| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Para rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berbicara (langsung) dengannya dan sebagian lagi Dia tinggikan beberapa derajat. Kami telah menganugerahkan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) dan Kami memperkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan saling membunuh setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Akan tetapi, mereka berselisih sehingga ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kufur. Andaikata Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh. Namun, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki. |
| Prof. Quraish Shihab : Para rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagian dari mereka Dia meninggikannya (beberapa) derajat. Dan Kami telah menganugerahkan kepada ‘Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) serta Kami kukuhkan dia dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril as.) Dan jika seandainya Allah menghendaki, (pasti) tidaklah saling membunuh orang-orang yang (datang) sesudah mereka (para rasul itu), setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang sangat jelas (itu), tetapi mereka berselisih. Maka, ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Dan jika seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh, tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. |
| HAMKA : Rasul-rasul itu, Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian; di antara mereka ada yang berkata-kata Allah kepadanya dan Dia tinggikan derajat setengah mereka, dan telah Kami berikan beberapa keterangan kepada Isa anak Maryam dan Kami sokong dia dengan Ruhul Qudus; dan kalau Allah menghendaki tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang yang sesudah mereka, akan tetapi mereka telah berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan itu. Maka, di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kufur. Dan, jikalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan. Akan tetapi, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. |
| 3. Tafsir تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah swt.), sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada kamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (di hari itu), dan tidak ada (lagi) persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang zalim. |
| HAMKA : Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu sebelum datang kepada kamu suatu hari, yang tidak ada perdagangan padanya, dan tidak ada persahabatan dan tidak ada syafaat; dan orang-orang yang kafir itulah orang-orang yang zalim. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. |
| Prof. Quraish Shihab : Allah, tidakadaTuhan (YangKuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Maha Kekal, lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dikalahkan oleh kantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi, tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya; Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya; Kursi (ilmu/ kekuasaan)-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak lelah memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi, lagi Maha Agung.” |
| HAMKA : Tuhan Allah tldak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang berdiri sendiri-Nya. Dia tidak dihampiri oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Siapa yang akan memohonkan syafaat di sisi-Nya kalau bukan dengan izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, sedang mereka tidaklah meliputi sesuatu jua pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Meliputi penge tahuan-Nya akan semua langit dan bumi, dan tidaklah memberati-Nya memeliharanya kedua nya; dan Dia adalah Mahatinggi lagi Mahaagung. |
| 3. Tafsir اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut ) dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. |
| Prof. Quraish Shihab : Tidak ada paksaan untuk (menganut) agama (Islam); sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang teguh kepada gantungan tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. |
| HAMKA : Tidak ada paksaan dalam agama. Telah nyata kebenaran dan kesesatan. Maka, barangsiapa yang menolak segala pelanggaran besar dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya telah berpeganglah dia dengan tali yang amat teguh, yang tidak akan putus selama-lamanya. Dan Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui. |
| 3. Tafsir لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ |