Bom Bunuh Diri, Bisakah Dibenarkan? | rumahfiqih.com

Bom Bunuh Diri, Bisakah Dibenarkan?

Wed 12 July 2006 02:05 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 6.007 views

Pertanyaan :

Bagaimana menurut ustadz tentang hukum bom bunuh diri, baik dari segi fenomena di Palestina dan Indonesia? Jawaban ini untuk bahan disertasi saya.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

A. Aksi Bom Bunuh Diri

Aksi teroris meledakkan dirinya di tengah kerumunan massa telah banyak merenggut korban. Bukan hanya di negeri yang terlibat konflik peperangan, namun kita di Indonesia, negeri yang damai dan terkenal penduduknya ramah, ternyata ikut pula merasakan dampak negatif aksi-aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab.

Kita punya beberapa catatan kelam terkait aksi yang ditentang oleh semua agama ini :

1. Bom Bunuh Diri di Tiga Gereja Surabaya

Di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018), terjadi ledakan tiga kali berturut-turut di tempat berbeda. Bom meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel; Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna. Kala itu pasangan suami istri Dita Oepriarto dan istrinya Puji Kuswato yang mengajak keempat anaknya meledakkan tiga bom di tiga gereja tersebut.

2. Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Surabaya

Masih di Kota Surabaya, sehari setelah insiden bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, publik kembali dikejutkan dengan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, tepatnya Senin (14/3/2018).

Akibatnya, empat pelaku tewas, melukai empat polisi, dan enam warga sipil. Empat pelaku itu menggunakan dua sepeda motor, bahkan empat pelaku itu adalah satu keluarga. Baca Juga: Kurang dari Sepekan, Polisi Tangkap 23 Orang Terduga Teroris Pasca Bom Bunuh Diri Makassar

3. Bom Bunuh Diri di Sarinah

Di ibu kota, bom bunuh diri juga pernah terjadi di Sarinah, Jakarta, tepatnya pada awal 2016 lalu.

Peristiwa itu menewaskan 7 orang, lima di antaranya adalah pelaku, satu dari warga sipil adalah warga negara asing (WNA) asal Belanda.

Lima pelaku yang meninggal itu, tiga di antaranya meninggal di Starbucks, sementara dua orang tewas karena bom bunuh diri di pos polisi. 

4. Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo

Di Kota Bengawan ini bom bunuh diri pernah terjadi di halaman Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah pada awal Juli 2016.

Menurut polisi, pelaku adalah mantan Ketua RT Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon Solo. Pelaku bom bunuh diri tewas di tempat, sementara satu anggota polisi luka ringan atas kejadian tersebut. 

5. Bom Bunuh Diri di Masjid Azzikra Polres Cirebon

Peristiwa bom bunuh diri juga pernah terjadi di Masjid Azzikra, Mapolresta Cirebon pada April 2011. Kejadian ini menewaskan pelaku dan sejumlah orang terluka.

Bahkan Kapolresta Cirebon kala itu, Ajun Komisaris Besar Herukoco ikut menjadi korban. Punggungnya luka akibat serpihan bom seperti paku, baut dan mur.

B. Haramnya Bunuh Diri

Istilah 'bom bunuh diri' biar bagaimana pun tetap saja tindakan bunuh diri. Dan bunuh diri dengan alasan apapun merupakan perbuatan yang melanggar hukum agama.

Al-Quran sendiri secara langsung telah mengharamkan tindakan seseorang yang membunuh dirinya sendiri.

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An-Nisa : 29)

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ 

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah : 195)

Selain Al-Quran, juga ada banyak hadits Nabawi yang mengharamkan tindakan membunuh diri sendiri.

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فيِ نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيْهَا خَالِدًا مُخْلِدًا فِيْهَا أَبَدًا

Orang yang menjatuhkan dirinya dari atas gunung, berarti dia melempar dirinya masuk ke dalam neraka jahanam, kekal untuk selama-lamanya. (HR. Bukhari)

Dan masih banyak lagi dalil-dalil umum yang mengharamkan tindakan bunuh diri.

C. Alasan Darurat : Bisakah Dijadikan Pembenaran?

Memang harus diakui bahwa aksi bom bunuh diri ini dihalalkan oleh sebagian kelompok jihadis, namun kehalalan dan kebolehannya belum sampai ke level kesepakatan di kalangan mereka sendiri. 

Maksudnya mereka yang sering dianggap menghalalkan tindakan meledakkan diri sendiri tetap masih centang perenang atas kebolehannya.

Contoh yang paling nyata adalah pendapat Dr. Yusuf Al-Qaradhawi yang tidak terlalu yakin akan kebolehannya. Setidaknya kita pun turun bertanya-tanya, benarkan beliau termasuk tokoh yang menghalalkan bom bunuh diri? 

Ada beberapa pernyataan beliau yang bisa dimaknai beliau mendukung aksi-alsi bom bunuh diri. Namun di sisi lain ada juga pernyataan beliau yang nampaknya bertolak belakang. 

