Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami | rumahfiqih.com

Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami

Wed 19 December 2007 11:44 | Pernikahan > Mahram | 6.472 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk menta'atinya dan Sholawat serta salam untuk Tauladan kita Rosulullah SAW,

Singkat saja pertanyaannya ustadz..

Setelah ibu kandung saya meninggal, ayah saya menikah lagi yang berarti saya punya seorang ibu tiri, nah apakah suami saya batal wudhu'nya apabila bersentuhan dengan ibu tiri saya?

Terimakasih Ustadz atas penjelasannya.

Wassalamu'alaikum.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau seandainya anda laki-laki, maka ibu tiri anda menjadi mahram anda secara muabbad. Atau kalau menggunakan istilah yang anda pakai, anda tidak batal dengan ibu tiri anda.

Dalilnya adalah firman Allah SWT:

Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan. (QS. An-Nisa': 22)

Tetapi karena anda perempuan, dan anda punya suami, maka kedudukan suami anda terhadap ibu tiri anda bukan termasuk mahram. Karena ibu tiri anda itu bukan wanita yang dinikahi oleh ayah suami anda. Ibu tiri anda itu adalah wanita yang dinikahi oleh mertua suami anda.

Adapun ibu kandung anda seandainya beliau masih hidup, tentu menjadi mahram bagi suami anda. Sebab almarhumah ibu anda itu adalah ibu dari isterinya. Ibu dari isteri (mertua) telah ditetapkan sebagai wanita mahram yang bersifat muabbad dengan dalil:

Diharamkan atas kamu...ibu-ibu isterimu (QS. An-Nisa': 2)

Jadi ibu mertua tiri anda itu termasuk 'batal' bagi suami anda. Walau pun urusan batal atau tidak batal ini sebenarnya urusan khilafiyah di kalangan para ulama. Yang baku sebenarnya bahwa suami anda bukan mahram muabbad terhadap ibu tiri anda. Isteri dari mertua laki-lakinya.

Mahram Tidak Menular Kepada Posisi

Prinsip ini digunakan dalam urusan mahram, seperti yang anda tanyakan. Tidak mentang-mentang posisinya seperti ibu mertua, lantas mertua tiri bisa jadi mahram.

Hal yang sama kasusnya pada seorang wanita dengan suami bibinya, mereka bukan mahram. Benar kalau antara seorang wanita dengan paman mereka menjadi mahram, tetapi tidak menjadi mahram dengan 'paman' yang merupakan suami dari bibi.

Panggilan 'paman' dalam isitlah ini adalah panggilan yang semu. Dia bukan paman yang sesungguhnya, melainkan suami dari saudara perempuan ayah.

Demikian pula tidak ada hubungan kemahraman antara seorang laki-laki dengan isteri pamannya. Meski posisinya seperti bibi atau seperti saudara perempuan ayah, namun istilah 'bibi' di sini adalah istilah yang semu. Bukan bibi secara hakiki.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah > Alam Barzakh | 6.861 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah > Nabi | 6.801 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara > JIhad | 5.503 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer > Perspektif Islam | 5.629 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah > Nabi | 7.509 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah > Aliran-aliran | 9.608 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer > Perspektif Islam | 6.434 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah > Metode dakwah | 6.890 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Pernikahan > Talak | 8.344 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner > Non Muslim | 5.800 views
Film FTV Natal Kristenisasi
12 December 2007, 00:56 | Aqidah > Agama lain | 6.168 views
Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar
11 December 2007, 11:36 | Kontemporer > Perspektif Islam | 10.165 views
Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer > Fenomena sosial | 9.359 views
Bantuan untuk Perjuangan Palestina
10 December 2007, 11:09 | Umum > Konflik | 4.920 views
Tingkatan Ulama Ahli Syariah
10 December 2007, 00:12 | Hadits > Rawi | 9.434 views
Membacakan Al-Qur'an 30 Juz untuk Almarhum Selama 7 Hari
9 December 2007, 01:23 | Al-Quran > Tilawah | 11.964 views
Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak?
7 December 2007, 23:14 | Umum > Jihad | 5.495 views
Kenapa Mencium Hajar Aswad?
7 December 2007, 22:32 | Haji > Ritual terkait haji | 6.563 views
Hukum Makan Kepiting
7 December 2007, 12:03 | Kuliner > Hewan | 9.943 views
Bolehkah Kita Menjual Kulit Hewan Qurban
6 December 2007, 11:06 | Qurban Aqiqah > Qurban | 6.702 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,096,379 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-7-2021
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih