Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Haramkah Mengkornetkan Daging Qurban? | rumahfiqih.com

Haramkah Mengkornetkan Daging Qurban?

Fri 29 August 2014 06:30 | Qurban Aqiqah | 9.847 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Saya membaca hadits yang shahih diriwayatkan oleh Bukhari tentang haramnya menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari di rumah.

Siapa di antara kalian berqurban, maka janganlah ada daging qurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga. (HR. Bukhari)


Kalau begitu maka bila daging qurban itu sudah lewat dari tiga hari, hukumnya sudah haram. Lalu bagaimana hukumnya mengawetkan daging qurban menjadi kornet? Bukankah akan awet sampai tiga tahun lamanya? Sementara haditsnya melarang kita mengawetkan lebih dari tiga hari?

Mhon penjelasan dari ustadz dalam masalah ini, wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan seperti ini berangkat dari sebuah hadits yang shahih dimana Nabi SAW pernah melarang menyimpan daging hewan qurban lebih dari tiga hari. Lengkapnya teks hadits itu sebagai berikut :

مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِى بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ

Siapa di antara kalian berqurban, maka janganlah ada daging qurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga. (HR. Bukhari)

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahuanhu tidak mau memakan daging hewan qurban bila sudah disimpan selama tiga hari.

عَنْ سَالِمٍ عَنِ بْنِ عُمَرَ t أَنَّ رَسُولَ اللهِ r نَهَى أَنْ تَأْكُلَ لُحُوْمَ الأَضَاحِي بَعْدَ ثَلاَثٍ . قال سالم : فَكَانَ ْبنُ عُمَرَ لاَ يَأْكُلُ لُحُوْمَ الأَضَاحِي بَعْدَ ثَلاَثٍ

Dari Salim dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW melarang kamu memakan daging hewan udhiyah yang sudah tiga hari. Salim berkata bahwa Ibnu Umar tidak memakan daging hewan udhiyah yang sudah tiga hari (HR. Bukhari dan Muslim)

Lantas apa benar bahwa daging hewan qurban harus dihabiskan dalam tiga hari itu dan tidak boleh diawekan atau disimpan dalam waktu yang lama?

Jawaban atas pertanyaan ini mudah saja, bahwa larangan itu sifatnya sementara saja, dan kemudian larangan itu pun dihapus. Perlu diketahui bahwa sama sekali tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama atas dihapuskannya larangan ini, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abdil Bar di dalam kitab Al-Istidzkar. [1]

Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari mengutip penjelasan Al-Imam Asy-Syafi’i, bahwa kemungkinan Ibnu Umar belum menerima hadits yang menasakh larangan itu.

Dihapusnya larangan ini termasuk jenis nasakh atas sebagian hukum yang pernah disyariatkan. Sebagaimana dihapuskannya larangan untuk berziarah kubur.

Memang kalau membaca potongan hadits di atas, seolah-olah kita dilarang untuk menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari.

Tetapi kalau kita lebih teliti, sebenarnya hadits di atas masih ada lanjutannya yang tentunya tidak boleh dipahami sepotong-sepotong.

فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِى قَالَ كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا

Ketika datang tahun berikutnya, para sahabat mengatakan, ”Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?” Maka beliau menjawab, ”(Adapun sekarang), makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.”(HR. Bukhari)

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِى فَوْقَ ثَلاَثٍ لِيَتَّسِعَ ذُو الطَّوْلِ عَلَى مَنْ لاَ طَوْلَ لَهُ فَكُلُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا

“Dulu aku melarang kalian dari menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari agar orang yang memiliki kecukupan memberi keluasan kepada orang yang tidak memiliki kecukupan. Namun sekarang, makanlah semau kalian, berilah makan, dan simpanlah.” (HR. Tirmizi)

Jadi semakin jelas bahwa ‘illat kenapa Nabi SAW pada tahun sebelumnya melarang umat Islam menyimpan daging hewan qurban lebih dari tiga hari. Ternyata saat itu terjadi paceklik dan kelaparan dimana-mana. Beliau ingin para shahabat berbagi daging itu dengan orang-orang, maka beliau melarang mereka menyimpan daging, maksudnya agar daging-daging itu segera didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Tetapi ketika tahun berikutnya mereka menyimpan daging lebih dari tiga hari, Rasulullah SAW membolehkannya karena tidak ada paceklik yang mengharuskan mereka berbagi daging.

