Tiga Versi Lafadz Tasyahhud Yang Berbeda | rumahfiqih.com

Tiga Versi Lafadz Tasyahhud Yang Berbeda

Thu 13 August 2015 04:50 | Shalat > Bacaan Shalat | 10.968 views

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

1. Saya mendengar bahwa sebenarnya lafadz tasyahhud itu bukan hanya ada satu versi tetapi ada beberapa versi yang berbeda-beda. Apakah itu benar?

2. Apakah perbedaan ini karena perbedaan hadits ataukah karena perbedaan di level mazhab fiqih. Kalau memang haditsnya berbeda-beda, mohon ustadz sampaikan beberapa versi haditsnya itu dan apa saja kitab hadits yang memuat versi yang berbeda-beda itu?

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Lafadz tasyahhud memang ada beberapa versi sesuai dengan beberapa versi hadits yang kita terima. Dan oleh karena itu wajar kalau masing-masing mazhab fiqih menggunakan versi yang berbeda satu dengan lainnya. Namun yang harus diingat bahwa meski beda versi, semua bersumber dari Rasulullah SAW dengan sanad yang kuat dan bisa dipertanggung-jawabkan.

1. Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah

Di dalam mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah, tasyahhud yang digunakan adalah versi tasyahhud yang Rasulullah SAW ajarkan kepada Abdullah bin Maz'ud radhiyallahuanhu sebagaimana disebutkan di dalam Shahih Bukhari.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ  قَالَ: كُنَّا نَقُولُ: التَّحِيَّةُ فِي الصَّلاَةِ، وَنُسَمِّي وَيُسَلِّمُ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ فَسَمِعَهُ رَسُولُ اللَّهِ  فَقَالَ: " قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَإِنَّكُمْ إِذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ فَقَدْ سَلَّمْتُمْ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahuanhu berkata,"Sebelumnya kami mengucapkan tahiyat dalam shalat, menyebut nama orang, memberi salam sesama kami, lalu Rasulullah SAW mendengar dan meluruskan,"Bacalah : Penghormatan untuk Allah, beserta shalawat dan thayyibat. Salam untukmu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan keberkahannya. Salam untuk kita dan untuk hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Bila kalian membaca itu maka akan terbawa juga hamba di langit atau antara langit dan bumi (HR. Bukhari)

2. Mazhab Al-Malikiyah

Tasyahhud versi mazhab Al-Malikiyah adalah tasyahhud yang didasarkan pada hadits riwayat Umar bin Al-Khattab radhiyallahunahu sebagaimana yang terdapat di dalam beberapa kitab hadits seperti Al-Muwaththa'[1], Musnad Asy-Syafi'i[2], Sunan Ad-Daruquthni[3], Al-Mustadrak ala Ash-Shahihain[4], As-Sunan Al-Kubra[5] dan lainnya.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يُعَلِّمُ النَّاسَ التَّشَهُّدَ. يَقُولُ: قُولُوا: التَّحِيَّاتُ للهِ، الزَّاكِيَاتُ للهِ، الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ للهِ

Dari Abdurrahman bin Al-Qari bahwa dia mendengar Umar bin Al-Khattab di atas mimber mengajarkan orang-orang lafadz tasyahhud,"Bacalah penghormatan untuk Allah, pujian untuk Allah, shalawat untuk Allah . . . (HR. Malik, Syafi'i, Ad-Daruquthni,

Hanya ada sedikit variasi berbedaan pada awal-awal lafadznya saja, selebihnya sama dengan versi Abdullah bin Mas'ud di atas.

3. Mazhab Asy-Syafi'iyah

Dalam mazhab Asy-Syafi'iyah lafadz tasyahhud diambil dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, sebagaimana tertuang dalam Sunan Abu Daud[6], Sunan Ibnu Majah[7] dan Musnad Asy-Syafi'i[8].

كَانَ رَسُولُ اللهِ r يُعلِّمُناَ التَّشَهُّدُ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّوْرَةَ مِنَ القُرْآنِ فَكاَنَ يَقُولُ: التَّحِيَّاتُ المبُاَركَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً رَسُولُ الله

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berkata,"Rasulullah SAW mengajarkan tasyahhud kepada kami seperti mengajarkan satu surat dalam Al-Quran dan beliau bersabda,"Penghormatan, keberkahan, shalawat dan thayyibat untuk Allah. Salam untukmu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan keberkahannya. Salam untuk kita dan untuk hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. (HR. Asy-syafi'i, Ibnu Majah dan Abu Daud).

Demikian penjabaran singkat tentang perbedaan versi lafadz tasyahhud yang terdapat di dalam beberapa versi hadits dan juga dalam beberapa mazhab yang berbeda. Yang mana saja boleh dipakai, tetapi minimal harus hafal dengan benar dan sempurna.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Imam Malik, Al-Muwaththa', jilid 2 hal. 124

[2] Al-Imam Asy-Syafi'i, Musnad Asy-Syafi'i ala Tartibi Sanjar, jilid 1 hal. 283

[3] Ad-Daruquthni, Sunan Ad-Daruquthni, jilid 2 hal. 162

[4] Al-Hakim, Al-Mustadrak ala Ash-Shahihain, jilid 1 hal. 398

[5] Al-Baihaqi, As-Sunan Al-Kubra, jilid 2 hal. 205

[6] Abu Daud, Sunan Abu Daud, jilid 2 hal. 223

[7] Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, jilid 2 hal. 68

[8] Al-Imam Asy-Syafi'i, Musnad Asy-Syafi'i ala Tartibi Sanjar, jilid 1 hal. 283


Baca Lainnya :

Bagaimana Proses Munculnya Mazhab Fiqih, Apakah Merupakan Gerakan Sempalan?
12 August 2015, 03:00 | Ushul Fiqih > Mazhab | 13.362 views
Apakah Mazhab Itu Bentuk Perpecahan Umat?
11 August 2015, 06:00 | Ushul Fiqih > Mazhab | 6.759 views
Kenapa Puasa Wajib Diqadha' Tapi Shalat Tidak Wajib Diqadha'?
10 August 2015, 04:35 | Shalat > Shalat Qadha | 23.853 views
Shalat Idul Fithr dan Idul Adha : Mana Yang Lebih Utama, di Masjid atau di Lapangan?
8 August 2015, 06:03 | Shalat > Shalat Hari Raya | 7.030 views
Bolehkah Kita Tidur di dalam Masjid?
7 August 2015, 03:01 | Shalat > Masjid | 10.028 views
Menikah di Luar Negeri Tanpa Kehadiran Wali
5 August 2015, 09:13 | Pernikahan > Wali | 16.234 views
Apa Yang Dibaca Pada Saat Sujud Dan Ketentuannya
2 August 2015, 03:12 | Shalat > Bacaan Shalat | 190.634 views
Haramkah Gaji Satpam di Bank Konvensional?
1 August 2015, 08:10 | Muamalat > Bank | 46.402 views
Fasakh dan Talak : Perbedaan dan Persamaannya
31 July 2015, 06:45 | Pernikahan > Talak | 55.562 views
Teknis Rujuk Setelah Menjatuhkan Talaq, Haruskah Ada Saksi?
30 July 2015, 16:05 | Pernikahan > Rujuk | 30.132 views
Haruskah Jadi Ulama Dulu Baru Boleh Dakwah?
29 July 2015, 07:13 | Ushul Fiqih > Ulama | 27.535 views
Terlanjur Menikahi Pacar Ternyata Dahulu Pernah Berzina
28 July 2015, 07:18 | Pernikahan > Terkait zina | 131.431 views
Puasa Syawal Haruskah Berturut-Turut?
19 July 2015, 23:15 | Puasa > Puasa Sunnah | 16.119 views
Bolehkah Kami Yang Domisili di Jepang Shalat Id di Rumah Tanpa Khutbah?
16 July 2015, 17:20 | Shalat > Shalat Idul Fithr | 12.862 views
Benarkah Ada Kewajiban Zakat Atas Madu?
14 July 2015, 08:11 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 10.150 views
Perluasan Makna Fi Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat
13 July 2015, 00:09 | Zakat > Alokasi Zakat | 62.382 views
Nishab Zakat Uang, Ikut Nishab Emas atau Nishab Perak?
11 July 2015, 02:00 | Zakat > Zakat Uang Harta Emas | 16.472 views
Teknis Menghitung Zakat Uang
10 July 2015, 11:00 | Zakat > Zakat Uang Harta Emas | 14.015 views
Asal-Usul Anjuran Berbuka Puasa Dengan Yang Manis-manis
9 July 2015, 00:01 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 23.693 views
Mohon Diterangkan Apa Perbedaan Antara Zakat Infaq dan Sedekah?
8 July 2015, 03:38 | Zakat > Pengertian Zakat dan Batasannya | 138.562 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,513,378 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-10-2021
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih