Rumah Fiqih Indonesia
Makna

Sesungguhnya ini benar-benar kisah yang hak. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Allahlah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Makna

Jika mereka berpaling, (ketahuilah) bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.

Makna

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Ahlulkitab, marilah (kita) menuju pada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, (yakni) kita tidak menyembah selain Allah, kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.”

Makna

Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu berbantah-bantahan ) tentang Ibrahim? Padahal, Taurat dan Injil tidak diturunkan, kecuali setelah dia (Ibrahim). Apakah kamu tidak mengerti?

Makna

Begitulah kamu. Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, ) tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan (juga) tentang apa yang tidak kamu ketahui? ) Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

Makna

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang hanif ) lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan) orang-orang musyrik.

Makna

Sesungguhnya orang yang paling dekat dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya, Nabi ini (Nabi Muhammad), dan orang-orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang mukmin.

Makna

Segolongan Ahlulkitab ingin menyesatkan kamu. Padahal, mereka tidak menyesatkan (siapa pun), kecuali diri mereka sendiri. Akan tetapi, mereka tidak sadar.

Makna

Wahai Ahlulkitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, ) padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?