Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apa yang dikatakan teman Anda itu memang benar, bahwa ucapan 'minal aidin wal faizin' dalam bahasa Arab memang bukan bermakna 'mohon maaf lahir dan batin'. Sayangnya, banyak orang yang terlanjur salah kaprah. Mungkin karena tidak tahu bahasa Arab, atau tahu tapi kurang teliti, lalu seakan-akan ungkapan ini bermakna mohon maaf lahir dan batin.
Padahal kalau kita bedah kata-katanya satu per satu, tidak ada satu pun yang mengandung unsur minta maat, apalagi pakai lahir dan batin segala. Mari kita rinci keempat kata itu satu per satu :
Minal = منKata aslinya bukan minal tetapi 'min' saja. Namun karena pembacaannya disambung dengan kata al-aidin sesudahnya diawali dengan alif-lam (makrifah), maka kalau dibaca keduanya menjadi
min al-aidin atau kadang ditulisnya menjadi
minal aidin,
Secara harfiyah, kata 'min' itu berarti dari, termasuk atau sebagian dari. Misalnya pepatah arab bilang an-nadzafatu minal iman, kebersihan itu
sebagian dari iman.
Aidini = عائدينKata ini adalah isim fail (pelaku) dari perbuatan kembali. Asal katanya dalam bentuk fi'il madhi adalah 'aada - ya'uudu (عاد - يعود).
Bentuk tunggal isim failnya adalah 'aid saja, tetapi karena jumlahnya banyak, maka bentuknya jamaknya menjadi 'aidin. Aritnya adalah orang-orang yang kembali.
Wal = وArtinya adalah 'dan'.
Faizin = الفائزينFaizin adalah bentuk isim fail dalam bentuk jamak. Bentuk tunggalnya adalah faiz saja. Dan kata dasarnya adalah faaza - yafuuzu (فاز - يفوز) yang artinya menang atau beruntung.
Maka kata 'faizin' artinya adalah orang-orang yang menang atau mendapatkan kemenangan. Dan juga bermakna orang-orang yang beruntung atau mendapatkan keberuntungan.
Lalu apa arti harfiyah dari empat kata itu :
dari | orang-orang yang kembali | dan | orang-orang yang menang/beruntung.
Sebenarnya lafadz ini merupakan doa sekaligus tahini'ah (
greeting) yang terpotong. Lengkapnya adalah :
جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين
Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan/keberuntungan. Kadang sebagian orang Arab menambahkan lagi dengan ungkapan :
كل عام و أنتم بخير
Semoga setiap tahun Anda berada dalam kebaikan.Sayangnya entah kenapa, orang-orang lebih sering mengucapkan sebagian potongannya saja. Kalimat awalnya lebih sering dibuang entah kemana.
Bukan Ayat dan Bukan Hadits Nabi Satu lagi yang perlu dicatat bahwa meski lafaz '
minal aidin wal faidin' ini begitu populer, tetapi sama sekali tidak bersumber dari hadits nabi apalagi Al-Quran. Tidak ada satu pun ayat Al-Quran yang memuat lafadz ini. Dan tidak pernah Rasulullah SAW berdoa di hari Idul fitri dengan lafaz ini. Entah dari mana datangnya ungkapan ini, saya sendiri juga kurang paham.
Namun bukan berarti tidak boleh digunakan. Hukumnya silahkan saja diucapkan, toh tidak ada nash yang melarangnya.
Kesimpulan
Jadi tidak benar kalau ucapan 'minal aidin wal faizin' diartikan menjadi 'mohon maaf lahir dan batin'. Jauh sekali makna antara keduanya.
Kita perlu lebih hati-hati kalau kita bicara, khususnya di depan umum, apalagi di layar televisi yang ditonton jutaan pemirsa se-Indonesia. Jangan sampai apa yang kita ucapkan malah jadi tertawaan banyak orang hanya gara-hara keawaman kita dan ketidak-mengertian kita.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
KH. Dr. Ahmad Sarwat, Lc.,MA