Rumah Fiqih Indonesia
Jilid : 19 Juz : 10 | At-Taubah : 30
At-Taubah 9 : 30
Mushaf Madinah | hal. 191 | Mushaf Kemenag RI

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang yang kufur sebelumnya. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah", dan orang Nasrani berkata: "Al-Macih itu putra Allah." Itulah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka. Mereka menuru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
Prof. HAMKA: Dan telah berkata orang-orang Yahudi, “Uzair adalah anak Allah.” Dan berkata orang Nasrani, “al-Masih adalah anak Allah.” Demikian itulah kata-kata mereka dengan mulut mereka; mereka menyerupai perkataan orang-orang kafir yang dahulu. Diperangi Allah-lah mereka. Bagaimana mereka dapat dipalingkan?

TAFSIR AL-MAHFUZH REFERENSI KITAB TAFSIR
🔐