Kemenag RI 2019: Kami anugerahkan (pula) kepadanya (Ayyub) keluarganya dan (Kami lipat gandakan) jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat. )
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Ambillah dengan tanganmu seikat rumput, lalu pukullah (istrimu) dengannya dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia selalu kembali (kepada Allah dan sangat taat kepadanya).
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya‘qub yang mempunyai kekuatan (dalam taat kepada Allah) dan penglihatan (mata hati yang jernih).
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Kami telah memberikan secara khusus kepada mereka anugerah yang besar, (yaitu selalu) mengingat negeri akhirat.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Sesungguhnya mereka di sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang terbaik.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Ingatlah Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Ini adalah kehormatan (bagimu dan kaummu). Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: (Yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Mereka bersandar di dalamnya (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan dan minuman yang banyak (di surga itu).
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Di samping mereka (ada bidadari-bidadari) yang pandangannya terbatas (hanya untuk pasangannya), lagi sebaya umurnya.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari Perhitungan.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki (dari) Kami yang tidak habis-habisnya.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Inilah (kenikmatan bagi orang yang bertakwa). Sesungguhnya bagi orang-orang yang melampaui batas benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: (Yaitu neraka) Jahanam yang mereka akan masuk ke dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Inilah (azab neraka). Biarlah mereka merasakannya. (Minuman mereka) air yang mendidih dan cairan nanah (yang menjijikkan).
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: (Selain itu, ada) berbagai macam (azab) lain yang serupa itu.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: (Dikatakan kepada mereka,) “Ini rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desakan bersama kamu (ke neraka).” Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka.
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Mereka (para pengikutnya) menjawab, “Sebenarnya kamulah yang (lebih pantas) tidak menerima ucapan selamat datang karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab. (Itulah) seburuk-buruk tempat menetap.”
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA:
Kemenag RI 2019: Mereka berkata (lagi), “Wahai Tuhan kami, siapa yang menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, tambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda di dalam neraka.”
Prof. Quraish Shihab:
HAMKA: