Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesediaan pak Ustadz menjeguk kami yang sedang belajar di negeri sakura.
Saya salah satu peserta Daurah yang diadakan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia di Tokyo yang sekarang sedang berlangsung (2-4 Mei 2008).
Begini ustadz, ada satu hal pertanyaan yang belum tuntas ketika sesi tanya jawab kemarin yang ingin saya tanyakan. Pak Ustadz kemarin mengatakan bahwa sembelihan orang kafir yang bukan ahli kitab hukumnya haram.
Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana dengan kami yang tinggal di Jepang ini? Apakah kami tidak boleh makan daging sapi atau ayam yang dijual di negeri ini? Sebab ustadz bilang bahwa orang Jepang bukan termasuk ahli kitab.
Sebenarnya daging halal itu bukannya tidak ada, tapi harganya sangat mahal. Bahkan kalau kita mau makan, harus pesan dulu tiga hari sebelumnya. Tentu ini sangat menyusahkan, terutama buat kami pelajar yang harus hidup hemat.
Kebetulan ada beberapa tempat yang menjual daging import dari negeri yang notabene beragama ahli kitab, seperti yang dijula di Hanamasa. Kami menemukan daging sapi Australia yang dijual cukup murah.
Pertanyaan kami, apakah kami boleh memakan daging impor dari Australia itu, pak Ustadz?
Sebelumnya kami ucapkan terima kasih dan selamat berdakwah di negeri Sakura. Semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan, karena perjalanan ustadz masih panjang, karena akan terus ke Nagoya, Kobe, Hiroshima dan kota-kota lainnya di Jepang.