1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sungguh, sebelum itu mereka benar-benar sudah berusaha membuat kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran (berupa pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka adalah orang-orang yang tidak menyukainya. |
| Prof. Quraish Shihab : Demi (Allah)! Sungguh, dari dahulu mereka telah mencari-cari (upaya untuk menimbulkan) kekacauan dan mereka membolak-balik berbagai urusan (dengan berbagai tipu daya) untuk (mencelakakan)-mu, hingga datanglah kebenaran dan menanglah urusan (agama) Allah, sedangkan mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai-(nya). |
| HAMKA : Sesungguhnya mereka telah mengada-adakan fitnah sebelumnya, dan mereka pun telah memutarbalikkan perkara-perkara terhadap engkau, sampai datang kebenaran dan jelaslah kehendak Allah. Sedang mereka tidaklah menyukai itu. |
| 3. Tafsir لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الْأُمُورَ حَتَّىٰ جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Di antara mereka ada orang yang berkata, “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Nabi Muhammad) menjerumuskan aku ke dalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad) telah terjerumus ke dalam fitnah. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan di antara mereka ada (orang) yang berkata: "Izinkanlah aku (not pergi berperang) dan janganlah engkau menjerumuskan aku ke dalam fitnah." Ketahuilah, bahwa mereka (dengan keengganannya pergi berjihad itu) telah jatuh ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya (neraka) Jahannam benar-benar meliputi orang-orang kafir. |
| HAMKA : Dan di antara mereka ada yang berkata, “Izinkanlah aku (tinggal), dan janganlah engkau fitnahi aku.” Ketahuilah bahwa ke dalam fitnah itulah mereka telah jatuh! Dan sesungguhnya neraka Jahannam akan mengepung orang-orang yang kafir itu. |
| 3. Tafsir وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي ۚ أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika engkau (Nabi Muhammad) mendapat kebaikan (maka) itu menyakitkan mereka. Akan tetapi, jika engkau ditimpa bencana, mereka berkata, “Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (dengan tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira. |
| Prof. Quraish Shihab : Jika suatu kebaikan menimpamu (Nabi Muhammad saw.), mereka tidak senang; dan jika suatu bencana menimpamu, mereka berkata: "Sungguh, kami sebelumnya telah mengambil ancang-ancang (untuk menjauhkan diri) kami (dari bahaya dengan tidak ikut berperang)," dan mereka berpaling dalam keadaan sangat gembira. |
| HAMKA : Jika suatu kebaikan mengenai engkau, merasa sakitlah mereka Dan jika suatu musibah menimpa engkau, mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami telah berjaga diri terlebih dahulu.” Dan mereka pun berpaling dalam keadaan gembira. |
| 3. Tafsir إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal. |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Sekali-kali tidak (ada manfaat atau mudharat yang) akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia Pelindung kami, dan hendaklah kepada Allah (saja) orang-orang mukmin bertawakkal (berserah diri kepada-Nya sesudah melakukan upaya maksimal)." |
| HAMKA : Katakanlah, “Sekali-kali tidaklah akan menimpa kepada kami, kecuali apa yang telah dituliskan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan kepada Allah-lah hendaknya bertawakal orang-orang yang beriman.” |
| 3. Tafsir قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). (Sebaliknya,) kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya atau (azab) melalui tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Tidak ada yang kamu tunggu (kedatangannya) bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (yakni kemenangan atau mati syahid). Dan kami menunggu bagi kamu (terjadinya salah satu dari dua keburukan), bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu azab dari sisi-Nya, atau dengan tangan kami. Maka, tunggulah, sesungguhnya kami adalah orang-orang menunggu bersama kamu." |
| HAMKA : Katakanlah, “Bukankah tidak kami tunggu-tunggu buat kami kecuali salah satu dari dua kebaikan? Sedang yang kami tunggu-tunggu buat kamu, ialah bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu suatu adzab dari sisi-Nya, atau dengan perantaraan tangan kami. Maka tunggulah! Sedang kami pun menunggu (pula) bersama kamu.” |
| 3. Tafsir قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Wahai orang-orang munafik,) infakkanlah (hartamu) baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa infak itu) sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah) dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah kaum yang fasik.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "(Hai orang-orang munafik)! Nafkahkanlah dengan (berpura-pura) sukarela maupun dengan terpaksa, (tetapi ketahuilah bahwa nafkah itu) sekali-kali tidak akan diterima (oleh Allah swt.) dari kamu. (Karena) sesungguhnya kamu adalah kaum fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.)." |
| HAMKA : Katakanlah, “Berbelanjalah dengan kepatuhan atau terpaksa, namun dia tidak jugalah akan diterima dari kamu. Karena sesungguhnya kamu adalah kaum yang fasik.” |
| 3. Tafsir قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ |
1. Makna Per Kata![]() |
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidak ada yang menghalangi infak mereka untuk diterima kecuali karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa). |
| Prof. Quraish Shihab : Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkah mereka, kecuali karena mereka sesungguhnya adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan shalat melainkan dalam keadaan malas, dan tidak (pula) mereka bernafkah melainkan dalam keadaan terpaksa. |
| HAMKA : Dan tidaklah ada yang menegah daripada diterima dari mereka perbelanjaan-perbelanjaan mereka itu, kecuali karena bahwasanya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tidaklah mereka mengerjakan shalat, melainkan dalam keadaan malas, dan tidak (pula) mereka membelanjakan melainkan dalam keadaan merasa terpaksa. |
| 3. Tafsir وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ |