Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok? | rumahfiqih.com

Bolehkah Bekerja di Perusahaan Rokok?

Wed 20 December 2006 04:27 | Umum > Hukum | 5.672 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum wr. wb.

Ustadz yang saya hormati, beberapa waktu yang lalu Ustadz mengulas tentang haramnya merokok. Yang ingin saya tanyakan, karena merokok itu haram, bagaimana hukumnya bekerja di perusahaan rokok? Jika bekerja di perusahaan rokok juga haram, menurut ustadz apa solusinya bagi para karyawan muslim di perusahaan rokok mengingat begitu banyaknya (mungkin jutaan) umat Islam di negeri kita yang bekerja di perusahaan rokok?

Saya punya usul supaya para ulama di Indonesia di bawah naungan MUI untuk bekerja sama memfatwakan tentang haramnya merokok, karena begitu banyak umat Islam (bahkan termasuk para ustadz dan ulama) yang masih merokok (mungkin karena ketidakpahaman mereka tentang masalah ini). Terima kasih.

Wassalamu'alaykum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Semua tokoh agama dan ahli kesehatan sepakat bahwa rokok itu racun yang sangat berbahaya, baik baik perokok aktif, apalagi buat perokok pasif. Namun kalau anda melihat banyak para tokokh agama dan dokter masih asyik menyedot asap rokok, perkaranya lain lagi.

Begitu juga pemerintah, mereka punya pertimbangan lain lagi. Pertimbangannya adalah bahwa pemasukan pajak dari cukai rokok itu selama ini sangat besar. Kalau rokok sampai dilarang, mereka akan ikut menjerit lantaran pemasukan pajak berkurang.

Jangankan dilarang, sekedar pajaknya dinaikkan pun, para pengusaha rokok sudah bisa main ancam bahwa pendapatan pajak dari rokok akan berkurang. Maka sampai hari ini bangsa ini masih bisa merokok dengan murah.

Sebelumnya ada ide pajak rokok dinaikkan setinggi-tingginya, misalnya sebatang rokok jadi Rp 10.000, dengan tujuan agar pembelinya berkurang. Namun justru para pengusaha malah mengancam bahwa perusahaan rokok akan bangkrut, kalau bangkrut berarti pemasukan pajaknya menjadi tidak ada. Lalu pemerintah pun tidak jadi menaikan pajak rokok kecuali sedikit sekali.

Solusinya sebenarnya sederhana, yaitu pemerintah lebih meningkatkan efisiensi pengeluaran yang tidak perlu, juga lebih teliti terhadap ancaman mark-up, kolusi, korupsi dan sejenisnya. Sebab nilai tingkat kebocorannya jauh lebih besar dari kerugian dari berhentinya pemasukan dari pajak rokok. Bahkan seandainya pemerintah punya visi yang baik, seperti kembali kepada sektor pertanian yang berpihak kepada rakyat, jutaan buruh rokok itu akan kembali bertani.

Sayangnya selama ini, sektor pertanian sangat dianak-tirikan oleh kebijakan yang rancu. Padahal tidak ada negara yang melupakan sektor pertanian, karena sektor pertanian sangat penting. Bahkan negara maju semacam Amerika, Inggris, Jepang, Australia dan lainnya sangat memanjakan para petaninya. Mengapa negara kita yang sebagian besar rakyatnya petani malah menindas para petani sendiri?

Masalah rokok ini memang akan melebar ke mana-mana. Tidak bisa diselesaikan hanya dengan selembar surat fatwa haram dari Majelis Ulama. Harus ada good-will, kerja sama dan perjuanganyang serius dan terus menerus dari semua pihak, terutama pimpinan tertinggi di negeri ini, dengan menggandeng semua tokoh ulama, pengusaha, petani, ilmuwan, pengamat, pemilik media, wakil rakyat, bahkan seniman, LSM dan semua unsur. Barulah rokok bisa dilenyapkan dari negeri ini.

Tanpa peran serta semua pihak, maka rokok tetap akan terus dihisap oleh rakyat, yang semakin kurus kering dan miskin serta punya masalah dengan kesehatan.

Dan belanjakanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS. Al-Baqarah: 195)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Qurban Perusahaan
20 December 2006, 04:06 | Qurban Aqiqah > Qurban | 5.968 views
Apakah Seseorang Guru Perlu Mendapat Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad?
19 December 2006, 04:19 | Umum > Belajar agama | 7.436 views
Beda antara Talak dan Cerai
18 December 2006, 03:34 | Pernikahan > Talak | 9.974 views
Peminta Sumbangan Masjid di Jalan dan Bus
18 December 2006, 01:33 | Umum > Sosial | 5.673 views
Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat
15 December 2006, 08:49 | Qurban Aqiqah > Qurban | 8.022 views
Qiyamullail Berjamaah, Bid'ahkah?
15 December 2006, 08:39 | Shalat > Shalat Malam | 7.134 views
Apakah Wudhu Batal kalau Bersentuhan dengan Orang Kafir?
14 December 2006, 04:16 | Thaharah > Wudhu | 20.940 views
Isteri Kedua Wafat Meninggalkan Harta Hibah dari Suami
14 December 2006, 04:09 | Mawaris > Masalah terkait waris | 5.301 views
Memakai Kalung ID Card bagi Laki-laki
14 December 2006, 04:04 | Kontemporer > Hukum | 6.789 views
Masbuk ketika Imam Duduk Tasyahud Akhir?
13 December 2006, 01:26 | Shalat > Makmum | 7.002 views
Menggunakan Fasilitas Kesehatan Orang Lain
13 December 2006, 01:16 | Umum > Hukum | 4.931 views
Arisan Qurban, Bisakah?
12 December 2006, 04:11 | Qurban Aqiqah > Qurban | 8.875 views
Berniat Qurban Sapi, Apakah Akan Ditegur Allah Bila Saya Kurban Kambing?
12 December 2006, 02:12 | Qurban Aqiqah > Qurban | 7.199 views
Pembangunan Masjid Dua Lantai Multi Fungsi
12 December 2006, 01:08 | Umum > Sarana umum | 7.496 views
Dasar Zakat Penghasilan
11 December 2006, 01:00 | Zakat > Zakat Profesi | 7.079 views
Mengapa Rasulullah Melarang Puterinya Dipoligami?
8 December 2006, 02:39 | Pernikahan > Poligami | 10.269 views
Kafalah untuk Pengelola Lembaga Amil Zakat
8 December 2006, 02:39 | Zakat > Alokasi Zakat | 8.868 views
Sebenarnya Perempuan Pakai Celana, Boleh Gak Sih?
8 December 2006, 02:23 | Kontemporer > Fenomena sosial | 14.599 views
HIV/AIDS dalam Perspektif Islam dan Upaya Pencegahannya
8 December 2006, 02:19 | Umum > Sosial | 6.966 views
Ibu Menikah Saat Hamil, Dapatkah Kakak Saya Menjadi Wali?
8 December 2006, 02:14 | Pernikahan > Wali | 6.717 views

TOTAL : 2.299 tanya-jawab | 44,850,893 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-6-2021
Subuh 04:38 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:16 | Maghrib 17:50 | Isya 19:02 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih