Kemenag RI 2019:Tidak sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka untuk tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka untuk lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) dirinya (Rasulullah). Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah; tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir; dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Prof. Quraish Shihab:Tidak sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka untuk tidak ikut menyertai Rasulullah dan tidak (patut pula) mencintai diri mereka atas dirinya (Nabi Muhammad saw.). Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan ditulis (oleh malaikat dalam Kitab amal) bagi mereka dengannya suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik), Prof. HAMKA:Tidaklah (pantas) bagi penduduk Madinah dan orang-orang yang sekeliling mereka, dari arab-arab kampung bahwa mencecer dari Rasulullah saw., dan tidak pula menjauhkan diri mereka dari dirinya. Demikian (karena) sesungguhnya tidaklah akan menimpa kepada mereka dahaga dan tidak kelelahan dan tidak kelaparan pada jalan Allah, dan tidak mereka menginjak suatu penginjakan yang menimbulkan marah orang kafir, dan tidak mereka mencapai suatu kepayahan dari musuh, melainkan dituliskan untuk mereka dari sebab itu sebagai suatu amal yang saleh. Sesungguhnya Allah tidaklah mengabaikan ganjaran untuk orang-orang yang berbuat kebaikan.