Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya? | rumahfiqih.com

Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya?

Thu 11 June 2015 06:28 | Puasa | 6.750 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum War. Wab.

Yth. Ustadz Ahmad Sarwat. Saya ingin bertanya tentang Lailatul Qadar yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW terjadi pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan khususnya pada malam-malam ganjil.

Yang menjadi pertanyaan bila penentuan awal Ramadhan berbeda seperti antara versi pemerintah dan versi organisasi lainnya tentu saja 10 malam terakhir pun akan berbeda pula karena waktu awal Ramadannya juga sudah berbeda apalagi dengan malam ganjilnya tentu saja akan berbeda. Versi manakah yang mendapat Lailatul Qodar ?

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum War. Wab.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Meski jumhul ulama berpendapat bahwa tidak boleh terjadi perbedaan pendapat dalam penetapan awal Ramadhan, namun dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, perbedaan ini dibenarkan. Alasanya karena secara logika dan ilmu astronomi tidak mungkin dihindarkan, mengingat luasnya bentangan negeri-negeri Islam.

Dan yang lebih penting lagi, ternyata perbedaan penetapan awal Ramadhan sudah terjadi sejak zaman para shahabat. Kami sudah sering kali membahasnya, silahkan buka beberapa artikel Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?

Namun yang perlu dicatat bahwa perbedaan itu bisa terjadi bila antara pemerintah negara-negara Islam yang posisinya saling berjauhan. Dalam mazhab Asy-Syafi'i disebutkan minimal keduanya berjarak 24 farsakh. Dan ini dibenarkan keduanya secara syar'i. Jadi malam ganjil di Saudi dan di Mesir seringkali berbeda sepanjang 14 abad ini, bahkan Idul Fithrinya pun juga berbeda. Secara logika, seharusnya lailatul qadarnya pun berbeda juga.

Sedangkan perbedaan penetapan awal Ramadhan yang terjadi antara pemerintah resmi dengan dengan segelintir orang yang menyebut diri mereka sebagai ormas, jamaah, paguyuban atau apapunlah namanya, hanya terjadi di Indonesia saja.

Kalau harus jujur menurut hukum syariah, sebenarnya yang punya wewenang dan otoritas menetapkan awal Ramadhan tentu saja pemerintah dan bukan segelintir orang. Adapun segelintir orang itu mencoba memelintir pengertian 'pemerintah', itu soal lain. Tapi semua pasti sepakat bahwa pemerintah yang sah adalah pihak yang pegang otoritas.

Di Mesir meski Ikhwan bermusuhan dengan pemerintahnya, tetapi ketika pemerintah menetapkan awal Ramadhan dan Lebaran, semuanya ikut tanpa ba-bu. Di Saudi, banyak kelompok yang mengkafirkan raja dan pemerintah, akibatnya mereka dikejar-kejar pemerintah Saudi. Tetapi pas pemerintah Saudi mengumumkan awal Ramadhan dan Lebaran, semua kelompok itu pun tunduk dan setia.

Bagaimana dengan Indonesia?

Jangan ditanya, disini semua kelompok merasa dirinya sudah jadi pemerintah. Ya, itulah Indonesia, banyak yang aneh dan ajaib ternyata.

Saya belum pernah menemukan pembenaran dari para ulama sepanjang zaman, bahwa segelintir orang itu berhak menetapkan sendiri awal puasa. Satu-satunya pengecualian, yaitu hanya orang yang secara langsung melihat hilal, itu pun kalau dia mau berbeda, wajib atasnya merahasiakannya.

Nah kalau disini, sudah tidak lihat hilalnya, pamer pula kepada halayak. Bahkan lebih dari itu, menyalah-nyalahkan 235 juta bangsa Indonesia yang mayoritas, dengan alasan kelompoknya itu saja yang punya otoritas kebenaran.

Namun syukur alhamdulillah, fenomena beda pemerintah dan segelintir orang ini tahun ini insyaallah tidak terjadi. Tahun ini rupanya kita mujur, sebab hilal di awal Ramadhan dan Syawwal akan lebih tinggi derajatnya. Sehingga mazhab imkanurru'yah dan mazhab wujudul hilal insyaallah rukun damai tahun ini.

Maka insyaallah dalam menetapkan kapan jatuhnya malam ganjil tidak akan ganjil lagi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu
10 June 2015, 20:00 | Mawaris | 67.518 views
Keliru Mengira Sudah Maghrib Langsung Makan, Batalkah Puasa Saya?
9 June 2015, 10:50 | Puasa | 11.547 views
Bagaimana Puasanya Umat Sebelum Kita?
8 June 2015, 17:25 | Puasa | 41.187 views
Metode Penetapan Ramadhan & Syawwal Yang Resmi
7 June 2015, 05:01 | Puasa | 9.891 views
Merenggangkan Gigi Haram, Maksudnya Bagaimana?
4 June 2015, 07:22 | Wanita | 20.946 views
Masbuk Mengganti Rakaat Yang Mana?
3 June 2015, 10:50 | Shalat | 37.288 views
Jihad di Jalan Allah Wajibkah Minta Izin?
1 June 2015, 11:00 | Negara | 9.777 views
Bolehkah Berzakat untuk Pembuatan Film Dakwah?
30 May 2015, 08:53 | Zakat | 5.306 views
Benarkah Wanita Haidh dan Nifas Tetap Wajib Mengganti Shalatnya?
25 May 2015, 10:05 | Wanita | 13.824 views
Shalat Dua Rakaat, Duduk Tasyahudnya Tawarruk atau Iftirasy?
20 May 2015, 10:26 | Shalat | 41.238 views
Terlambat ke Masjid Bolehkah Ikut Jamaah Gelombang Kedua?
19 May 2015, 07:32 | Shalat | 11.755 views
Baca Quran Langgam Jawa, Haramkah?
18 May 2015, 10:39 | Quran | 136.205 views
Benarkah Hukuman Buat Muslim Yang Minum Khamar Dicambuk 80 Kali?
15 May 2015, 10:30 | Jinayat | 6.946 views
Kapankah Jatuhnya Puasa Hari Syak dan Haramkah Hukumnya?
13 May 2015, 08:02 | Puasa | 13.844 views
Shalat Saat Melintasi Daerah Beda Zona Waktu
11 May 2015, 02:10 | Shalat | 12.992 views
Sembilan Orang Anggota Keluarga Terdekat Namun Ternyata Bukan Ahli Waris
10 May 2015, 16:11 | Mawaris | 9.921 views
Benarkah Haram Menyentuh Mushaf Quran Tanpa Wudhu?
9 May 2015, 07:50 | Quran | 15.502 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggambar Nabi Muhammad SAW?
8 May 2015, 06:30 | Aqidah | 22.100 views
Bolehkah Kita Makan Benda Yang Terbuat Dari Najis
6 May 2015, 10:50 | Kuliner | 8.762 views
Apakah Makanan Yang Syubhat Berarti Hukumnya Haram?
5 May 2015, 10:00 | Kuliner | 24.022 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,423,562 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img