Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi | rumahfiqih.com

Syeikh Al-Albani dan Sifat Shalat Nabi

Tue 29 August 2006 01:13 | Shalat > Tatacara shalat | 9.463 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustaz,

saya ingin bertanya beberapa soalan kepada ustaz.

Saya belajar di sebuah pusat tahfiz. Ustaz saya di sana mengatakan bahawa cara meletakkan tangan semasa sembahyang adalah di atas pusat tetapi saya telah membaca buku karangan Nashrudin Albani "Sifatu Solatin Nabi", mengatakan bahawa termasuk dalam sunnah nabi ialah meletakkan tangan di atas dada semasa solat.

Saya berasa sungguh konpius@keliru yang manakah patut saya ikut serta amalkan?

Saya berharap ustaz boleh menjelaskan secara terperinci....

Wassalam

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kedua-duanya sama-sama boleh diamalkan, karena keduanya punya dasar yang benar dari sunnah Rasulullah SAW. Bahwa Syeikh Nasiruddin Al-Albani mengatakan bahwa yang benar itu yang di atas dada, hanyalah pendapat beliau saja. Di mana beliau beranggapan bahwa hadits yang lebih kuat adalah yang di atas dada.

Namun hadits yang menyebutkan di atas pusat juga tetap bisa dijadikan landasan. Tidak berarti bid'ah atau salah.

Dan inilah yang dikatakan sebagai khilaf di antara para ulama. Masing-masing berhak untuk menguraikan pendapat serta hujjahnya. Namun selama suatu pendapat itu merupakan hasil ijtihad dari seorang ulama yang punya kapasitas dalam keilmuan, maka pendapat itu berhak diikuti.

Memang merupakan ciri khas Syeikh Al-Albani dalam berpendapat, yaitu punya gaya bahasa yang lugas. Sehingga banyak orang terpengaruh terhadap apa yang ditulisnya itu. Seringkali beliau menggunakan kata bid'ah dan yang sejenisnya, seolah-olah kalau tidak sesuai dengan ijtihad beliau semua lantas salah.

Padahal bukan maksud beliau untuk melakukan hal itu. Beliau hanya ingin bahwa tiap amalan itu punya landasan berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Dan sebagai ulama yang banyak menulis tentang derajat suatu hadits, pandangan beliau lebih banyak didasarkan pada seberapa shahih suatu hadits. Bila ada dua hadits yang sekilas saling bertentangan, beliau pilih yng lebih kuat.

Ini merupakan salah satu ciri manhaj beliau yang menjadi ciri khas. Terkadang apa yang beliau komentari terhadap suatu hal yang dianggapnya punya kelemahan dari sisi sanad, memang terasa agak membuat merah telinga.

Tetapi anda jangan berkecil hati. Sebab biar bagaimana pun seorang Al-Albani juga berijtihad juga. Semua hadits yang dinilainya shahih, ada kemungkinan juga untuk tidak disepakati oleh ulama hadits lainnya. Bahkan dalam beberapa kasus, kita mendapati ketidak-kosekuenan beliau dalam menilai suatu hadits. Di satu kitab beliau mengatakan hadits itu shahih, tapi di kitab lainnya tidak.

Semua ini menunjukkan bahwa beliau berijtihad dalam menilai derajat suatu hadits. Dan mungkin saja hasil ijtihad beliau berubah seiring dengan berjalannya waktu. Dan mungkin saja sebagai manusia, beliau pun tidak luput dari kesalahan atau kealpaan.

Namun semua ini sama sekali tidak mengurangi ketokohan beliau sebagai ahli hadits, juga tidak perlu membuat kita menjadi berkurang rasa hormat dan ta'dzim kepada beliau.

Kita menghormati, menyayangi dan menghargai beliau sebagai seorang ulama besar di abad ini. Tidak ada yang salah bila kita menerima pendapat beliau, sebagaimana tidak salah juga bila pendapat ulama lain yang kita ikuti.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Berpindah-Pindah Madzhab
28 August 2006, 00:16 | Ushul Fiqih > Mazhab | 10.301 views
Nifas Wanita yang Melahirkan Cesar
25 August 2006, 09:38 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 8.078 views
Fasilitas Pinjaman untuk Karyawan, Haramkah?
25 August 2006, 04:21 | Muamalat > Hutang | 7.381 views
Yang Kena Dosa jika Wanita Tak Berjilbab
25 August 2006, 04:16 | Wanita > Pakaian | 9.176 views
Berdosakah Menikah Sebulan sebelum Ramadhon Tiba?
24 August 2006, 05:25 | Puasa > Ramadhan | 6.443 views
Talak kah SMS ini?
24 August 2006, 05:19 | Pernikahan > Talak | 7.339 views
Jenis-jenis Saudara dalam Masalah Waris
24 August 2006, 05:15 | Mawaris > Ahli waris | 8.004 views
Nabi Akhir Zaman dalam Pandangan Pengingkar Hadits
23 August 2006, 08:55 | Hadits > Pengingkar hadits | 6.225 views
Jual Produk ke Konsumen dengan Imbalan, Halalkah?
22 August 2006, 06:51 | Muamalat > Jual-beli | 5.769 views
Hukum Cambuk untuk Zina
22 August 2006, 06:41 | Jinayat > Hudud dan Ta`zir | 8.094 views
Akhir Waktu Shalat Lima Waktu
22 August 2006, 05:24 | Shalat > Waktu Shalat | 12.268 views
Cara Menjelaskan Masalah Bid'ah?
22 August 2006, 05:05 | Kontemporer > Bidah | 6.909 views
Apakah Menyelamatkan diri Termasuk Lari dari Jihad?
19 August 2006, 01:52 | Negara > Sikap bernegara | 7.577 views
Pancasila Sama dengan Syirik?
16 August 2006, 05:10 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 9.262 views
Az-Zaitun Aliran Sesat?
15 August 2006, 08:30 | Aqidah > Aliran-aliran | 8.187 views
Di Mana dan Kepada Siapa Kami Bisa Melaksanakan Nikah Siri?
14 August 2006, 06:13 | Pernikahan > Nikah sirri | 7.226 views
Pembagian Warisan
11 August 2006, 04:41 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.972 views
Bolehkah Puasa 4 Hari 4 Malam Tanpa Makan?
11 August 2006, 03:06 | Puasa > Puasa terlarang | 6.184 views
Untuk Apa Skenario Tuhan?
10 August 2006, 06:22 | Umum > Tasawuf | 7.159 views
Menentukan Kebahagiaan Pasangan Berdasarkan Nama
10 August 2006, 04:51 | Kontemporer > Perspektif Islam | 7.183 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 48,325,029 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

28-1-2023
Subuh 04:33 | Zhuhur 12:07 | Ashar 15:29 | Maghrib 18:21 | Isya 19:32 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Buku | PDF | Quran | Pustaka | Jadwal | Sekolah Fiqih