Daging hewan qurban, hukumnya boleh dimakan kapan saja, selagi masih sehat untuk dimakan.

Sekarang di masa modern ini, sebagian umat Islam sudah ada yang mengkalengkan daging qurban ini, sehingga bisa bertahan dengan aman sampai tiga tahun lamanya. Dan karena sudah dikalengkan, mudah sekali untuk mendistribusikannya kemana pun di dunia ini, khususnya buat membantu saudara kita yang kelaparan, entah karena perang atau bencana alam.

Jadi silahkan saja memakan daging qurban dalam bentuk kornet, walau pun sudah tiga tahun yang lalu disembelihnya. Yang penting jangan sampai lewat tanggal kadaluarsanya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


[1] Al-Istidzkar, jilid 15 hal. 173

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Orang yang Gugur dari Mendapat Warisan
28 August 2014, 10:40 | Mawaris | 21.741 views
Belum Di-Aqiqahi Mau Qurban, Bolehkah?
26 August 2014, 08:09 | Qurban Aqiqah | 16.249 views
Aborsi Dengan Alasan Darurat dan Trauma Pemerkosaan, Bisakah Dibenarkan?
24 August 2014, 05:21 | Kontemporer | 15.339 views
Perbedaan Antara Khalwat dan Ikhtilat
20 August 2014, 10:27 | Wanita | 58.503 views
Tidak Mabit di Mina di Hari Tarwiyah, Tidak Sesuai Sunnah?
19 August 2014, 05:13 | Haji | 11.946 views
Apa Saja Penyebab Munculnya Paham Anti Mazhab?
18 August 2014, 05:30 | Ushul Fiqih | 16.564 views
Daging Qurban Haram Dimakan Setelah Lewat Tiga Hari?
14 August 2014, 07:00 | Qurban Aqiqah | 56.803 views
Indonesia Tidak Berhukum Islam : Kafirkah?
13 August 2014, 04:00 | Negara | 22.295 views
Menyembelih Qurban : Wajib Atau Sunnah?
12 August 2014, 07:25 | Qurban Aqiqah | 15.687 views
Mencari Sosok The Real Islamic State
11 August 2014, 06:12 | Negara | 9.963 views
Benarkah Hadits Shahih Belum Tentu Bisa Dipakai?
10 August 2014, 19:45 | Hadits | 14.500 views
Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah
9 August 2014, 04:00 | Qurban Aqiqah | 33.367 views
Bolehkah Talfiq Antara Mazhab?
8 August 2014, 00:27 | Ushul Fiqih | 21.138 views
Noda Kehitaman Bekas Sujud di Dahi
7 August 2014, 07:08 | Shalat | 21.987 views
Benarkah Indonesia Negara Kafir Yang Harus Diperangi?
6 August 2014, 02:51 | Negara | 28.901 views
Menemukan Uang, Bolehkah Buat Biaya Persalinan?
3 August 2014, 22:26 | Umum | 7.924 views
Bank Susu Dalam Perspektif Islam
2 August 2014, 08:00 | Kontemporer | 10.550 views
Bolehkah Shaf Wanita Sejajar Dengan Shaf Laki-laki?
1 August 2014, 07:00 | Shalat | 30.978 views
Benarkah Bersalam-salaman Seusai Shalat Itu Bid'ah?
31 July 2014, 08:00 | Shalat | 31.580 views
Benarkah Makna Minal Aidin Wal Faizin Bukan Maaf Lahir dan Batin?
30 July 2014, 09:00 | Puasa | 16.418 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,324,634 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

12-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:15 | Maghrib 18:05 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img