Jika Ada yang Masbuk dalam Shalat Ied | rumahfiqih.com

Jika Ada yang Masbuk dalam Shalat Ied

Tue 7 November 2006 03:44 | Shalat > Shalat Hari Raya | 6.056 views

Pertanyaan :

Pak ustadz yang sangat saya hormati, bagaimana jika ada orang yang masbuk dalam sholat Ied, hukumnya apa?

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salah satu yang membedakan shalat ‘Ied dengan shalat lainnya adalah adanya beberapa kali takbir di awal tiap rakaat. Baik rakaat pertama atau pun rakaat kedua. Di dalam hadits Rasulullah SAW, memang ada disebutkan masalah ini:

Dari Katsir dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa Rasulullah SAW dalam shalat Iedain dalam rakaat pertama melakukan takbir 7 kali sebelum qiraah dan dalam rakaat kedua bertakbir 5 kali sebelum qiraah. (HR. Turmuzi, Abu Daud, Ibnu Majah)

Juga ada keterangan yang menyebutkan bahwa disunnahkan untuk mengangkat tangan pada saat takbir-tabkir itu dilakukan. Dalilnya adalah:

Dari Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW mengangkat tangan pada setiap takbir dalam shalat ‘Ied. (HR Baihaqi dalam hadits mursal dan munqathi’)

Sedangkan pada setiap jeda antara satu takbir dengan takbir lainnya, disunnahkan untuk membaca tasbih, tahmid dan tahlil seperti lafaz ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah). Lafaz ini juga dikenal dengan istilah ‘al-baqiyatush shalihat’. Sebuah istilah yang ada dalam ayat Al-Quran Al-Karim:

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi ‘al-baqiyatush shalihat’(amalan-amalan yang kekal lagi saleh) adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS Al-Kahfi: 46)

Kasus Makmum Ketinggalan Takbir

Dalam mazhab Al-Malikiyah disebutkan bahwa bila seorang makmum ketinggalan dalam mengikuti imam dalam takbir shalat ‘Ied, maka selama imam masih bertakbir, hendaknya dia diam saja dan baru bertakbir saat imam sudah selesai membaca takbir atau sudah mulai membaca Al-fatihah.

Tetapi bila seorang makmum bergabung dengan shalat sebagai masbuk, di mana imam sudah selesai bertakbir dan sudah membaca Al-Fatihah atau ayat Al-Quran Al-Karim, maka dia boleh bertakbir sendiri setelah takbiratul ihram lalu mengikuti imam.

Hal seperti juga dikerjakan bila dia tertinggal satu rakaat dan baru ikut shalat dengan imam pada rakaat kedua.

Khusus bagi makmum yang tertinggal dua rakaat, yaitu yang tidak sempat ikut ruku' bersama imam pada rakaat kedua, maka makmum itu harus mengqadha’ sendirian shalatnya itu dengan melakukan shalat dua rakaat setelah imam selesai salam. Juga dengan bertakbir 6 kali di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua. (Mazhab Al-Malikiyah berpendapat bahwa takbir pada rakaat pertama itu 6 kali selain takbirtaul ihram).

Dalam mazhab Asy-Syafi`iyah disebutkan bahwa orang yang masbuk di dalam shalat ‘Ied atau tertinggal sebagian shalat hendaknya bertakbir pada saaat setelah selesai mengqadha’ apa yang dia tertinggal.

Dalam mazhab Al-Hanabilah disebutkan bahwa makmum yang mendapati imam sudah selesai bertakbir atau sudah dalam bertakbir, maka dia tidak perlu bertakbir. Hal yang sama juga bila dia mendapati imam sudah ruku'. Hal itu karena tempat untuk takbir sudah terlewat. Dan makmum yang masbuk bertakbir bila makmum itu sudah menyelesaikan qadha’ atas apa yang tertinggal.

Semua itu merupakan kesimpulan dari para ahli ilmu dengan dalil hadits:

Apa yang bisa kamu dapati bersama imam maka shalatlah, sedangkan apa yang terlewat/tertinggal, maka qadha’lah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Cukup Menerima Dalil dari Ulama Zaman Dahulu?
6 November 2006, 05:21 | Hadits > Penerapan hadits | 7.428 views
Ketaatan Kepada Penguasa, Adakah Batasnya?
6 November 2006, 05:11 | Negara > Pejabat Penguasa Pemerintah | 7.697 views
Beberapa Hukum dalam Ibadah Haji
3 November 2006, 07:31 | Haji > Rukhshah Haji | 6.766 views
Saat Haidh Darah Terhenti 2 Hari Lalu Keluar Lagi, Hukumnya?
3 November 2006, 07:26 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 7.434 views
Tindak Anarkis Buat Aliran Sesat
3 November 2006, 07:17 | Aqidah > Aliran-aliran | 5.948 views
Hukum Memakai Parfum Beralkohol
3 November 2006, 07:02 | Thaharah > Najis | 11.982 views
Sentuhan, Batal Kata Isteri Tidak Batal Kata Suami Lalu Cerai
3 November 2006, 03:37 | Pernikahan > Talak | 6.354 views
Apakah Menafkahi Orang Tua dan Adik-Adik Termasuk Zakat Mal?
2 November 2006, 03:17 | Zakat > Pengertian Zakat dan Batasannya | 9.832 views
Puasa Ikut 29 Sholat 'Ied Ikut yang Puasanya 30
19 October 2006, 03:17 | Puasa > Puasa berbagai keadaan | 7.539 views
Beda Dita'zir dengan Dicambuk
19 October 2006, 03:10 | Jinayat > Zina | 5.771 views
Lebih Baik Menjadi Muslim Miskin atau Kaya?
18 October 2006, 06:21 | Hadits > Syarah Hadits | 7.516 views
1 Syawal, 23 atau 24 Oktober?
18 October 2006, 04:23 | Puasa > Idul Fithr | 5.632 views
Sholat Tarawih ketika I'tikaf
17 October 2006, 06:38 | Shalat > Shalat Tarawih | 7.004 views
Berdoa Harus dengan Lafadz dari Hadis?
17 October 2006, 06:07 | Hadits > Penerapan hadits | 7.062 views
Minuman Green Sand Bebas Alkohol, Bolehkah Dikonsumsi?
17 October 2006, 06:01 | Kuliner > Alkohol | 87.191 views
Membaca Fatihah bagi Makmum
17 October 2006, 04:43 | Shalat > Rukun Shalat | 7.917 views
Zakat Harta untuk Beli Tafsir/Al-Quran?
16 October 2006, 05:41 | Zakat > Alokasi Zakat | 5.654 views
Pengertian Dihapus Dosa
16 October 2006, 05:27 | Umum > Tasawuf | 7.299 views
Belajar tentang Islam
16 October 2006, 04:08 | Aqidah > Islam | 6.993 views
Witir Ikut Jamaah Tarawih
13 October 2006, 02:36 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 6.216 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,407,630 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-9-2021
Subuh 04:23 | Zhuhur 11:45 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:51 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih