Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid | rumahfiqih.com

Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid

Tue 22 April 2008 22:26 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 7.246 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullohiwabarokaatuh

Pak Ustadz, saya mau menanyakan bagaimana hukumnya menggauli isteri yang sedang haid, tapi bukan di tempat senggama?(misal di tempat antara pusar ke bawah sampai lututnya kecuali farjinya)

Mohon penjelasan dari Pak Ustadz dan di sertai dalil dalil fiqih dan pendapat dari Imam Madzhab empat (Hanafi, Maliki, Hambali dan Imam Syafi'i) terima kasih

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wanita yang sedang mendapat haid haram disetubuhi oleh suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-Baqarah:222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.

Mazhab Hanbali membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

Dari Anas ra bahwa orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)`.

Dari Aisyahra berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh." (HR Muslim)`.

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap berlangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja, tetapi juga sudah selesai dari mandi janabah.

Sebab dalam surat Al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat Al-Malikiyah dan As-Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Kaffarat Menyetubuhi Wanita Haidh

Bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman baginya menurut al-Hanabilah. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut:

Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi isterinya dalam keadaan haidh: `Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar` (HR Khamsah dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Al-Qaththan)

As Syafi`iyah memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat, melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Satu dinar bila melakukannya diawal haid, dan setengah dinar bila diakhir haid.

Namun umumnya para ulama seperti al-Malikiyah dan as-Syafi`iyah dalam pendapatnya yang terbaru tidak mewajibkan denda kafarat bagi pelakunya cukup baginya untuk beristigfar dan bertaubat.

Sebab hadis yang menyebutkan kafarat itu hadis yang mudah tharib sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Nailul Authar jilid 1 halaman 278.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.316 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah > Hadats | 36.996 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer > Fenomena sosial | 11.418 views
Apakah Ustad Anti Wahabi?
21 April 2008, 00:30 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 31.056 views
Bisakah Akhwat Masuk LIPIA?
21 April 2008, 00:29 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 19.906 views
Nikah, Main-Main Pun Jadi?
20 April 2008, 01:33 | Pernikahan > Akad | 11.963 views
Kekhalifahan JAI VS Kekhalifahan Rasullullah
20 April 2008, 00:31 | Negara > Khilafah Negara Islam | 7.237 views
Bingung Menyikapi Perbedaan
19 April 2008, 01:16 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 7.660 views
Rindu Teori dan Sistem Pendidikan Islam
19 April 2008, 00:57 | Negara > Sikap bernegara | 6.368 views
Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?
18 April 2008, 00:00 | Aqidah > Aliran-aliran | 7.306 views
Mengulang Shalat Karena Kurang Khusyu'
17 April 2008, 01:06 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 27.791 views
Adegan Lesbianisme di Video Klip PADI
16 April 2008, 21:41 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.497 views
Apakah Perbedaan Itu Rahmat Ataukah Adzab?
15 April 2008, 23:04 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 9.483 views
Ahmad Heriyawan, Ustadz yang Jadi Gubernur
15 April 2008, 00:38 | Negara > Pejabat Penguasa Pemerintah | 7.196 views
Mengapa Manusia Berbeda-Beda?
14 April 2008, 19:44 | Umum > Sosial | 31.084 views
Mama Lauren Bukan Dukun?
14 April 2008, 01:58 | Aqidah > Dukun | 8.863 views
Zakat Mobil
14 April 2008, 01:53 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 7.225 views
Kehalalan Alkohol?
11 April 2008, 23:18 | Kuliner > Alkohol | 9.961 views
Fatwa Dr. Yusuf Qordhowi Tentang Halalnya 0.5% Alkohol
11 April 2008, 02:57 | Kuliner > Alkohol | 13.961 views
Haramkah Uang Rupiah Kita?
11 April 2008, 01:31 | Muamalat > Uang | 7.620 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,348,067 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-9-2021
Subuh 04:29 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih