< 199 | Halaman 200 | 201 >

[9] At-Taubah : 80 (اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : (Sama saja) engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Demikian itu karena mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
Prof. Quraish Shihab : Engkau (Nabi Muhammad saw.) memohonkan ampun bagi mereka atau tidak memohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Jika engkau memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA : Mohonkanlah ampun untuk mereka atau jangan engkau mohonkan ampun untuk mereka, jika pun engkau mohonkan mereka ampun tujuh puluh kali, sekali-kali tidaklah Allah akan memberi ampun mereka. Begitulah jadinya, karena mereka itu telah kafir terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sedang Allah tidaklah hendak memberikan petunjuk kepada kaum yang fasik.
3. Tafsir

اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

[9] At-Taubah : 81 (فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah kepergian Rasulullah (ke medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami.
Prof. Quraish Shihab : Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) bergembira dengan (keberadaan mereka di) tempat tinggal mereka di belakang (yakni sesudah keberangkatan) Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta mereka dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (ke medan perang) dalam panas terik ini!" Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Api (neraka) Jahannam itu lebih keras panas-(nya), jika seandainya mereka memahami."
HAMKA : Telah bergembira orang-orang yang ditinggalkan itu, dengan sebab tertinggalnya mereka di belakang Rasulullah saw, dan mereka memang keberatan bahwa akan berjihad dengan harta benda mereka dan jiwa-jiwa mereka pada jalan Allah, dan mereka telah mengatakan, “Janganlah kamu pergi berperang di waktu panas.” Katakanlah, “Neraka Jahannam lebih panas, jikalau adalah kamu orang-orang yang berpikiran.”
3. Tafsir

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

[9] At-Taubah : 82 (فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Maka, biarkanlah mereka tertawa sedikit (di dunia) dan menangis yang banyak (di akhirat) sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat.
Prof. Quraish Shihab : Maka, hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak (di akhirat, saat mereka dimasukkan ke neraka), sebagai balasan atas apa (kedurhakaan) yang telah mereka usahakan.
HAMKA : Maka biarlah mereka tertawa-tawa sedikit dan menangislah mereka yang banyak, sebagai balasan dari apa yang telah mereka usahakan.
3. Tafsir

فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

[9] At-Taubah : 83 (فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Maka, jika Allah memulangkanmu (Nabi Muhammad) ke satu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), katakanlah, “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya sejak semula kamu telah rida duduk (tidak berperang). Oleh karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”
Prof. Quraish Shihab : Maka, jika Allah mengembalikanmu (Nabi Muhammad saw.) kepada satu golongan dari mereka (yang tidak ikut berperang bersamamu), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (berperang pada peperangan yang lain), maka katakanlah: "Kamu sekali-kali tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya dan sekali-kali tidak akan berperang bersamaku melawan satu musuh (pun). Sesungguhnya kamu rela duduk (tidak pergi berperang) pada kali yang pertama, karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)."
HAMKA : Maka sekiranya Allah telah mengembalikan mereka kepada satu kelompok dari mereka, lalu mereka mohon izin kepada engkau untuk (turut) keluar. Maka hendaklah engkau katakan, “Sekali-kali kamu tidak akan (boleh) keluar bersama aku selama-lamanya, dan sekali-kali kamu tidak akan memerangi musuh selama-lamanya bersama aku, (karena) sesungguhnya kamu lebih suka tinggal pada permulaan kali. Maka tinggallah kamu (sekarang) bersama-sama orang yang tinggal.
3. Tafsir

فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ

[9] At-Taubah : 84 (وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Janganlah engkau (Nabi Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
Prof. Quraish Shihab : Dan janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad saw.) menshalatkan seorang yang mati di antara mereka selama-lamanya, dan janganlah engkau berdiri di kuburnya (untuk mendoakannya). Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.).
HAMKA : Dan sekali-kali janganlah engkau shalatkan atas seorangpun yang telah mati dari mereka itu selama-lamanya dan jangan engkau berdiri di kuburannya. Sesungguhnya mereka itu telah kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka telah mati, padahal mereka dalam fasik.
3. Tafsir

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

[9] At-Taubah : 85 (وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya dengan (sebab harta dan anak) itu Allah berkehendak untuk menyiksa mereka di dunia dan (membiarkan) nyawa mereka melayang dalam keadaan kafir.
Prof. Quraish Shihab : Dan janganlah harta and anak-anak mereka menarik hatimu. (Karena) sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengannya (harta dan anak-anak mereka itu) di kehidupan dunia, dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir.
HAMKA : Dan janganlah engkau terpesona oleh harta benda mereka dan anak-cucu mereka. Kehendak Allah hanya akan mengadzab mereka dengan dia dunia dan di akhirat, dan akan mampus jiwa mereka, sedang mereka itu adalah kafir.
3. Tafsir

وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

[9] At-Taubah : 86 (وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا)

1. Makna Per Kata
2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan orang-orang munafik), “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang berkemampuan di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).”
Prof. Quraish Shihab : Dan apabila diturunkan surah (yang memerintahkan orang-orang munafik): "Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya," niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka, meminta izin kepadamu dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tidak pergi berperang)."
HAMKA : Dan apabila diturunkan suatu surah (yang menyeru), bahwa hendaklah mereka beriman kepada Allah dan berjihad bersama-sama Rasul-Nya, meminta izinlah kepada engkau orang-orang yang mampu dari mereka, dan mereka katakan, “Biarkanlah kami bersama-sama orang yang tinggal.”
3. Tafsir

وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ

< 199 | 200 | 201 >