Ass. wr. wb.
Pak Ustadz, saya mau tanya? Pertanyaan ini muncul sejak dari saya SMP tapi hingga saya berkeluarga dan kerja tidak satupun jawaban yang saya temui menghentikan pertanyaan saya. Namun walaupun begitu saya sudah merasakan jawaban walaupun saya tidak perlu menilai puas atau tidak puas.
- Dulu saya sering dengar kalau ada orang meninggal bunuh diri selalu dibilang rohnya gentayangan, dan tidak diterima oleh Allah. Yang menjadi pemikiran saya, Allah itu maha mengetahui akan segala hal yang bakal terjadi dan yang udah terjadi maupun yang sedang terjadi tentu tak terbatas. Kalau ada orang meninggal bunuh diri kenapa musti tidak di terima padahal Alloh juga udah tahu bahwa si A, si B akan meninggal dengan cara bunuh diri.
- Adam dan Hawa terusir dari Surga karena makan buah kuldi. padahal Alloh juga udah tahu bahwa Adam dan hawa nanti bakal makan buah kuldi
- Untuk apa disiapkan juga neraka dan surga padahal Alloh hari ini juga sudah tahu siapa-siapa aja yang bakal masuk neraka dan surga bahkan sejak sebelum manusia itu terlahir di bumi, andai aja itu benar dan boleh memilih tentu enak menjadi roh yang terlahir besoknya meninggal, karena pasti masuk surga dan belum punya dosa.
Apakah semua ini skenario Tuhan? Kalau ya jangan-janagn semua manusia juga akan masuk surga siapapun dia.
Maaf pak Ustadz, bukan saya mempertanyakan eksistensi Tuhan tetapi saya merasakan bahwa inilah peng-kajian saya kepada agama saya. Jangan sampai saya hanya menerima doktrin-doktrin tanpa bisa mengkaji.
Insya Alloh ini akan menambah keimanan saya karena proses dari keimanan itu. Saya juga tidak suka segala hal dibilang syrik, musrik, bidah tanpa melihat dan meng-kaji. Dengan bertambahnya usia dan waktu saya mencoba mempelajari agama dari segala yang tersurat maupun tersirat, baik dari media maupun pengalaman akan hal yang berkaitan dengan kehidupan.
Contoh;
Orang-orang yang merasa beriman akan bilang musyrik atau sirik ketika melihat orang di kampung melihat burung gagak bernyanyi di kuburan dan kemudian terbang mengitari rumah orang yang sedang sekarat menjelang kematiannya. Orang-orang kampung itu bilang "wah burung gagak udah datang, burung ini utusan malaikat untuk memberi tahu akan kematiannya" (sering hal ini terjadi di kampung). Maka serta merta orang-orang yang merasa beriman itu bilang syirik dan lain-lain.
Padahal setelah saya pelajari, ternyata burung gagak itu adalah burung bangkai, maka menjelang kematian seseorang bau penciuman dia sudah merasakan akan adanya kematian dan bangkai. Maka burung gagak itu suka datang mendekati calon jenazah.
Itulah sebabnya mungkin proses dan belum tahunya informasi tentang teknologi, orang-orang kampung itu bilang kalau burung gagak adalah pembawa kematian. Sementara orang-orang yang merasa beriman buta dengan doktrin-doktrin tanpa mencoba mempelajari yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
Semoga pertanyaan ini tidak merasa mengurui, jawablah pak ustadz agar saya tidak ragu mengenal agamaku.
Wassalam,