< 16 | Halaman 17 | 18 >

[2] Al-Baqarah : 106 (مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Ayat yang Kami nasakh (batalkan) atau Kami jadikan (manusia) lupa padanya, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
Prof. Quraish Shihab : Kami tidak menasakhkan (membatalkan atau menggantikan) satu ayat pun, atau Kami menangguhkan (hukum)-nya (kecuali) Kami mendatangkan yang lebih baik darinya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
HAMKA : Tidaklah Kami mansukh-kan dari suatu ayat atau Kami jadikan dia terlupa (niscaya) Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang seumpamanya. Tidaklah engkau ketahui bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.
3. Tafsir

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

[2] Al-Baqarah : 107 (أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? (Ketahuilah bahwa) tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
Prof. Quraish Shihab : Tidakkah engkau mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah milik Allah? Dan tidak ada pelindung dan tidak (pula) penolong bagimu selain dari Allah.
HAMKA : Tidaklah engkau ketahui bahwasanya Allah, kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan tidaklah ada bagi kamu selain Allah akan pelindung dan penolong.
3. Tafsir

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

[2] Al-Baqarah : 108 (أَمْ تُرِيدُونَ أَنْ تَسْأَلُوا رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Ataukah kamu menghendaki untuk meminta Rasulmu (Nabi Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? ) Siapa yang mengganti iman dengan kekufuran, sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
Prof. Quraish Shihab : Apakah kamu menghendaki untuk bertanya kepada Rasul kamu (Nabi Muhammad saw.) seperti dahulu Musa telah ditanyai? Dan barang siapa menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh dia telah tersesat (dari) jalan tengah.
HAMKA : Atau apakah kamu hendak bertanya pada rasul kamu sebagai telah ditanyai Musa di waktu dulu? Dan barangsiapa yang menukarkan dengan kekafiran akan iman itu, maka sungguh telah sesatlah dia dari jalan yang lurus.
3. Tafsir

أَمْ تُرِيدُونَ أَنْ تَسْأَلُوا رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

[2] Al-Baqarah : 109 (وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Banyak di antara Ahlulkitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman menjadi kafir kembali karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka, maafkanlah (biarkanlah) dan berlapang dadalah (berpalinglah dari mereka) sehingga Allah memberikan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Prof. Quraish Shihab : Banyak di antara Ahlul Kitab menginginkan jika seandainya mereka dapat mengembalikan kamu setelah keimanan kamu kepada kekafiran karena iri hati yang (timbul) dari dalam diri mereka, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka, maafkan dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HAMKA : Sukalah kebanyakan dari Ahlul Kitab itu kalau (dapat) mereka mengembalikan kamu sesudah iman menjadi kafir, karena dengki dari dalam diri mereka sesudah nyata kepada mereka kebenaran. Maka beri maaflah mereka dan biarkanlah, sehingga Allah menunjukkan kuasaNya. Sesungguhnya, Allah atas tiap sesuatu adalah Mahakuasa.
3. Tafsir

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

[2] Al-Baqarah : 110 (وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Prof. Quraish Shihab : Laksanakanlah shalat dengan sempurna dan tunaikanlah zakat. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk diri kamu, (niscaya) kamu mendapati (ganjaran)-nya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
HAMKA : Dan dirikanlah olehmu shalat dan keluarkanlah olehmu akan zakat; dan apa pun yang kamu dahulukan untuk dirimu dari kebaikan, niscaya akan kamu dapatlah dia di sisi Allah; sesungguhnya Allah adalah melihat apa yang kamu kerjakan.
3. Tafsir

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

[2] Al-Baqarah : 111 (وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” ) Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar.”
Prof. Quraish Shihab : Dan mereka berkata (sesuai dengan agama masing-masing): “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.” Itulah (hanya) angan-angan mereka (yang kosong belaka). Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tunjukkanlah bukti kebenaran kamu, jika kamu orang-orang yang benar.”
HAMKA : Dan mereka berkata, "Sekali-kali tidak akan masuk ke surga melainkan siapa-siapa yang jadi Yahudi atau Nasrani." Yang begitu hanyalah angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan alasan kamu jika memang kamu orang-orang yang benar."
3. Tafsir

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

[2] Al-Baqarah : 112 (بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ)

1. Makna Per Kata

 

2. Terjemah
Kemenag RI 2019 : Tidak demikian! Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah serta berbuat ihsan, akan mendapat pahala di sisi Tuhannya, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka, dan mereka pun tidak bersedih.
Prof. Quraish Shihab : (Tidak demikian)! Bahkan, barang siapa menyerahkan wajahnya (seluruh hidupnya secara tulus) kepada Allah, sedangkan dia muhsin (selalu berbuat yang lebih baik), maka baginya pahala di sisi Tuhan Pemeliharanya. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA : Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dan dia pun berbuat baik, maka untuknyalah pahalanya di sisi Tuhannya, dan tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
3. Tafsir

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

< 16 | 17 | 18 >