KH. Dr. Ahmad Sarwat, Lc.,MA — Rumah Fiqih Indonesia
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pertanyaan Anda sebenarnya sudah dijawab oleh sala satu tokoh ahli falak di Indonesia. Beliu adalah Ahmad Izzuddin, Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia.
Dalam catatan beliau, selama masa Nabi SAW setidaknya terjadi 8 kali gerhana dengan beragama jenisnya. Rnciannya adalah tiga kali gerhana matahari dan lima kali gerhana bulan, sehingga total ada 8 kejadian gerhana.
Tetapi kalau kita merujuk pada riwayat-rowayat yang sampai kepada kita, kita hanya menemukan Nabi SAW sekali melakukan shalat gerhana matahri dan sekali shalat gerhana bulan.
Rincian catatan beliau itu adalah sebagai berikut :Dari Aisyah radhiyallahuanhu bekata,"Rasulullah SAW menjaharkan suaranya dalam shalat khusuf (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Gerhana Bulan 17 Mei 626
Gerhana bulan terjadi di waktu subuh yang terjadi pada 17 Mei 626. Kalau kita konversikan pakai komputer tanggal tersebut jatuh pada hari Sabtu 22 Dzul-Hijjah tahun ke-4 Hijriyah.
Menurut Ahmad Izzudin, gerhana bulan itu terjadi hanya parsial (sebagian) menjelang waktu subuh hingga subuh berakhir. Bahkan ketika bulan tenggelam masih dalam keadaan gerhana. Belum lagi, waktu gerhana ini sangat luas dengan waktu tenggelamnya sekitar 2 jam.
“Waktu tersebut merupakan waktu di mana kaum muslimin lebih banyak di rumah atau masjid untuk melakukan qiyamul lail. Bahkan umat biasanya masih melakukan zikir setelah subuh. Sehingga fenomena ini terabaikan,” kata Izzuddin.
3. Gerhana Matahari Mini 21 April 627
Gerhana yang kedua adalah gerhana matahari mini yang jatuh bertepatan dengan 26 Dzul-Qa'idah tahun ke-5 Hijriyah. Namun sangat kecil dan jelas tidak mungkin terasa, karena persentase piringan matahari yang tertutup bulan hanya 2 persen saja.Meski gerhana ini berdurasi 32 menit 4 detik, namun nyaris tidak akan terasa.
Menurut Ahmad Izzudin kita tidak mendapatkan riwayat bahwa di tahun itu Nabi SAW melaksanakan shalat gerhana. Boleh jadi kita tidak mendapatkan riwayat bahwa Nabi SAW melakukan shalat gerhana saat fenomena ini karena terlalu parsial hanya 2% saja.
Gerhana bulan sebagian ini terjadi dalam durasi 2 jam 7 menit 1 detik. Meski besar gerhana saat itu sudah 31 persen, namun waktunya terjadi saat maghrib tiba, di mana umat muslim tengah menjalankan Salat Maghrib di masjid.
Kalau kita konversikan diperkirakaan jatuh pada hari Selasa, 10 Dzul Qa'idah tahun ke-6 Hijriyah
5. Gerhana Matahari Mini 3 Oktober 628
Kalau kita konversikan gerhana ini terjadi pada hari Jumat 26 Jumadal Awwal tahun ke7 Hijriyah dengan durasi gerhana 59 menit 46 detik. Nampaknya kita pun juga tidak mendapat riwayat bahwa Nabi SAW menjalankan shalat gerhana pada saat itu. Alasannya barangkali karena gerhana ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sebab piringan matahari yang tertutup hanya 12 persen.
“Awal gerhana saat itu terjadi sebelum matahari terbit dilihat dari Madinah. Sehingga saat terbit, matahari sudah dalam keadaan gerhana. Lalu beberapa saat gerhana sudah berakhir. Jadi mustahil dapat disadari,” kata dosen UIN Walisongo Semarang itu.
6. Gerhana Bulan 15 Maret 629
Gerhana itu merupakan gerhana bulan total yang terjadi selama 1 jam 40 menit 31 detik. Kalau kita konversikan tanggal itu jatuh pada tanggal 10 atau 11 Dzul Qa'idah tahun ke-7 Hijriyah.
Namun karena terjadi pada Maret di mana menjadi waktu mulai berakhirnya musim dingin, aktivitas masyarakat Arab kala itu masih rendah.
“Di samping itu sisa-sisa mendung kemungkinan masih banyak, sehingga bulan yang sedang gerhana luput dari perhatian masyarakat Madinah,” katanya.
7. Gerhana Bulan Sebagian 4 Maret 630