Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Mazhab Itu Bentuk Perpecahan Umat? | rumahfiqih.com

Apakah Mazhab Itu Bentuk Perpecahan Umat?

Tue 11 August 2015 06:00 | Ushul Fiqih | 5.854 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Sebenarnya mazhab itu apa? Apakah sama dengan organisasi atau partai, dimana kita perlu mendukung salah satunya? Ataukah mazhab itu kelompok-kelompok yang berpecah-belah di tengah umat Islam sebagai bentuk fitnah akhir zaman?

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang disebut mazhab itu bukan organisasi seperti ormas atau orsospol. Tidak ada cerita dukung mendukung, kampanye  menjagokan calon, pemilihan dan perebutan suara. Dalam mazhab kita tidak mengenal pendaftaran anggota dan pemilihan pengurus.

Penting untuk dicatat bahwa bermazhab itu bukan seperti berkarir politik, lalu bisa loncat sana loncat sini, dukung fulan dan jatuhkan fulan demi sekedar mencari kesejahteraan dan posisi.

Mazhab juga bukan pecahan kelompok-kelompok yang muncul begitu banyak di masa sekarang ini, lantas kadang terjadi bentrok dengan sesama saudara sendiri, demi menjadi backing dari pengusaha yang rajin mengguyur dengan uang.

Mazhab adalah cabang dari variasi ilmu fqih yang merupakan metode ilmiyah dalam mengistimbath dari Al-Quran dan As-Sunnah sehingga melahirkan hukum-hukum agama. Fiqih itu adalah tools atau alat yang mutlak diperlukan agar kita bisa memahami kedua sumber agama dengan tepat dan benar. Sehingga Al-Quran dan As-Sunnah terlindungi dengan aman dari tangan-tangan yang ingin merusak dan menodai kesuciannya.

Tanpa adanya fiqih dan mazhabnya, maka Al-Quran dan As-Sunnah akan diakal-akali seenaknya oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab dan bukan ahlinya. Seolah-olah kita pakai Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi tafsirannya dibuat seenak udelnya. Ditarik-tarik maknanya kesana kemari bagaikan karet yang melar.

Fiqih itu ilmu yang teramat besar, banyak juga variannya. Sebagaimana kita mengenal ada banyak rute dalam transportasi. Misalnya dari Bogor ke Jakarta, kita punya banyak rute. Ada rute lewat jalan TOL, Cibinong, Citayam, Parung dan juga lewat moda kereta api. Bahkan ada rute sungai Ciliwung yang bisa dilalui dengan perahu karet.

Sebuah mazhab bisa kita ibaratkan seperti salah satu rute yang telah dibuat sebelumnya. Tentu jalan dan rute itu dibuat untuk memudahkan orang bepergian dan bukan malah menghalangi. Orang dari Bogor kalau mau ke Jakarta bisa melewati salah satu rute itu. Yang penting ikuti petunjuk jalan sepanjang rute itu, agar jangan kesasar dan tersesat di jalan.

Bolehkah kita membuat rute sendiri?

Boleh saja sih sebenarnya. Tetapi membuka jalan baru itu berat, lama dan mahal  harganya. Sebab kita masih wajib , atau malah harus membabat hutan belantara. Dan hari ini kita harus menggusur lahan milik warga yang harganya sukar dinegosiasi.

Dari pada repot-repot bikin jalan baru, mengapa tidak pakai jalan dan rute yang sudah ada saja. Toh kita tidak jadi terhina dan bodoh cuma gara-gara melewati rute yang sudah dibuat orang sebelumnya.
 
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kenapa Puasa Wajib Diqadha' Tapi Shalat Tidak Wajib Diqadha'?
10 August 2015, 04:35 | Shalat | 18.942 views
Shalat Idul Fithr dan Idul Adha : Mana Yang Lebih Utama, di Masjid atau di Lapangan?
8 August 2015, 06:03 | Shalat | 5.991 views
Bolehkah Kita Tidur di dalam Masjid?
7 August 2015, 03:01 | Shalat | 8.647 views
Menikah di Luar Negeri Tanpa Kehadiran Wali
5 August 2015, 09:13 | Nikah | 13.739 views
Apa Yang Dibaca Pada Saat Sujud Dan Ketentuannya
2 August 2015, 03:12 | Shalat | 173.997 views
Haramkah Gaji Satpam di Bank Konvensional?
1 August 2015, 08:10 | Muamalat | 40.313 views
Fasakh dan Talak : Perbedaan dan Persamaannya
31 July 2015, 06:45 | Nikah | 29.846 views
Teknis Rujuk Setelah Menjatuhkan Talaq, Haruskah Ada Saksi?
30 July 2015, 16:05 | Nikah | 25.800 views
Haruskah Jadi Ulama Dulu Baru Boleh Dakwah?
29 July 2015, 07:13 | Ushul Fiqih | 25.203 views
Terlanjur Menikahi Pacar Ternyata Dahulu Pernah Berzina
28 July 2015, 07:18 | Nikah | 113.003 views
Puasa Syawal Haruskah Berturut-Turut?
19 July 2015, 23:15 | Puasa | 15.029 views
Bolehkah Kami Yang Domisili di Jepang Shalat Id di Rumah Tanpa Khutbah?
16 July 2015, 17:20 | Shalat | 11.474 views
Benarkah Ada Kewajiban Zakat Atas Madu?
14 July 2015, 08:11 | Zakat | 8.461 views
Perluasan Makna Fi Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat
13 July 2015, 00:09 | Zakat | 51.286 views
Nishab Zakat Uang, Ikut Nishab Emas atau Nishab Perak?
11 July 2015, 02:00 | Zakat | 13.121 views
Teknis Menghitung Zakat Uang
10 July 2015, 11:00 | Zakat | 12.383 views
Asal-Usul Anjuran Berbuka Puasa Dengan Yang Manis-manis
9 July 2015, 00:01 | Puasa | 21.930 views
Mohon Diterangkan Apa Perbedaan Antara Zakat Infaq dan Sedekah?
8 July 2015, 03:38 | Zakat | 113.355 views
Zakat Penghasilan Tidak Sampai Nisab, Bagaimana Zakat Profesinya?
7 July 2015, 08:23 | Zakat | 20.764 views
Mohon Ciri-ciri Lailatul Qadar Sesuai Hadits Nabi
4 July 2015, 14:08 | Puasa | 18.453 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,283,353 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-10-2019
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:50 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img