, Haruskah Dinikahi?
16 January 2014, 05:02 | Nikah | 23.468 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,105,098 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

7-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:46 | Ashar 15:12 | Maghrib 18:02 | Isya 19:16 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img