Itu di kalangan kelompok jihadis. Sedangkan di kalangan para ulama moderat lainnya sudah pasti tindakan meledakkan diri sendiri tegas-tegas difatwakan keharamannya. 

Awal mulanya dulu beberapa pejuang pembebasan Palestina masih ada yang melakukan aksi-aksi semacam itu. Namun nampaknya belakangan tindakan bunuh diri semacam itu pun sudah mereka tinggalkan. 

Rupanya gencarnya fatwa yang mengharamkan membuat mereka berpikir-ulang. Apalagi sekarang mereka sudah punya roket yang bisa ditembakkan dari jarak jauh. 

Sehingga dalil kehalalan untuk menghalalkan bom bunuh diri semakin tidak masuk akal. Sebab ketika dulu mereka sempat menghalalkannya, alasannya karena tindakan bom bunuh diri itulah satu-satunya bentuk perlawanan. 

Selain itu nampaknya mereka juga melihat efek buruknya di tengah kaum muslimin, yang terinspirasi aksi bom bunuh diri di Palestina, lalu ikut-ikutan meledakkan diri di berbagai negeri muslim di luar Medan perang fisik. 

Kelompok ektrim jihadis ini saja yang hari ini masih mendukung fatwa halalnya bom bunuh diri. Padahal nyaris seluruh ulama sepakat bahwa bom bunuh diri itu haram mutlak, apapun keadaan dan alasannya. 

C. Penghalusan Istilah

meskipun sering diganti dengan istilah yang lebih halus yaitu amaliyah istisyhadiyah (عملية إستشهادية) atau operasi syahid.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Apa Rahasia Allah Memberi Garis Tangan yang Berbeda-Beda?
11 July 2006, 06:06 | Aqidah > Allah | 9.127 views
Menikah Kedua, Haruskah Seizin Istri?
11 July 2006, 05:57 | Pernikahan > Poligami | 8.049 views
Ghibah yang Islami
7 July 2006, 07:00 | Umum > Ghibah | 7.357 views
Muhammadiyah vs. NU, Umat Terpecah Belah
7 July 2006, 07:00 | Dakwah > Kelompok dan golongan | 8.703 views
Kewajiban Membaca Al-Quran
6 July 2006, 10:48 | Al-Quran > Qiraat | 7.762 views
Menempuh 90 Km Biar Bisa Nikah Tanpa Wali Ayah Kandung
5 July 2006, 07:25 | Pernikahan > Wali | 7.120 views
Haramkah Daging Buaya Walau untuk Obat?
5 July 2006, 07:24 | Kuliner > Hewan | 6.819 views
Minta Fatwa dari Hati, Maksudnya?
5 July 2006, 02:57 | Hadits > Syarah Hadits | 7.897 views
Menggunakan Internet Fasilitas Kantor, Bolehkah?
5 July 2006, 02:19 | Muamalat > Suap dan Curang | 6.184 views
Bolehkah Memakai Cadar?
4 July 2006, 09:58 | Wanita > Pakaian | 8.538 views
Hukum Laki-Laki Memakai Cincin Nikah
4 July 2006, 09:57 | Pernikahan > Pra nikah | 11.313 views
Perbedaan Ahli Kitab dengan Kaum Musyrik?
4 July 2006, 06:15 | Aqidah > Antar Agama | 9.885 views
Bekerja di Luar Negeri, Samakah dengan Membantu Orang-Orang Kafir?
30 June 2006, 10:19 | Muamalat > Syubhat | 5.996 views
Celana Panjang Wanita, Tasyabbuh yang Bagaimana?
30 June 2006, 04:48 | Wanita > Pakaian | 8.096 views
Ucapan Imam kepada Makmumnya sebelum Takbir
30 June 2006, 04:44 | Shalat > Imam | 17.000 views
Tafsir Al-Isra 60 dan Penghinaan kepada Muawiyah
29 June 2006, 23:09 | Al-Quran > Tafsir | 7.329 views
Setelah Kiamat Manusia Dibangkitkan di Muka Bumi?
29 June 2006, 23:09 | Aqidah > Kiamat | 25.040 views
Hukum Mengusap Muka Setelah Shalat dan Berdo'a
29 June 2006, 05:01 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 14.399 views
Membeli Hasil Curian untuk Dijual Lagi
29 June 2006, 03:57 | Muamalat > Jual-beli | 7.561 views
Celakalah bagi Tumit-Tumit itu dari Siksa Api Neraka
28 June 2006, 09:36 | Thaharah > Wudhu | 8.597 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 48,350,643 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

31-1-2023
Subuh 04:34 | Zhuhur 12:08 | Ashar 15:28 | Maghrib 18:21 | Isya 19:32 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Buku | PDF | Quran | Pustaka | Jadwal | Sekolah Fiqih