Jilid : 7 Juz : 4 | Ali Imran : 161
Ali Imran 3 : 161
Mushaf Madinah | hal. 71 | Mushaf Kemenag RI

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ ۚ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak layak seorang nabi menyelewengkan (harta rampasan perang). Siapa yang menyelewengkan (-nya), niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang diselewengkannya itu. Kemudian, setiap orang akan diberi balasan secara sempurna sesuai apa yang mereka lakukan dan mereka tidak dizalimi.
Prof. Quraish Shihab:

Tidak mungkin (dan tidak ada wujudnya) bagi seorang nabi berkhianat. Barang siapa berkhianat, pasti pada Hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian setiap diri akan diberi (pahalanya) dengan cukup atas apa yang telah diusahakan(nya), sedangkan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya (dirugikan)


Prof. HAMKA:

Tidaklah ada seorang Nabi pun berlaku curang. Dan barangsiapa yang berlaku curang, maka akan datanglah dia dengan barang yang dicuranginya itu pada hari Kiamat. Kemudian, akan dibayar penuh untuk tiap-tiap diri apa yang dianiaya.



TAFSIR AL-MAHFUZH REFERENSI KITAB TAFSIR
...

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ

وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ

وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

🔐