Bolehkah Wanita Berhias Dengan Mewarnai Kuku Jarinya? | rumahfiqih.com

Bolehkah Wanita Berhias Dengan Mewarnai Kuku Jarinya?

Fri 18 July 2014 10:20 | Wanita > Perhiasan | 13.311 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum,

Ustazd yang dirahmati Allah,

Wanita itu suka berhias dan berdandan. Lalu apa hukumnya wanita muslimah mewarnai kukunya sebagai salah satu bentuk berhias? Apakah hal itu termasuk yang dilarang? Kalau memang dilarang, adakah dalil yang melarangnya?

Sekian terima kasih.

 

Wassalam,

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Pewarna kuku adalah bagian dari perhiasan wanita. Dengan ini para wania berhias dan berharap untuk bisa tampil lebih cantik dan menarik. Hasrat untuk tampil cantik dan menarik merupakan fitrah bagi wanita. Karena Allah SWT memang telah menjadikan mereka suka keindahan dan kecantikan.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS. Ali Imran: 14)

Apabila kecantikan dan dandanannya itu disalurkan sesuai dengan apa yang dihalalkan oleh Allah SWT, maka semua itu justru akan menjadi ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Misalnya bila seorang wanita berusaha tampil cantik dan menarik di depan suaminya dengan aneka make-up termasuk salah satunya memakai pewarna kuku, sehingga dengan itu suaminya menjadi tertarik dan senang kepadanya, maka bagi wanita itu ada pahala dan ganjaran dari Allah SWT.

Sebaliknya bila kecantikan dan dandanannya itu digunakan untuk menjerat laki-laki lain yang bukan mahramnya sehingga menimbulkan zina mata dan terbangkitnya nafsu syahwatnya, maka bagi wanita itu ada dosa dan ancaman siksa di neraka.

Jadi hukum memakai pewarna kuku itu bisa menjadi ibadah sunnah sekaligus bisa juga menjadi dosa. Tergantung niat atau tujuan pemakainnya dan juga praktek dari niatnya itu.

Sedangkan dari sisi wudhu’, umumnya pewarna kuku merupakan zat pewarna yang membentuk lapisan kedap air. Sehingga air tidak bisa membasahi kuku-kukunya ketika berwudhu’.

Sehingga bila dia berwudhu; dalam keadaan memakainya, jelaslah bahwa wudhu’nya itu tidak syah, karena di antara anggota tubuh yang harus dibasuh adalah kedua tangan hingga siku.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki, ….(QS. Al-Maidah: 6).

Tidak terbasahinya kuku seorang wanita mengakibatkan wudhu’nya tidak syah. Padahal syarat syahnya shalat itu adalah berwudhu atau suci dari hadats. Dengan demikian, maka tanpa wudhu’ yang syah, shalatnya pun tidak syah juga.

Dasarnya adalah hadits berikut ini :

أَنَّ رَجُلًا تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ فَقَالَ: ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى

Ada seseorang yang berwudhu lalu dia membiarkan seluah satu kuku di jari kakinya tidak terkena air. Rasulullah SAW memperhatikannya dan menyuruhnya, ”Kembali, ulangi wudhumu dengan baik.” Orang inipun mengulangi wudhunya, lalu dia shalat. (HR. Muslim).

Selain itu juga ada hadits lain yang menguatkan :

أَنَّ رَسُولَ اللهِ رَأَى رَجُلًا يُصَلِّي، وَفِي ظَهْرِ قَدَمِهِ لُمْعَةٌ، قَدْرُ الدِّرْهَمِ لَمْ يُصِبْهَا الْمَاءُ ” فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ “

Rasulullah SAW melihat seseorang shalat, sementara di punggung kakinya ada selebar koin yang belum tersentuh air. Kemudian beliau menyuruh orang ini untuk mengulangi wudhunya. (HR. Ahmad).

Untuk itu bila ingin memakainya, pastikan bahwa seorang wanita itu sudah berwuhdu’ sebelumnya dan dia bisa menahan segala hal yang membatalkan wudhu’. Dalam keadaan itu, dia boleh melakukan shalat dan shalatnya syah. Tapi bila batal wudhu’nya, tentu saja dia harus berwudhu’ lagi dan untuk itu dia harus menghapus dahulu kuteknya agar wudhu’nya syah.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Mengapa Witir Dua Rakaat Plus Satu?
17 July 2014, 05:00 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 22.981 views
Bagaimana Puasanya Para Pekerja Berat
16 July 2014, 01:00 | Puasa > Keringanan | 34.339 views
Hukum Menggunakan Uang Elektronik
15 July 2014, 01:23 | Muamalat > Uang | 21.848 views
Zakat Mal untuk Pembangunan Masjid
13 July 2014, 05:52 | Zakat > Alokasi Zakat | 24.239 views
Adakah Hak Israel atas Palestina?
13 July 2014, 03:04 | Negara > Arus politik | 15.005 views
Lailatul Qadar : Tanggal Berapa Yang Benar?
12 July 2014, 05:00 | Puasa > Itikaf | 27.937 views
Apa yang Dimaksud dengan Imsak?
11 July 2014, 13:54 | Puasa > Waktu puasa | 45.547 views
Sudah Terlanjur Shalat Witir Masih Bolehkah Tahajjud?
9 July 2014, 06:40 | Shalat > Shalat Malam | 26.210 views
Baru Tahu Ternyata Uang Tabungan Harus Dizakati
7 July 2014, 05:43 | Zakat > Zakat Uang Harta Emas | 27.495 views
Hadits Tidurnya Orang Puasa Adalah Ibadah
5 July 2014, 21:43 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 19.731 views
Merokok Membatalkan Puasa, Kalau Terhisap Asap Rokok?
4 July 2014, 08:00 | Puasa > Membatalkan Puasa | 39.277 views
Ramadhan dan 'Setan' Televisi
3 July 2014, 06:00 | Puasa > Hal terlarang ketika berpuasa | 11.336 views
Kewajiban Zakat Hadiah Qiyas Dari Zakat Rikaz, Benarkah?
2 July 2014, 07:00 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 12.720 views
Tujuh Perbedaan Antara Zakat dan Pajak
1 July 2014, 05:00 | Zakat > Pengertian Zakat dan Batasannya | 14.484 views
Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan
29 June 2014, 13:11 | Puasa > Ramadhan | 14.720 views
Posisi Tangan Ketika Beri'tidal Bersedekap atau Tidak?
28 June 2014, 06:35 | Shalat > Tatacara shalat | 25.929 views
Disebut Tarawih Berarti Istirahat, Apa Hubungannya?
27 June 2014, 07:00 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 27.624 views
Banyak Pilihan Pendapat, Mana Yang Paling Benar?
26 June 2014, 07:07 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 10.751 views
Puasa Sunnah Menjelang Ramadhan, Tidak Bolehkah?
22 June 2014, 07:11 | Puasa > Puasa Sunnah | 32.647 views
Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
21 June 2014, 06:00 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 64.709 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,519,967 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-10-2021
Subuh 04:13 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih