Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain | rumahfiqih.com

Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain

Wed 13 December 2006 01:16 | Umum > Hukum | 4.930 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Ustadz

Begini, saya menanyakan bagaimana hukumnya bila kita kerja di suatu tempat dan kita tidak mendapatkan fasilitas kesehatan (karyawan harian), dan pada saat ini saya sangat membutuhannya fasilitas tersebut untuk membeli obat. Untuk itu saya meminta izin kepada salah satu karyawan perusahan tersebut yang mempunyai fasiltas kesehatan tersebut dan ternyata diizinkan untuk menggunakannya. Tetapi untuk menggunakan fasilitas tersebut dan mengajukan klaim kepada perusahan saya menggunakan nama karyawan (kalau memakai nama saya jelas tidak bisa) dan nama yang ada dikuitansi itu nama karyawan.

Terus bagaimana pak status obat yang saya minum itu padahal itu sebenarnya hak karyawan tetapi saya pakai dengan izin karyawan tersebut?

Saya mohon petunjuknya?

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya ada hal-hal yang bisa membolehkan hal itu, namun juga ada hal-hal yang membuat hal itu tidak boleh dilakukan.

Hal-hal yang membolehkan adalah adanya izin dari karyawan itu untuk menggunakan fasilitas kesehatan yang menjadi miliknya. Logikanya, karena karyawan itu punya hak atas fasilitas itu dan sudah jadi miliknya, maka sudah menjadi hak dia untuk bersedekah atau beramal membantu orang lain. Perusahaan tidak berhak melarang seorang karyawan memberikan harta miliknya kepada orang lain. Meski bukan izin langsung dari perusahaan, namun karyawan itu punya hak atas fasilitas kesehatan.

Dengan logika ini, maka apa yang anda lakukan menjadi halal hukumnya.

Namun ada hal-hal lain yang tetap bisa mengkritisi kebolehan tindakan anda. Yaitu bahwa fasilitas kesehatan itu berbeda dengan uang gaji. Uang gaji memang diberikan secara mutlak hingga berpindah kepemilikan. Uang gaji yang telah diterima oleh seorang karyawan, 100% telah menjadi miliknya. Perusahaan tidak boleh mengotak-atiknya.

Sedangkan fasilitas kesehatan biasanya hanya berlaku untuk karyawan saja, tidak beraku untuk semua orang yang bukan keluarga. Kecuali misalnya untuk isteri dan anak. Itu pun biasanya dibatasi untuk satu isteri dan tiga orang anak. Bila anak telah menikah, atau melewati batas usia 25 tahun, fasilitas itu tidak berlaku.

Dengan adanya ketentuan seperti ini, bisa dipahami bahwa fasilitas kesehatan itu memang hak karyawan, namun tidak diberikan secara mutlak. Tetapi diberikan dengan syarat dan ketentuan tertentu. Bila syarat terpenuhi, haknya diberikan. Tapi bila tidak terpenuhi, hak itu tidak diberikan.

Dengan logika ini, maka apa yang anda lakukan menjadi tidak bisa dibenarkan. Karena hal itu di luar syarat yang dibolehkan.

Tetapi bila ketentuan yang ditetapkan perusahaan tidak seperti yang disebutkan, maka hukumnya beda lagi. Intinya, setiap kita terikat dengan peraturan dan syarat yang telah ditetapkan. Selama tidak melanggar, maka hukumnya boleh. Tetapi bila melanggar ketentuan, maka hukumnya tidak boleh.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Arisan Qurban, Bisakah?
12 December 2006, 04:11 | Qurban Aqiqah > Qurban | 8.875 views
Berniat Qurban Sapi, Apakah Akan Ditegur Allah Bila Saya Kurban Kambing?
12 December 2006, 02:12 | Qurban Aqiqah > Qurban | 7.199 views
Pembangunan Masjid Dua Lantai Multi Fungsi
12 December 2006, 01:08 | Umum > Sarana umum | 7.496 views
Dasar Zakat Penghasilan
11 December 2006, 01:00 | Zakat > Zakat Profesi | 7.079 views
Mengapa Rasulullah Melarang Puterinya Dipoligami?
8 December 2006, 02:39 | Pernikahan > Poligami | 10.269 views
Kafalah untuk Pengelola Lembaga Amil Zakat
8 December 2006, 02:39 | Zakat > Alokasi Zakat | 8.868 views
Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?
8 December 2006, 02:23 | Kontemporer > Fenomena sosial | 14.599 views
HIV/AIDS dalam Perspektif Islam dan Upaya Pencegahannya
8 December 2006, 02:19 | Umum > Sosial | 6.966 views
Ibu Menikah Saat Hamil, Dapatkah Kakak Saya Menjadi Wali?
8 December 2006, 02:14 | Pernikahan > Wali | 6.717 views
Menghajikan Almarhum Ayah dan Wakaf Tunai
7 December 2006, 00:32 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 8.061 views
Tata Cara Berjamaah dan Masbuk Shalat
7 December 2006, 00:21 | Shalat > Shalat Berjamaah | 11.099 views
Hukum Merokok
7 December 2006, 00:18 | Kontemporer > Hukum | 7.935 views
Makna Hadits "Belum beriman seseorang sehingga aku lebih dicintai..."
6 December 2006, 00:29 | Hadits > Syarah Hadits | 7.368 views
Bagi Warisan Apabila Anak Masih Kecil-Kecil
5 December 2006, 02:47 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.632 views
Halalkah Meminjam Uang di Bank untuk Kredit Rumah?
4 December 2006, 02:34 | Muamalat > Bank | 11.787 views
Apakah Orang Hamil Diperbolehkan Takziah?
4 December 2006, 02:18 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 6.948 views
Mengapa Penulisan Hadits Dibolehkan?
4 December 2006, 02:16 | Hadits > Sejarah ilmu hadits | 13.348 views
Batalkah Menyentuh Istri?
4 December 2006, 01:27 | Thaharah > Wudhu | 7.888 views
Khutbah Jumat Harus Bahasa Arab?
1 December 2006, 01:46 | Shalat > Shalat Jumat | 9.121 views
Bolehkah Berdagang dengan Mengambil Laba Lebih dari 30%?
30 November 2006, 05:04 | Muamalat > Jual-beli | 8.952 views

TOTAL : 2.299 tanya-jawab | 44,850,858 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-6-2021
Subuh 04:38 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:16 | Maghrib 17:50 | Isya 19:02 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih