Huruf bal ( بَلْ ) adalah harfu idhrab atau huruf pemalingan, artinya bahkan. Fungsinya mengalihkan dari kata sebelumnya menuju makna yang lebih benar atau lebih utama. Dalam ayat ini, dengan menyebut bal , Allah SWT hendak menolak anggapan bahwa mereka akan menyeru selain Allah. Kenyataan bahwa yang mereka seru hanyalah Allah semata.
Kata iyyaahu ( إِيَّاهُ ) artinya: hanya Dia. Kata ini sebenarnya merupakan dhamir atau kata ganti yang berkedudukan sebagai objek atau maf'ul bih dari fi'il setelahnya. Secara khusus, bentuk iyya ( إِيًّا ) digunakan untuk menunjukkan pengkhususan, sedangkan dhamir -hu merujuk kepada Allah SWT, sehingga artinya: hanya kepada-Nya, maksudnya hanya kepada Allah saja.
Susunan iyyaahu ( إِيَّاهُ ) agak unik, yaitu didahulukan penyebutannya, sehingga menjadi maf'ul bih muqaddam . Struktur ini memberi makna makna atau al-hashr , sehingga maknanya menjadi : “ hanya Dia (Allah) sajalah yang kalian seru .”
Struktur serupa ini juga muncul dalam kalimat terkenal ( إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ) dalam Surah Al-Fatihah ayat 5, yang menunjukkanklusi eksvitas ibadah dan doa hanya kepada Allah.
Kata tad'uuna ( تَدْعُونَ ) artinya: kamu menyeru, memohon. memanggil, atau berdoa. Digunakan kata ini dalam ayat ini untuk menekankan bahwa ketika dalam keadaan genting, mereka tidak lagi berpaling pada selain Allah, melainkan hanya berdoa kepada-Nya.
Secara keseluruhan, penggalan ini mencerminkan realitas psikologis dan spiritual manusia. Dalam kondisi darurat, fitrah mereka terdorong untuk menyeru hanya kepada Allah. Ayat ini merupakan kelanjutan dari pertanyaan retoris pada ayat sebelumnya, sebagai jawaban langsung bahwa tidak mungkin mereka menyeru selain Allah.