| ◀ | Jilid : 44 Juz : 22 | Fathir : 31 | ▶ |
وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ
| TAFSIR AL-MAHFUZH |
وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ
Kata wa maa min ilahin (وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ) artinya : "dan tidak ada satu pun tuhan". Ini adalah bentuk penyangkalan yang sangat menekankan ketidakberadaan secara total. Penggalan ini sebenarnya terdiri dari empat unsur, yaitu :
§ Pertama : huruf wa (وَ) merupakan huruf ‘athf yang berfungsi menyambungkan
§ Kedua : huruf ma (ما) yang merupakan huruf nafyi yaitu peniadaan atau penyangkalan.
§ Ketiga : huruf min (مِنْ) merupakan huruf zaidah yang menjadi penguat dari penyangkalan. Posisinya diletakkan sebelum isim nakirah untuk menekankan makna “tidak ada sama sekali”.
§ Keempat : kata ilahin (إله) merupakan ism majrūr karena terletak setelah min, yang artinya “tuhan”.
Kata illa (إِلَّا) artinya : kecuali. Kata ilahun wahid (إِلَٰهٌ وَاحِدٌ) artinya : Tuhan Yang Satu. Maksudnya adalah Allah SWT.
Bedanya dengan ungkapan laa ilaha illallah (لا إله إلا الله) bahwa kalimat ini berbentuk berita atau khabar, namun bukan deklarasi.