Jilid : 20 Juz : 10 | At-Taubah : 81
At-Taubah 9 : 81
Mushaf Madinah | hal. 200 | Mushaf Kemenag RI

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah kepergian Rasulullah (ke medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami.
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) bergembira dengan (keberadaan mereka di) tempat tinggal mereka di belakang (yakni sesudah keberangkatan) Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) dalam panas terik ini!" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Api (neraka) Jahannam itu lebih keras panas-(nya), jika seandainya mereka memahami."
Prof. HAMKA: Telah bergembira orang-orang yang ditinggalkan itu, dengan sebab tertinggalnya mereka di belakang Rasulullah saw, dan mereka memang keberatan bahwa akan berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa-jiwa mereka pada jalan Allah, dan mereka telah mengatakan, “Janganlah kamu pergi berperang di waktu panas.” Katakanlah, “Neraka Jahannam lebih panas, jikalau adalah kamu orang-orang yang berpikiran.”

TAFSIR AL-MAHFUZH REFERENSI KITAB TAFSIR
🔐