| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), (menyebabkan) kekufuran, memecah belah di antara orang-orang mukmin, dan menunggu kedatangan orang-orang yang sebelumnya telah memerangi Allah dan Rasul-Nya. ) Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Allah bersaksi bahwa sesungguhnya mereka itu benar-benar pendusta (dalam sumpahnya). |
| Prof. Quraish Shihab : Dan (dari kelompok kaum munafik itu ada juga) orang-orang yang mendirikan masjid untuk (menimbulkan) kemudharatan, untuk kekafiran (pengingkaran terhadap Allah swt.) dan (untuk) memecah belah antara orang-orang mukmin dan untuk menunggu (kedatangan) siapa yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu (sebelum mereka membangun masjid itu). Demi (Allah)! Pasti mereka akan bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan!" Dan Allah menyaksikan sesungguhnya mereka adalah para pembohong. |
| HAMKA : Dan (begitu pula) orang-orang yang telah mengadakan suatu masjid untuk suatu bencana dan kekufuran dan memecah belah di antara orang-orang yang beriman dan untuk mengintip bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sebelumnya. Namun mereka akan bersumpah, “Tidak ada maksud kami, kecuali kebaikan.” Dan Allah menyaksikan, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang berdusta. |
| 3. Tafsir وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri. |
| Prof. Quraish Shihab : Janganlah engkau (Nabi Muhammad saw.) berdiri di dalamnya untuk selamanya. Sesungguhnya masjid yang dibangun atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu berdiri (dan melaksanakan shalat) di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang senang menyucikan diri (baik kesucian lahir maupun batin). Dan Allah menyukai orang-orang menyucikan diri. |
| HAMKA : Jangan engkau shalat padanya selama-lamanya. Karena sesungguhnya sebuah masjid yang dibangun atas takwa pada permulaan harinya, di sanalah yang lebih benar engkau shalat padanya. Karena di sana ada orang-orang laki-laki yang suka sekali membersihkan diri. Sedang Allah sangat suka kepada orang-orang yang menginginkan kebersihan. |
| 3. Tafsir لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Maka, apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan rida(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di sisi tepian jurang yang nyaris runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, apakah orang yang mendirikan bangunan (masjid)-nya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang retak, lalu ia (bangunan itu) jatuh bersama-sama dengan dia dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk (kepada) kaum yang zalim. |
| HAMKA : Maka apakah orang yang mendirikan bangunannya atas (dasar) takwa dari Allah dan karena ridha-Nya yang lebih baik? Ataukah orang yang mendirikan bangunannya di atas tepi jurang yang dalam, lalu bangunan itu membawanya ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidaklah akan memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. |
| 3. Tafsir أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan (kemunafikan) dalam hati mereka sampai hati mereka terpotong-potong. ) Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. |
| Prof. Quraish Shihab : Tidak henti-hentinya bangunan-bangunan mereka yang mereka dirikan menjadi (sebab) keraguan (atau amarah dan kedengkian) dalam hati mereka, kecuali apabila (mereka mati dan) hati mereka telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. |
| HAMKA : Senantiasalah bangunan yang mereka dirikan itu menimbulkan keraguan di dalam hati mereka, kecuali apabila telah terpotong-potong hati mereka itu. Dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Bijaksana. |
| 3. Tafsir لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga yang Allah peruntukkan bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh. (Demikian ini adalah) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu. Demikian itulah kemenangan yang agung. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya Allah telah (berjanji untuk) membeli dari orang-orang mukmin, jiwa mereka dan harta mereka dengan (menganugerahkan) surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh dan terbunuh. (Itu telah menjadi) janji atas Diri-Nya (sehingga menjadi janji) yang haq (benar dan mantap, yang telah tertulis) dalam Taurat, Injil dan al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan yang demikian itulah kemenangan yang sangat besar. |
| HAMKA : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman itu jiwa mereka dan harta benda mereka, dengan (bayaran) bahwa untuk mereka adalah surga. Mereka berperang pada jalan Allah, maka mereka pun membunuh dan mereka pun terbunuh: sebagai satu perjanjian yang benar atasnya. (Tersebut) di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah lagi yang memenuhi janjinya lain dari Allah? Maka bergembiralah kamu dengan baiat kamu yang telah kamu baiatkan dengan dia. Demikian itulah kejayaan yang besar. |
