Menjamak Dua Salat Fardu | rumahfiqih.com

Menjamak Dua Salat Fardu

Tue 25 April 2006 08:51 | Shalat > Shalat Jama | 6.176 views

Pertanyaan :

Sahkah sholat fardu yang dijamak, sementara kita masih sempat melaksanakan sesuai waktunya, hanya dengan alasan musafir, capek?

Wassalam,

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sudah menjadi sebuah pemahaman umum bahwa syariat Islam itu ditegakkan di atas kemudahan. Kemudahan inilah yang telah menjadi ruh syariah Islam serta membuatnya unik dibandingkan dengan syariat yang pernah turun sebelumnya.

Salah satu bentuk kemudahan yang nyata adalah dengan disyariatkannya shalat jama' antara Dzhuhur dengan Ashar dan jama' antara Maghrib dan Isya'.

Namun implementasi kemudahan ini memiliki aturan dan sebab tertentu, yang hanya ditegaskan lewat nash-nash syar'i, baik lewat perkataan, perbuatan atau taqrir dari Rasulullah SAW. Adapun implementasi di luar dari apa yang telah ditetapkan oleh pembawa risalah, hendaknya dijauhi dan ditinggalkan.

Para ulama kemudian menyusun dari beragam sumber hukum Islam, terutama dari Al-Quran dan As-Sunnah, hal-hal yang membolehkan seseorang melakukan shalat jama'. Di antaranya adalah karena perjalanan, karena sakit, karena hujan, karena waktu yang mendesak atau karena sedang haji.

Khusus tentang jama' shalat karena sebab perjalanan, adalah sudah menjadi kesepakatan para ulama dari semua kalangan, kecuali pendapat mazhab Al-Hanafiyah yang menolaknya. Namun jumhur ulama seluruhnya sepakat bahwa safar atau perjalanan adalah satu satu di antara sebab-sebab dibolehkannya jama' shalat.

Adapun dalilnya adalah:

Dari Muadz bin Jabal ra. berkata, "Kami bepergian bersama Rasulullah SAW dalam perang Tabuk. Beliau shalat Dzhuhur dan Ashar dengan dijama'. Demikian juga Maghrib dan Isya' dengan dijama'. (HR. Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. berkata, “Awal diwajibkan shalat adalah dua rakaat, kemudian ditetapkan bagi shalat safar dan disempurnakan (4 rakaat) bagi shalat hadhar (tidak safar).” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Dari ‘Aisyah ra. berkata, ” Diwajibkan shalat 2 rakaat kemudian Nabi hijrah, maka diwajibkan 4 rakaat dan dibiarkan shalat safar seperti semula (2 rakaat).” (HR Bukhari)

Syarat yang harus ada dalam perjalanan itu menurut ulama fiqih antara lain:

a. Niat Safar

b. Memenuhi jarak minimal dibolehkannya safar yaitu 4 burd (88, 656 km ). Sebagian ulama berbeda dalam menentukan jarak minimal.

c. Keluar dari kota tempat tinggalnya

d. Shafar yang dilakukan bukan safar maksiat

Dari kriteria yang ditetapkan para ulama tentang syarat perjalanan yang membolehkan jama', tidak disebutkan misalnya bahwa perjalanan itu harus mengakibatkan rasa lelah atau capek. Sehingga meski tidak capek atau tidak lelah, kita tetap dibolehkan bahkan lebih dianjurkan untuk menjama' shalat.

Misanya, anda pergi naik pesawat ke Surabaya yang hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam, anda sudah boleh menjama' shalat. Sebab persyaratannya memang telah dipenuhi. Sementara syarat bahwa perjalanan itu harus melelahkan, justru tidak pernah dicantumkan oleh para ulama sejak dahulu. Maka meski tidak merasa capek, secara hukum syariah, memang sudah dibolehkan untuk menjama'nya.

Wallahu a'lam bishsawahb wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Keutamaan Mengantar Jenazah dan Aturannya
25 April 2006, 03:29 | Umum > Ritual | 8.162 views
Sistem Memberi Upah dalam Islam
23 April 2006, 06:22 | Muamalat > Upah | 6.320 views
Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?
23 April 2006, 06:19 | Shalat > Imam | 7.308 views
Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?
21 April 2006, 04:31 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 6.071 views
Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer > Misteri | 5.792 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 8.700 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits > Musthalah Hadits | 10.471 views
Haramkah Rokok?
20 April 2006, 08:19 | Kontemporer > Hukum | 8.150 views
Apakah Kitab Kuning Itu?
19 April 2006, 07:09 | Umum > Belajar agama | 6.932 views
Halalkah Sushi & Sashimi
19 April 2006, 07:05 | Kuliner > Najis | 14.649 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
19 April 2006, 06:31 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 5.715 views
Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara > Sikap bernegara | 9.014 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum > Rosulullah | 12.741 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat > Shalat Berjamaah | 8.778 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum > Sosial | 6.677 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah > Allah | 11.341 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat > Bacaan Shalat | 10.462 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum > Hukum | 11.793 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum > Hukum | 14.734 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer > Fenomena sosial | 5.788 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,358,547 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-9-2021
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih