Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun? | rumahfiqih.com

Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?

Mon 19 June 2006 03:34 | Umum > Sejarah | 17.420 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum, ustadz.

Ada pernyataan dari umat Nasrani, "Benarkah Maryam (ibu Nabi Isa a.s.) adalah saudara Harun?"

Saya punya opini sendiri, tapi kurang yakin. Karena yang diinginkan dari umat Nasrani adalah, yang dimaksud saudara adalah yang berkaitan dengan hubungan "kakak-beradik."

Smoga jawabannya dapat saya terima dengan cepat, dan terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam Al-Quran Al-Kariem memang ada disebutkan tentang panggilan kepada Maryam, ibunda Isa alaihissalam dengan sapaan: saudra perempuan Harun.


Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina." (QS Maryam: 28)

Tentu saja para ulama berbeda pendapat dalam masalah siapakah yang dimaksud dengan Harun dalam ayat ini? Nabi Harun kah atau Harun lainnya? Sebab Nabi Harun alaihissaam adalah saudara nabi Musa alaihissalam dan hidup dalam satu zaman yang jauh dari zaman Maryam. Paling tidak ada 600 tahunan atau ada yang mengatakan lebih dari 1.000 tahun terpaut, sebagaimana keterangan Az-Zamakhsyari.

Tapi bagaimana Al-Quran bisa menyebutkan Maryam sebagai saudara Harun? Berikut ini kami nukilkan perbedaan-perbedaan serta tanggapan para ulama dalam masalah ini.

Yang pertama bereaksi terhadap ayat ini adalah seorang shahabat nabi SAW yang bernama Ka'ab Al-Ahbar. Dahulu dia seorang pemeluk agama ahli kitab lalu masuk Islam. Sebagai mantan ahli kitab, tentunya beliau punya banyak pengetahuan tentang sejarah dan tsaqafah ahli kitab.

Beliau datang kepada Aisyah ra. dan menyatakan bahwa Maryam itu bukan saudara perempuan Harun, saudara Musa. Lalu Aisyah ra. berkata, "Kamu bohong." Beliau lalu menjawab, "Wahai ibunda mukminin, kalau Rasulullah SAW memang menyatakan hal itu, tentu beliau lebih benar dan lebih mengetahui. Tapi kalau tidak ada keterangan dari beliau, sesungguhnya aku mendapatkan bahwa di antara keduanya terpisah jarak waktu 600 tahun." Maka Aisyah ra. pun terdiam."

Dari kisah di atas bisa disimpulkan bahwa Harun yang dimaksud dalam ayat tersebut memang bukan nabi Harun alaihissalam saudara nabi Musa, melainkan orang lain yang bernama Harun, yang menjadi saudara Maryam.

Kesimpulan ini dikuatkan lagi dengan hadits lain yang shahih dari riwayat imam Muslim.

Dari Muhgirah bin Syu'bah ra. berkata, 'Ketika aku tiba di Najran, penduduknya bertanya kepadaku, "Kalian membaca (Quran), "Wahai saudara perempuan Harun", padahal Musa hidup sebelum Isa selama sekian dan sekian tahun." Ketika bertemu Rasulullah SAW aku tanyakan hal itu dan beliau menjawab, "Sesungguhnya mereka biasa menamakan anak mereka dengan nama nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka." (HR Muslim)

Maka jelaslah apa yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, bahwa nama Harun dalam ayat ini bukan Nabi Harun saudara Musa, melainkan Harun saudara Maryam, kebetulan dia bernama Harun. Lantaran kebiasaan mereka untuk menamakan anak-anak mereka dengan nama nabi atau nama orang shalih.

Penjelasan Rasululullah SAW ini kemudian disimpulkan oleh para ulama bahwa ada kebolehan memberi nama anak dengan nama nabi atau nama orang-orang shalih di masa lalu.

Sebenarnya masih ada beberapa versi jawaban lagi dalam masalah ini, namun kami cukup sekian dulu, lantaran jawaban ini pun sudah lumayan bisa menjawab. Untuk lebih jelasnya, anda bisa bukan kitab tafsir Al-Jmi' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurthubi pada tafsir surat Maryam ayat 28.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah > Wudhu | 11.525 views
Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?
19 June 2006, 02:08 | Thaharah > Hadats | 6.132 views
Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat > Riba | 8.922 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat > Bank | 10.821 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara > Khilafah Negara Islam | 6.764 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat > Kredit | 5.631 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Al-Quran > Mushaf | 9.197 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah > Najis | 8.549 views
Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Al-Quran > Tilawah | 9.362 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat > Makmum | 8.022 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat > Shalat Jumat | 15.102 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 12.352 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 8.491 views
Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah > Surga Neraka | 14.994 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat > Shalat Dalam Berbagai Keadaan | 6.813 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum > Hukum | 6.292 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Pernikahan > Terkait jima | 9.929 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum > Ritual | 7.377 views
Hukum Waris Islam tidak Memiliki Keadilan?
9 June 2006, 02:55 | Mawaris > Substansi ilmu waris | 6.907 views
Pro Kontra APP dan Isu Arabisasi
8 June 2006, 03:15 | Umum > Sosial | 6.052 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 48,392,597 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

5-2-2023
Subuh 04:36 | Zhuhur 12:08 | Ashar 15:27 | Maghrib 18:21 | Isya 19:31 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Buku | PDF | Quran | Pustaka | Jadwal | Sekolah Fiqih