(Ingadali), ketika engkau (Nabi Muhammad saw.) mengatakan kepada orang orang mukmin: Apakah tidak akan cukup bagi kamu bahwa Tuhan Pemelihara kamu membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan?”
(Ingatlah) tatkala engkau berkata kepada orang-orang yang beriman itu: Tidakkah cukup bagi kamu bahwa Tuhan kamu akan membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yangditurunkan?
Lafazh bi-tsalatsati alaafin (بِثَلَاثَةِ آلَافٍ) artinya : dengan tiga ribu. Lafazh minal-malaikat (مِنَ الْمَلَائِكَةِ) artinya : dari kalangan para malaikat. Kata malaikat (ملائكة) adalah bentuk jamak dari bentuk tunggalnya malak (ملك). Namun ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi malaikat, baik jumlahnya satu atau banyak tetap disebut malaikat.
Malaikat adalah makhluk Allah yang mulia dan teramat tinggi kedudukannya di depan semua makhluk Allah lainnya. Mereka sangat taat kepada Allah dan tidak pernah bermaksiat kepada-Nya. Menjalankan semua perintah Allah tanpa banyak alasan.
لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim : 6)
Kesertaan para malaikat dalam Perang Badar ini tentu saja merupakan mukjizat dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka yang ikut perang menjadi saksi bahwa belum sempat mengayunkan pedang, kepala lawan sudah terlepas dari badan.
Barangkali itulah yang diceritakan di ayat ini bahwa yang berperang adalah Allah SWT sendiri yaitu lewat perantaraan para malaikat yang ikut turun dari langit membantu kaum muslimin.
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (QS. Al-Anfal : 17)
Keistimewaan Pasukan Malaikat
Keistimewaan yang terkait dengan bantuan ini sangatlah besar, dan di antaranya adalah:
1. Ketahanan Fisik
Pasukan yang terdiri dari malaikat tentu memiliki keunggulan fisik di luar nalar, bahkan mereka pun tidak punya wujud fisik. Karena itu para malaikat itu tidak butuh proses metabolime tubuh, tidak butuh makan, tidak perlu minum, juga tidak penting untuk buang hajat. Mereka bisa bekerja 24 jam sehari tanpa istirahat bahkan tanpa tidur sedetikpun.
Mereka benar-benar menjadi the killing machine yang benar-benar efektif untuk melakukan perang tanpa perlawanan berarti.
Mereka punya tubuh yang ghaib, tidak terbentuk dari tubuh biologis, tidak punya jaringan tubuh, tidak ada kulit, darah, daging, tulang, atau jaringan organ bioligis lainnya. Maka senjata manusia tidak ada gunanya di hadapan malaikat. Perang melawan malaikat itu perang yang tidak ada gunanya.
2. Kasat Mata
Allah SWT menciptakan malaikat dari jenis makhluk ghaib yang kasat mata. Manusia tidak bisa melihat malaikat, kecuali bila mereka sengaja menampakkan diri di hadapan manusia.
Istilahnya menjelma dalam penglihatan manusia atau tamatstsala lahu (تَمَثَّلَ لَهُ), sebagaimana Jibril menampakkan diri kepada Maryam.
فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
Lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (QS. Maryam : 17)
Maka bila disebutkan bahwa dalam Perang Badar itu Allah SWT menurunkan para malaikat yang ikut berperang dalam jumlah ribuan, pastinya mereka pun kasat mata.
3. Kemampuan Mengubah Diri
Meski tidak punya tubuh secara fisik, namun malaikat punya kemampuan untuk menjelma menjadi mansia dalam keadaan yang super. Mereka dapat muncul secepat kilat dan langsung menghilang secepat kilat juga, tanpa dilihat oleh mata manusia. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan serangan mendadak atau manuver taktis tanpa terdeteksi oleh musuh.
Kalau pun mereka menggunakan senjata, yang jelas senjatanya pun tidak terlihat. Tiba-tiba saja lawan sudah roboh dengan sendirinya.
4. Menggerakkan Alam
Para malaikat banyak yang diberi tugas oleh Allah SWT untuk menggerakkan alam. Angin, hujan, gempa bumi, banjir, tsunami dan segala hal yang bisa jadi musibah bencana alam bagi manusia, ternyata di belakangnya ada malaikat yang menggerakkannya. Tentu semua atas perintah Allah SWT.
Maka para malaikat dapat dengan mudah menggunakan kekuatan pemberian Allah untuk mengubah keadaan di medan pertempuran, seperti memunculkan angin kencang, mengirim petir, menciptakan badai gurun pasir atau membuat serangan dari langit.
5. Kekuatan Batin dan Spiritual
Selain punya kemampuan fisik, kehadiran malaikat juga memberikan perlindungan dan bantuan spiritual bagi pasukan Muslim. Mereka memberikan ketenangan pikiran, keyakinan yang kuat, dan dorongan moral yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam pertempuran.
Dengan bantuan dari malaikat-malaikat ini, pasukan Muslim di Badar memperoleh kemenangan yang gemilang meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pasukan musuh. Ini menunjukkan kekuatan dan keajaiban yang terkandung dalam bantuan ilahi serta kesetiaan dan ketakwaan Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya kepada Allah SWT.
6. Kecepatan
Sebagai makhluk Allah yang paling unggul, para malaikat itu bisa terbang dengan sangat cepat, melebihi kecepatan apapun. Seolah waktu berhenti berputar ketika malaikat menempuh jarak yang amat jauh dari langit ke bumi.
Berapa Jumlah Malaikat Yang Ikut?
Dalam Perang Badar Allah SWT memang menurunkan sejumlah malaikat untuk membantu kaum muslimin. Namun yang sedikit jadi perbedaan pandangan karena di beberapa ayat disebutkan jumlah yang berbeda-beda, mulai dari seribu, tiga ribu dan lima ribu personil.
Seribu : Di dalam surat Al-Anfal yang banyak bercerita tentang Perang Badar, ada sebuah ayat yang secara tegas menyebutkan bahwa Allah SWT membantu pasukan muslimin dengan seribu malaikat.
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (QS. Al-Anfal : 9)
Tiga Ribu : Kalau kita membaca ayat ke-124 surat Ali Imran ini, maka disana disebutkan bahwa jumlah malaikat yang Allah SWT perbantukan menjadi 3000 personil.
إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ
(Ingatlah) ketika engkau (Nabi Muhammad) mengatakan kepada orang-orang mukmin, “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Tuhanmu membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan”. (QS. Ali Imran : 124)
Lima Ribu : Dan yang lebih aneh lagi, di ayat berikutnya yaitu ayat ke-125, disebutkan ada 5000 malaikat.
بَلَىٰ ۚ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ
“Ya (cukup).” Jika kamu bersabar dan bertakwa, lalu mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS. Ali Imran : 125)
Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa yang jumlahnya seribu itu hanya perang Badar, sedangkan yang jumlahnya 3000 dan 5000 itu perang Uhud.
Namun kebanyakan ulama mengatakan bahwa turunnya para malaikat itu semuanya hanya dalam Perang Badar saja. Adapun perbedaan jumlah itu disebabkan perbedaan waktu kedatangan. Di awal yang datang hanya 1000, kemudian ditambah lagi 3000 personil, lalu dan ditambahkan lagi 5000 personil.
Ada juga yang mengatakan bahwa yang turun ikut berperang itu sebenarnya hanya 1000 personil, sedangkan angka 3000 dan 5000 hanya angka yang dijanjikan saja. Namun dalam kenyataannya tidak turun, karena syarat untuk mendapatkan tambahan belum terpenuhi.