Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Kami ingin makan darinya (hidangan itu) dan agar tenteram hati kami serta agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan atasnya (hidangan itu) kami termasuk orang-orang yang menjadi saksi.” Prof. Quraish Shihab:Mereka berkata: “Kami ingin makan sebagian darinya (hidangan itu) dan (supaya) tenteram hati kami dan (supaya) kami yakin bahwa sungguh engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikannya.” Prof. HAMKA:Mereka berkata, “Kami ingin supaya makan darinya dan supaya tenteramlah hati kami, dan supaya kami tahu bahwa engkau telah berkata yang benar kepada kami dan supaya jadilah kami dari orang-orang yang benar-benar menyaksikan.”
Boleh jadi hal semacam itu tidak layak dimintakan oleh orang yang sudah beriman, mengingat orang sudah beriman itu sudah tidak lagi butuh pembuktian lewat mukjizat yang atraktif dan aneh-aneh.
Namun di ayat ini ternyata cukup jelas bahwa ada dua alasan kenapa para hawariyun meminta diturunkan hidangan dari langit. Pertama, karena sesungguhnya secara teknis mereka memang kelaparan dan sangat butuh makanan segera. Kedua, selain itu karena mereka lagi dalam keadaan sangat stres dan hati mereka tidak tenang. Dengan menyantap makanan, boleh jadi stress mereka akan berkurang.
Adapun urusan keimanan mereka, toh Nabi Isa alaihissalam sudah tahu bahwa mereka sudah teruji dalam keimanan. Lagi pula toh mereka semua juga sudah menyaksikan satu per satu mukjizat Beliau. Maka permintaan ini bukan sekedar minta sebuah pertunjukan keajaiban dan keunikan. Tetapi ada alasan lain yang jauh lebih logis dan masuk akal.
قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا
Kata qaluu (قَالُوا) artinya : Mereka berkata. Kata nuriidu (نُرِيدُ) artinya : “Kami ingin. Kata an na'kula (أَنْ نَأْكُلَ) artinya : kami makan. Kata minhaa (مِنْهَا) artinya : darinya (hidangan itu).
Inilah alasan yang paling dasar dari kenapa mereka minta diturunkan makanan. Sebabnya sederhana sekali karena mereka memang lapar dan tidak ada makanan yang bisa dimakan.
Ada yang mengatakan bahwa mereka minta makan itu disebabkan karena mereka adalah orang-orang yang fakir dan miskin. Mereka bukan orang yang kaya dan bisa dengan mudah mendapatkan makanan.
وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا
Kata wa tathma'inna (وَتَطْمَئِنَّ) artinya : dan agar tenteram. Kata qulubunaa (قُلُوبُنَا) artinya : hati-hati kami.
Ini adalah alasan kedua dari kenapa mereka minta diturunkan hidangan dari langit, yaitu demi untuk mendapatkan ketenangan atau ketentraman hati. Meski tidak secara langsung terkait dengan hati, namun biar bagaimana pun juga, perut lapar itu juga bikin hati tidak tenang.
Maka segala urusan akan jadi lebih mudah, ketika perut sudah terisi. Dimana-mana begitulah kejadiannya, pertemuan, perundingan, rapat, bahkan pengajian pun selalu disediakan makanan. Sebab hati dan pikiran tidak akan nyaman ketika perut berontak minta jatah. Sebaliknya, semua akan lancar-lancar saja, ketika perut sudah terisi.
Pada ayat ini, para hawariyyun menjelaskan bahwa makan itu membawa rasa nyaman di hati. Kita bisa bayangkan bahwa kehidupan mereka itu tidak tenang, karena selalu dalam posisi dikejar-kejar oleh penguasa yang ingin membunuh Nabi Isa alaihissalam.
Hidup seperti mereka pastinya bikin beban menjadi sangat berat, sulit menghindari rasa stres yang memuncak. Untuk itu mereka butuh waktu dimana mereka bisa melepaskan rasa stres itu, salah satunya dengan cara makan-makan.
وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا
Kata wa na'lama (وَنَعْلَمَ) artinya : serta agar kami yakin. Kata an qad (أَنْ قَدْ) artinya : bahwa. Kata shadaqtanaa (صَدَقْتَنَا) ini memang sedikit agak membingungkan secara makna dan maksudnya. Apakah maknanya : "Engkau telah berkata benar kepada kami" ataukah maknanya : ”Engkau telah membenarkan kami”. Sebab dua-duanya memang bisa benar.
Al-Alusy dalam tafsir Ruh Al-Ma’ani[1] menyebutkan bahwa para mufasir memang berbeda pendapat soal apa tepatnya yang dimaksud dengan ungkapan shadaqtanaa (صَدَقْتَنَا).
Ada mufassir yang berpendapat bahwa para hawariyyun menegaskan kepada Nabi Isa bahwa : “engkau benar” (قَدْ صَدَقْتَنَا) dalam mengaku sebagai nabi. Ada juga yang mengatakan maksudnya bahwa Allah benar-benar akan mengabulkan doa kita. Jadi lebih fokus pada kuasa Allah. Dan ada juga yang mengatakan bahwa semua klaimmu secara umum itu benar.
وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِين
Kata wa nakuuna (وَنَكُونَ) artinya : dan kami termasuk. Kata 'alaihaa (عَلَيْهَا) artinya : atasnya (hidangan itu). Kata minash-shahidiin (مِنَ الشَّاهِدِينَ) artinya : orang-orang yang menjadi saksi.”
Ada juga sementara kalangan yang berpendapat bahwa permintaan para hawariyun kepada Nabi ‘Isa untuk menghadirkan hidangan dari langit bukanlah semata-mata karena ingin makan atau karena keraguan.
Dalam versi ini, menurut para pendukungnya, sebenarnya ada tujuan yang lebih luas yang mereka harapkan. Mereka ingin agar peristiwa turunnya hidangan tersebut dapat disaksikan oleh orang-orang Bani Israil yang tidak hadir saat permintaan itu diajukan.
Harapannya, agar orang-orang beriman dari kalangan mereka semakin mantap keyakinannya setelah mendengar atau melihat langsung kejadian luar biasa tersebut. Selain itu, mereka juga berharap agar orang-orang kafir di antara Bani Israil yang belum percaya pun menjadi beriman karena kejadian itu.
Atau, paling tidak, mereka ingin menjadi saksi mata atas peristiwa yang luar biasa ini—bukan hanya sekadar mendengar kabar tanpa melihat dengan mata kepala sendiri.
Ada pula yang menafsirkan bahwa maksud dari “menjadi saksi” di sini adalah menjadi saksi atas keesaan Allah dan kebenaran kenabian ‘Isa. Dalam hal ini, kata ‘alaiha (عليها) dalam ayat "wa nakuna ‘alayha min asy-syahidin" (dan agar kami menjadi saksi atasnya) dikaitkan langsung dengan kata asy-syahidin yaitu orang-orang yang menyaksikan, jika kata lam pada li-yakuna dimaknai sebagai huruf ta‘fir.
Atau bisa juga dikaitkan dengan kata yang terhapus yang dijelaskan oleh konteks sebelumnya, bila kata lam dianggap sebagai huruf maushulah alias penghubung, dalam hal ini dibolehkan menjelaskan sesuatu yang tidak bekerja secara langsung terhadap pelaku.