Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Idul Fithr dan Idul Adha : Mana Yang Lebih Utama, di Masjid atau di Lapangan? | rumahfiqih.com

Shalat Idul Fithr dan Idul Adha : Mana Yang Lebih Utama, di Masjid atau di Lapangan?

Sat 8 August 2015 06:03 | Shalat | 5.991 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Mohon penjelasan dari ustadz terkait perbedaan pendapat lokasi shalat Idul Fithri dan Idul Adha. Sebagian umat Islam saya perhatikan selalu mengadakan shalat di lapangan. Sementara sebagian yang lain mengadakannya tetap di dalam masjid.  Lalu manakah yang lebih utama dari keduanya?

Mohon pencerahan dari ustadz.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama berbeda pendapat dalam hukum shalat Idul Fithr di dalam masjid. Jumhur ulama memandang lebih utama shalat Idul Fihtri dan Idul Adha di lapangan, sedangkan mazhab Asy-Syafi'iyah memandang lebih utama di masjid.

1. Jumhur : Lebih Utama di Padang Pasir

Jumhur ulama diantaranya mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah berpendapat bahwa shalat Idul Fithr dan Idul Adha lebih utama dilaksanakan di tempat khusus yang dimasa Rasulullah SAW disebut dengan mushalla al-'id. Wujudnya berupa tanah lapang padang pasir di luar tembok kota Madinah Al-Munawwarah. Dasarnya adalah hadits berikut ini :

كَانَ رَسُول اللَّهِ  يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَْضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

Rasulullah SAW keluar pada Idul Fithr dan Idul Adha ke mushalla. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan para khulafaurrasyidun sepeninggal beliau SAW masih tetap melaksanakan shalat Idul Fithr dan Idul Adha di tempat yang sama.

Namun para ulama dalam beberapa hal tertentu lebih mengutamakan shalat Idul Fithr dan Idul Adha di dalam masjid, yaitu ketika ada udzur tertentu dan bila shalat itu dilakukan di Mekkah.

a. Udzur Hujan

Apabila ada udzur tertentu seperti hujan, maka lebih utama untuk dilakukan di dalam masjid. Dalilnya adalah hadits berikut :

أَصَابَنَا مَطَرٌ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَصَلَّى بِنَا رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu,"Hujan turun pada kami pada hari 'id, maka Rasululllah SAW shalat bersama kami di masjid. (HR. Abu Daud)

b. Kota Mekkah

Khusus untuk kota Mekkah, shalat Idul Fithr dan Idul Adha lebih utama dikerjakan di dalam masjid Al-Haram. Selain karena contoh dari zaman nabi shalat itu dilakukan di dalam masjid Al-Haram, juga karena alasan untuk dapat melihat Ka'bah.

Dan melihat Ka'bah sendiri sudah merupakan ibadah khusus, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُنَزِّل كُل يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ عِشْرِينَ وَمِائَةَ رَحْمَةٍ، يَنْزِل عَلَى هَذَا الْبَيْتِ سِتُّونَ لِلطَّائِفِينَ وَأَرْبَعُونَ لِلْمُصَلِّينَ وَعِشْرُونَ لِلنَّاظِرِينَ

Sesungguhnya Allah SWT menurunkan pada setiap sehari semalam 120 rahmah. Turun pada rumah ini (Masjid Al-Haram) 60 rahmah buat orang-orang yang tawaf, 40 rahmah buat orang-orang yang shalat dan 20 rahmah buat orang-orang yang melihat Ka'bah. (HR. At-Tabrani)

2. Mazhab Asy-Syafi'iyah : Lebih Utama di Masjid

Mazhab Asy-Syafi'iyah memandang apabila masjid berukuran besar dan lebih luas, maka lebih utama untuk dilaksanakan shalat Idul Fithr dan Idul Adha di dalamnya dari pada di lapangan.

Al-Khatib Asy-Syiribini (w. 977 H) menuliskan di dalam kitab Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

وفعلها أي صلاة العيد بالمسجد عند اتساعه كالمسجد الحرام أفضل لشرف المسجد على غيره

Dan pengerjaan shalat Id di dalam masjid bila lebih luas seperti masjid Al-Haram lebih utama, juga karena kemuliaan masjid dari tempat lain.[1]

Ada beberapa alasan yang dikemukakan di dalam mazhab Asy-Syafi'iyah tentang pilihan lebih utama masjid, antara lain :

a. Masjid Lebih Mulia dan Terjamin dari Najis

Masjid itu lebih mulia dan tentu pahala shalat di dalamnya lebih besar, baik untuk shalat fardhu ataupun shalat sunnah.

b. Masjid Lebih Terjamin dari Najis

Alasan kedua karena masjid lebih terjamin dari najis, karena setiap hari dilaksanakan shalat. Berbeda dengan padang pasir dimana di masa lalu sering digunakan untuk buang hajat.

c. Para Imam Tetap Shalat di Masjid Al-Haram

Meski di masa Rasulullah SAW shalat Idul Fithr dan Idul Adha dilaksanakan di padang pasir, namun harus dicatat bahwa di kota Mekkah Al-Mukarramah di masa yang sama shalat tetap dilaksanakan di dalam masjid Al-Haram.

Bahkan di Madinah sendiri sepeninggal Rasulullah SAW dan para shahabat hingga hari ini, kita tidak pernah lagi menyaksikan shalat di padang pasir. Umat Islam di Madinah hingga hari ini melaksanakan shalat Idul Fithri dan Idul Adha di dalam masjid Nabawi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Khatib Asy-Syiribini, Mughni Al-Muhtaj, jilid 1 hal. 591

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Kita Tidur di dalam Masjid?
7 August 2015, 03:01 | Shalat | 8.647 views
Menikah di Luar Negeri Tanpa Kehadiran Wali
5 August 2015, 09:13 | Nikah | 13.739 views
Apa Yang Dibaca Pada Saat Sujud Dan Ketentuannya
2 August 2015, 03:12 | Shalat | 174.000 views
Haramkah Gaji Satpam di Bank Konvensional?
1 August 2015, 08:10 | Muamalat | 40.314 views
Fasakh dan Talak : Perbedaan dan Persamaannya
31 July 2015, 06:45 | Nikah | 29.847 views
Teknis Rujuk Setelah Menjatuhkan Talaq, Haruskah Ada Saksi?
30 July 2015, 16:05 | Nikah | 25.801 views
Haruskah Jadi Ulama Dulu Baru Boleh Dakwah?
29 July 2015, 07:13 | Ushul Fiqih | 25.203 views
Terlanjur Menikahi Pacar Ternyata Dahulu Pernah Berzina
28 July 2015, 07:18 | Nikah | 113.004 views
Puasa Syawal Haruskah Berturut-Turut?
19 July 2015, 23:15 | Puasa | 15.029 views
Bolehkah Kami Yang Domisili di Jepang Shalat Id di Rumah Tanpa Khutbah?
16 July 2015, 17:20 | Shalat | 11.474 views
Benarkah Ada Kewajiban Zakat Atas Madu?
14 July 2015, 08:11 | Zakat | 8.462 views
Perluasan Makna Fi Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat
13 July 2015, 00:09 | Zakat | 51.286 views
Nishab Zakat Uang, Ikut Nishab Emas atau Nishab Perak?
11 July 2015, 02:00 | Zakat | 13.122 views
Teknis Menghitung Zakat Uang
10 July 2015, 11:00 | Zakat | 12.383 views
Asal-Usul Anjuran Berbuka Puasa Dengan Yang Manis-manis
9 July 2015, 00:01 | Puasa | 21.930 views
Mohon Diterangkan Apa Perbedaan Antara Zakat Infaq dan Sedekah?
8 July 2015, 03:38 | Zakat | 113.355 views
Zakat Penghasilan Tidak Sampai Nisab, Bagaimana Zakat Profesinya?
7 July 2015, 08:23 | Zakat | 20.764 views
Mohon Ciri-ciri Lailatul Qadar Sesuai Hadits Nabi
4 July 2015, 14:08 | Puasa | 18.453 views
Zakat Lewat Amil Kurang Mantab Rasanya?
3 July 2015, 13:17 | Zakat | 26.423 views
Mengapa Para Ulama Masih Berbeda Pendapat Dalam Zakat Profesi?
30 June 2015, 06:16 | Zakat | 32.390 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,283,986 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-10-2019
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:50 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img