Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu? | rumahfiqih.com

Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu?

Mon 24 July 2006 00:37 | Kuliner > Hewan | 6.240 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum wr. wb.

Mohon dijelaskan hukum memakan daging kodok, kalau halal apakah harus disembelih terlebih dulu seperti ayam? Terima kasih.

Wassalamu'alaykum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Umumnya para ulama mengharamkan kodok untuk dimakan. Bukan karena kodok itu hewan yang mengandung najis, namun karena adanya larangan langsung dari Rasulullah SAW.

Sebenarnya larangan dari Rasulullah SAW bukan secara langsung untuk memakannya, tetapi sampai keharaman membunuhnya saja. Namun larangan membunuh suatu jenis hewan oleh para ulama umumnya dikaitkan juga larangan untuk memakannya. Sehingga hukum akhirnya, kodok selain haram dibunuh, juga haram dimakan.

Dan begitu banyak jenis hewan yang diharamkan untuk memakannya, bukan karena hewan itu najis, melainkan karena ada larangan untuk membunuhnya.

Dalil yang dimaksudkan adalah hadits nabawi berikut ini:

Dari Abdurrahman bin Utsman Al-Quraisy bahwanya seorang tabib (dokter) bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang kodok yang dipergunakan dalam campuran obat, maka Rasulullah SAW melarang membunuhnya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa’i).

Dari segi hukum dan kekuatan derajatnya, seorang ahli hadits mengatakan bahwa derajat hadits ini shahih. Beliau adalah Al-Hakim.

Namun apa yang telah disepakati jumhur ulama atas keharaman memakan kodok ini tidak disetujui oleh Imam Malik. Menurut beliau, hadits ini bukan menjadi dalil atas keharaman memakannya. Dan selama tidak ada nash yang secara langsung mengharamkan kita untuk memakan suatu jenis hewan, maka hukum dasarnya adalah halal.

Sedangkan kodok tidak pernah disebut-sebut keharamannya di dalam nash Quran atau hadits. Firman Allah SWT:

Katakanlah: Tiada aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu adalah kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. (QS Al-An’am ayat 145)

Kalau pun pendapat ini kita terima, tentu sebagai wacana tersendiri. Sebab hampir semua ulama memasukkan kodok sebagai hewan yang haram dimakan.

Kalau pun Imam Malik menghalalkannya, maka prosesnya tetap harus dengan penyembelihan yang syar'i. Sebab kodok bukan termasuk jenis ikan yang bangkainya halal dimakan. Bila kodok mati dengan sendirinya tanpa proses penyembelihan, maka kodok itu termasuk kategori bangkai. Dan hukum memakan bangkai adalah haram. sebagaimana ayat di atas.

Namun lepas dari urusan halal haramnya secara nash, apabila ketahuan ada jenis kodok yang ternyata mengandung racun tertentu yang membahayakan manusia, maka hukumnya menjadi haram. Bukan karena 'kekodokannya', melainkan karena sifatnya menjadi dharar bagi manusia.

Dr. H. Mahammad Eidman, M.Sc. dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakaan bahwa dari lebih kurang ada 150 jenis kodok di Indonesia ini, tapi sayangnya baru 10 jenis yang diyakini tidak mengandung racun. Selebihnya masih belum jelas apakah mengandung racun atau tidak.

Keterangan ini bisa kita dapat dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tanggal 12 Nopember 1984. MUI menyimpukan bahwa hukum memakan kodok itu haram, meski ada ulama yang menghalalkannya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Bagaimana Akad Bagi Hasil yang Baik?
21 July 2006, 10:20 | Muamalat > Bagi Hasil | 5.869 views
Khitan untuk Anak Perempuan, Adakah Syariatnya?
21 July 2006, 03:43 | Wanita > Khitan | 9.659 views
Mengkreditkan Emas sebagai Solusi, Bolehkah?
21 July 2006, 03:36 | Muamalat > Riba | 25.940 views
Belum Yakin Nikah Jarak Jauh Lewat Wakil Dibolehkan
20 July 2006, 06:24 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 5.906 views
Asuransi yang Dibolehkan
20 July 2006, 01:11 | Muamalat > Asuransi | 8.431 views
Kebajikan dengan Niat Balasan Duniawi
19 July 2006, 06:26 | Umum > Tasawuf | 6.275 views
Mungkinkah Nabi Salah Berijtihad?
19 July 2006, 02:03 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 6.352 views
Keluar Mani di Luar Rahim
19 July 2006, 01:57 | Pernikahan > Terkait jima | 7.842 views
Pajangan Patung di Rumah, Bolehkah?
18 July 2006, 05:10 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 7.942 views
Israel Sumber Bencana
18 July 2006, 02:49 | Umum > Yahudi | 5.118 views
Kapan Makanan Menjadi Haram?
18 July 2006, 02:35 | Kuliner > Label Halal | 17.641 views
Bid'ahkah Niat Shalat dan Doa Bersama setelah Shalat Jamaah?
17 July 2006, 09:31 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 9.857 views
Ayah Kandung Tidak Menunaikan Kewajiban, Bolehkan Jadi Wali Nikah?
17 July 2006, 04:50 | Pernikahan > Wali | 6.910 views
Investasi Usaha dalam Bentuk Emas
17 July 2006, 04:44 | Muamalat > Syubhat | 6.048 views
Cairan Wanita selain Haid, Nifas dan Istihadhah
17 July 2006, 04:21 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 7.393 views
Shalat Jumat Buat Security Bergiliran, Bolehkah?
17 July 2006, 02:51 | Shalat > Shalat Jumat | 8.669 views
Hukum Tukar Menukar Uang
14 July 2006, 08:39 | Muamalat > Riba | 7.923 views
Hutang Uang Disamakan dengan Hutang Emas
13 July 2006, 03:54 | Muamalat > Hutang | 6.964 views
Pembagian Harta Warisan
13 July 2006, 03:44 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 8.055 views
Hukumnya Mengenakan Kondom
13 July 2006, 03:35 | Kontemporer > Hukum | 8.160 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 42,928,090 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

10-7-2020
Subuh 04:43 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:55 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img