Pembatalan Nazar | rumahfiqih.com

Pembatalan Nazar

Tue 20 June 2006 06:22 | Umum > Ritual | 9.948 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum

Ustadz, apa hukum pembatalan nazar bagi seseorang yang sudah mengucapkan nazar?

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nazar itu adalah mewajibkan atas diri sendiri untuk melakukan sesuatu perbuatan (ibadah) untuk Allah yang asal hukumnya tidak wajib. (Lihat Kasysyaf Al-Qanna‘ an Matni Iqna‘ 6: 273, As-Sharh As-Shaghir 2: 249, Mughni Al-Muhtaj 4: 354 dan lain-lain).

Sebagai contoh adalah bernazar untuk puasa Senin Kamis selama setahun. Hukum asal puasa Senin Kamis itu sunnah, namun dengan bernazar untuk melakukannya selama setahun, maka hukumnya buat yang bernazar berubah menjadi wajib. Dasar hukum nazar adalah firman Allah SWT berikut ini:

Dan hendaklah mereka melaksanakan nazarnya. (QS Al-Hajj: 29)

Mereka menunaikan nazarnya dan takut atas hari yang azabnya merata di mana-mana. (QS Al-Insan: 7)

Bila sebuah nadzar telah terlanjur diniatkan, Anda harus melaksanakannya. Sebab yang namanya janji itu adalah janji. Dan janji Anda kepada Allah SWT itu wajib untuk dijalani. Dan pada dasarnya janji itu memang wajib untuk ditepati.

Namun bila seseorang telah terlanjur berjanji lalu dia merasa tidak mampu, maka Allah SWT telah mengajarkan bagaimana seharusnya seseorang bertindak. Di dalam Al-Quran al-Kariem disebutkan bahwa orang itu harus menebus janjinya itu dengan membayar kaffarah (denda).

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud, tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur. (QS Al-Maidah: 89)

Dari ayat ini saja sudah cukup jelas bahwa kaffarah itu bisa dilakukan dengan:

  • Memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu
  • Memberi pakaian kepada mereka
  • Memerdekakan seorang budak
  • Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari.

Maka sebaiknya memang kita menghindarkan diri dari bernadzar yang sekiranya akan memberatkan kita. Nadzarkan hal-hal yang ringan dan sekiranya tidak akan memberatkan anda.

Bahkan sebagian ulama tidak menganjuran bernadzar, sebaliknya mereka menganjurkan untuk bertawassul dengan amal baik. Ketika kita sedang mengalami masalah, maka kita berdoa kepada Allah SWT untuk membebaskan diri kita dari masalah, dengan menyebutkan amal baik yang pernah kita kerjakan.

Dari situ maka memang sebaiknya kita punya deposit amal baik yang besar, agar sewaktu-waktu bisa digunakan. Ibarat uang, sebaiknya kita punya deposit sebagai persiapan yang bisa digunakan kapan saja sewaktu-waktu. Bila tidak ada persiapan, maka anda harus berhutang kesana kemari. Bernadzar itu sama dengan berhutang. Jangan berhutang tapi menabunglah, itu lebih baik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Kedudukan Harta Suami dalam Pernikahan
19 June 2006, 03:41 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 6.711 views
Apakah Harun Saudara Maryam itu Nabi Harun?
19 June 2006, 03:34 | Umum > Sejarah | 17.421 views
Bolehkah Wudhu' dalam WC?
19 June 2006, 03:22 | Thaharah > Wudhu | 11.525 views
Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?
19 June 2006, 02:08 | Thaharah > Hadats | 6.132 views
Rumah Riba
16 June 2006, 09:54 | Muamalat > Riba | 8.922 views
Lembaga Keuangan Konvensional Haram?
16 June 2006, 04:52 | Muamalat > Bank | 10.821 views
Indonesia Negara Jahiliyyah?
16 June 2006, 01:49 | Negara > Khilafah Negara Islam | 6.764 views
Bekerja pada Kantor Lembaga Hukum
15 June 2006, 02:21 | Muamalat > Kredit | 5.631 views
Metoda Penyusunan Ayat dan Surah dalam al-Quran
15 June 2006, 02:14 | Al-Quran > Mushaf | 9.197 views
Hukumnya Membuat WC di Bumi Masjid?
14 June 2006, 03:38 | Thaharah > Najis | 8.549 views
Ta'awudz dan Basmalah tidak Perlu untuk Membaca Al-Qur'an?
14 June 2006, 03:32 | Al-Quran > Tilawah | 9.362 views
Masbuk Berdiri Sendirian di Belakang Shaf
14 June 2006, 03:28 | Shalat > Makmum | 8.022 views
Tata Cara Khutbah pada Shalat Jumat
13 June 2006, 09:29 | Shalat > Shalat Jumat | 15.102 views
Masalah Khilafiyah, Bagaimana Harus Bersikap?
13 June 2006, 08:35 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 12.352 views
Wanita Haidh Masuk Masjid
11 June 2006, 23:50 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 8.491 views
Apakah Allah Menjamin Umat Islam Masuk Surga?
9 June 2006, 04:26 | Aqidah > Surga Neraka | 14.994 views
Shalat di Dalam Kamar Mandi
9 June 2006, 04:21 | Shalat > Shalat Dalam Berbagai Keadaan | 6.813 views
Santri Gratis tapi Harus Bekerja pada Pemilik Pesantren, Bolehkah?
9 June 2006, 04:17 | Umum > Hukum | 6.292 views
Doa Sebelum, Ketika dan Sesudah Berhubungan Seks
9 June 2006, 03:50 | Pernikahan > Terkait jima | 9.929 views
Pengeras Suara untuk Mengaji pada Malam Hari
9 June 2006, 03:47 | Umum > Ritual | 7.377 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 48,392,628 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

5-2-2023
Subuh 04:36 | Zhuhur 12:08 | Ashar 15:27 | Maghrib 18:21 | Isya 19:31 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Buku | PDF | Quran | Pustaka | Jadwal | Sekolah Fiqih