Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya? | rumahfiqih.com

Perayaan Khitanan, Adakah Pensyariatannya?

Tue 26 March 2013 23:24 | Thaharah > Fitrah | 13.881 views

Pertanyaan :

Mohon tanya pak Ustadz, Sebenarnya ada tidak perayaan khitanan di dalam Islam, kemudian apakah ada doa-doa yang harus dilakukan sebelum atau sesudah dilakukan khitanan. Hal ini perlu kami sampaikan karena Insya Allah, anak kami akan di khitan.

Terima kasih.

Wasalammua'laikum

 

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mengkhitan anak berbeda pengertiannya dengan mengadakan acara khitanan.

Mengkhitan anak hukumnya sunnah, sedangkan merayakan hajatan khitanan anak, hukumnya terpulang kepada kondisi dan keadaan. Sehingga bisa saja sunnah hukumnya, atau mubah, atau malah bisa jadi makruh bahkan haram. Semua kembali kepada detail kondisinya.

Sunnah Khitan
Umumnya para ulama mengatakan bahwa khitan adalah sunnah yang perlu dilakukan kepada anak. Sebagian lagi mengatakan hukumnya mubah. Bahkan ada yang mengatakan hukumnya wajib.

Perayaan Khitanan Sebagai Sebuah Hajatan
Ada kalanya bisa berhukum sunnah, bila memang ada manfaatnya yang bisa secara langsung dirasakan. Misalnya, khitanan massal untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kita gelar secara gratis.

Kebiasaan ini sangat baik, apalagi dengan diiringi pemberian hadiah dan bantuan kepada mereka yang kurang mampu. Selain sebagai syiar Islam, kita pun dapat meraih pahala yang banyak.

Atau dalam rangka mengumpulkan keluarga besar agar terjalin ziarah dan silaturrahim di antara mereka, lalu dibarengkan dengan acara mengkhitan anak. Tentu hal-hal baik seperti ini tidak bisa dilarang, karena tujuannya mulia.

Bahkan sangat bermanfaat bila momen seperti itu bisa ditambahkan dengan sedikit pengajian dari seorang ustadz. Boleh jadi ada banyak pesan-pesan kebaikan yang bisa dimanfaatkan di sana.

Namun kalau menggelar khitanan hanya sekedar untuk berhura-hura, menghamburkan harta, menyombongkan kekayaan kepada orang miskin, atau sekedar menaikkan gengsi dan status sosial, maka hukumnya makruh bahkan haram, karena telah melakukan tabzir.

Kalau sekedar untuk mengkhitan anak harus menggelar pertunjukan wayang tujuh hari tujuh malam dengan biaya dua milyar, panggung dangdut, arena maksiat serta pesta-pesta yang tidak jelas juntrungannya, rasanya sudah sampai kepada haram hukumnya.

Lebih baik uangnya digunakan untuk membangun sekolah gratis, perpusatakaan, lahan pertanian yang menyerap tenaga kerja, laboratorium ilmiyah milik umat atau hal-hal lain yang lebih positif.

Tidak Ada Doa Khusus
Kita tidak menemukan contoh doa khusus dari Rasulullah SAW terkait dengan urusan mengkhitan anak. Juga upacara hajatan dan sejenisnya.

Perkara ini dalam pandangan kami, berada di luar ibadah ritual peribadatan. Masuk ke dalam masalah muamalah yang hukumnya berbeda dengan ritual ibadah.

Prinsipnya, meski tidak ada contoh dari nabi SAW, asalkan tidak ada batas-batas larangan yang secara eksplisit disebutkan oleh nash, maka hukumnya dasarnya boleh-boleh saja. Sampai muncul nanti hal-hal yang diharamkan, seperti masalah pemborosan, maksiat, syirik dan seterusnya.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Membatalkan Baiat, Apakah Ada Kaffarahnya?
26 March 2013, 23:21 | Aqidah > Baiat | 11.027 views
Rasulullah SAW Dituduh Maniak Seks dan Pedofil?
25 March 2013, 22:45 | Umum > Rosulullah | 19.386 views
Hukum Tinggal di Hotel Milik Orang Kafir di Mekkah Madinah
24 March 2013, 19:24 | Muamalat > Syubhat | 9.749 views
Wali Salah Mengucapkan Nama Ayah Saat Ijab-Qabul
22 March 2013, 18:52 | Pernikahan > Wali | 33.251 views
Korupsi Halal Karena Termasuk Rampasan Perang?
22 March 2013, 00:56 | Kontemporer > Hukum | 10.112 views
Haramkah Menghias Masjid
20 March 2013, 02:59 | Shalat > Masjid | 8.438 views
Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?
19 March 2013, 00:01 | Kontemporer > Fenomena sosial | 12.230 views
Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Al-Quran > Tafsir | 10.199 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Pernikahan > Saksi | 11.935 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat > Makmum | 21.303 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah > Antar Agama | 39.217 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara > Hukum Islam | 11.464 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Pernikahan > Talak | 8.923 views
Bolehkah Membatalkan Niat Haji Kedua?
13 March 2013, 01:35 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 7.861 views
Hukum Sunat bagi Perempuan
13 March 2013, 00:56 | Wanita > Khitan | 13.337 views
Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah?
12 March 2013, 00:16 | Qurban Aqiqah > Menyembelih | 12.026 views
Hukum Barang Temuan Jam Tangan Di Mall
11 March 2013, 00:34 | Muamalat > Syubhat | 8.424 views
Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai
10 March 2013, 11:51 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 31.777 views
Satu Dari Empat Penduduk Dunia Adalah Muslim?
8 March 2013, 02:14 | Kontemporer > Fenomena sosial | 8.021 views
Ayah Saya Non Muslim, Lalu Siapa Yang Jadi Wali Saya?
8 March 2013, 00:32 | Pernikahan > Wali | 16.439 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,558,037 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-10-2021
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:51 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih