| ◀ | Jilid : 7 Juz : 4 | Ali Imran : 139 | ▶ |
Janganlah laniu melemali, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika Kuntu orang-orang mukmin.
Dan janganlah kamu merasa lemah dan berduka cita. Karena kamu adalah paling tinggi, jika kamu (benar-benar) orang-orang beriman.
| TAFSIR AL-MAHFUZH |
وَلَا تَهِنُوا
Huruf wawu (وَ) disebut isti’nafiyah, sedangkan huruf laa (لَا) disebut nahiyah jazimah. Kata tahinu (تَهِنُوا) adalah fi’il mudhari dengan status majzum dan tandanya dengan dihilangkannya huruf nun pada akhirnya, padahal sebelumnya masih ada huruf nun itu, yaitu tahinuna (تهنون). Makna wa la tahinu (وَلَا تَهِنُوا) : “janganlah kamu (merasa) lemah”.
Asalnya dari kata wahan (وهن) yang artinya lemah. Kata wahan ini kita temukan di beberapa ayat Al-Quran, antara lain :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. (QS. Luqman : 14)
وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ
Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba. (QS. Al-Ankabut : 41)
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي
Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah. (QS. Maryam : 4)
وَلَا تَحْزَنُوا
Kata wa laa tahzanu (وَلَا تَحْزَنُوا) artinya dan janganlah kamu bersedih.
Menurut para mufassir, perintah Allah SWT kepada Nabi SAW dan kaum muslimin untuk jangan merasa lemah dan sedih disebabkan karena keadaan mereka saat itu yang baru saja terkena musibah di Perang Uhud. Perang ini memakan banyak korban jiwa. Terhitung ada 70 orang yang menjadi korban dan gugur sebagai syuhada. Para peneliti kemudian melakukan banyak riset ke banyak literatur, kemudian didapat nama-nama itu, meski belum semuanya.
Berikut ini adalah nama para sahabat Nabi yang gugur di medan Perang Uhud ridhwanullahi alaihim ajmain:
وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Lafazh wa antum (وَأَنْتُمُ) artinya dan kamu. Lafazh a’launa (الْأَعْلَوْنَ) artinya paling tinggi. Kata in kuntum (إِنْ كُنْتُمْ) artinya jika kamu lafazh mu’minin (مُؤْمِنِينَ) artinya : kamu orang-orang yang beriman.
Penggalan ini juga merupakan bentuk hiburan Allah SWT kepada Nabinya dan kaum muslimin. Sebagai kaum yang lebih tinggi derajatnya, tidak seharusnya mereka merasa lemah apalagi merasa sedih.
Memang sulit melupakan kejadian yang begitu mengenaskan saat Perang Uhud, sebab begitu banyak keluarga mereka yang gugur sebagai pahlawan. Tidak kurang dari 70 orang jumlahnya. Ini merupakan kondisi yang paling buruk dalam perjalanan dakwah Nabi SAW, khususnya ketika masuk dalam zaman peperangan dengan kaum kafir.
Namun lagi-lagi Allah SWT membesarkan hati Nabi-Nya dengan menyebut bahwa kaum muslimin itu lebih tinggi derajatnya dari yang lain.