| 3. Tafsir إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Mereka itulah) orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), ) rukuk dan sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar, serta memelihara hukum-hukum Allah. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman. |
| Prof. Quraish Shihab : (Mereka itu adalah) para yang bertaubat, para pengabdi, para pemuji (Allah swt.), para pelawat (melakukan perjalanan untuk berjihad atau mencari ilmu), para pelaku rukuk, para pelaku sujud, para penyuruh (perbuatan) ma'ruf dan para pencegah (perbuatan) munkar dan para pemelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin. |
| HAMKA : Orang-orang yang bertobat, orang-orang yang beribadah, orang-orang yang memuji, orang-orang yang mengembara, orang-orang yang ruku, orang-orang yang sujud, orang-orang yang menyuruh berbuat yang makruf dan orang-orang yang mencegah dari yang mungkar dan orang-orang yang menjaga batas-batas Allah; dan gembirakanlah orang-orang yang beriman. |
| 3. Tafsir التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidak ada hak bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun mereka ini kerabat(-nya), setelah jelas baginya bahwa sesungguhnya mereka adalah penghuni (neraka) Jahim. |
| Prof. Quraish Shihab : Tidaklah ada (kewajaran dan kemampuan) bagi Nabi (Muhammad saw.) dan orang-orang yang beriman memohonkan ampun bagi orang-orang musyrik walaupun mereka adalah kaum kerabat, sesudah jelas bagi mereka (dengan kematian mereka dalam kemusyrikan atau adanya penjelasan yang pasti dari Allah swt.) bahwa mereka adalah para penghuni (neraka) Jahim. |
| HAMKA : Tidaklah ada bagi Nabi dan orang-orang yang beriman bahwa memohonkan ampun untuk orang-orang musyrik, meskipun adalah mereka itu kaum kerabat yang terdekat; sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang itu ahli neraka. |
| 3. Tafsir مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, ) tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka, ketika jelas baginya (Ibrahim) bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Ibrahim) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan bukanlah permohonan ampun Ibrahim (kepada Allah swt.) untuk bapaknya, kecuali hanyalah karena janji yang telah diikrarkannya kepadanya (bapaknya); maka ketika telah jelas baginya bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Nabi Ibrahim as.) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah benar-benar orang yang sangat lembut hatinya, lagi penyantun. |
| HAMKA : Dan tidaklah permohonan ampun Ibrahim itu ayahnya, melainkan karena suatu janji yang telah dijanjikan kepadanya. Tetapi tatkala telah jelas baginya bahwa dia itu musuh bagi Allah, berlepas dirilah dia darinya. Sesungguhnya Ibrahim itu seorang yang penghiba lagi penyabar. |
| 3. Tafsir وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah Dia memberinya petunjuk sampai Dia menjelaskan kepadanya apa yang harus mereka jauhi. ) Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan Allah sama sekali tidak akan menyesatkan suatu kaum sesudah Dia memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. |
| HAMKA : Dan sekali-kali tidaklah Allah akan menyesatkan suatu kaum sesudah Dia memberi petunjuk mereka sehingga Dia jelaskan kepada mereka apa yang mereka awasi. Sesungguhnya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu. |
| 3. Tafsir وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia Yang menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada (satu) pelindung dan tidak (pula satu) penolong (pun) bagi kamu selain Allah. |
| HAMKA : Sesungguhnya Allah, bagi Nyalah kerajaan semua langit dan bumi. Menghidupkan dan mematikan. Dan tidak ada bagimu, selain Allah, pelindung dan tidak penolong. |
| 3. Tafsir إِنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ |
| 1. Makna Per Kata |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, Allah benar-benar telah menerima tobat Nabi serta orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar yang mengikutinya pada masa-masa sulit setelah hati sekelompok dari mereka hampir berpaling (namun) kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. |
| Prof. Quraish Shihab : Demi (Allah)! Sungguh, Allah telah menerima taubat Nabi (Muhammad saw.) dan orang-orang Muhajirin serta orang-orang Anshar yang mengikutinya (Nabi Muhammad saw.) pada masa sulit (pada perang Tabuk), setelah hampir saja hati segolongan dari mereka berpaling. Kemudian Dia menerima taubat mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang, lagi Maha Pengasih terhadap mereka. |
| HAMKA : Sungguh, Allah telah memberi tobat atas Nabi dan Muhajirin dan Anshar yang telah mengikutinya pada saat yang sukar itu, sesudah nyaris terpengaruh hati segolongan dari mereka. Kemudian Dia telah memberi tobat atas mereka. Sesungguhnya Dia kepada mereka adalah belas kasihan, lagi penyayang. |
| 3. Tafsir لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ |