Lafazh wallahu (وَاللَّه) artinya : dan Allah. Lafazh yuhyi (يُحْيِي) artinya : menghidupkan. Setidaknya ada dua yang dihidupkan Allah.
Pertama, menghidupkan ciptaan-Nya dari yang tadinya tidak hidup, seperti memberikan ruh kepada janin yang awalnya hanya segumpal darah menjadi segumpal daging. Atau juga menjadikan bumi ini hidup dengan adanya banyak tumbuhan dan hewan.
Kedua, menghidupkan ciptaan-Nya yang sudah pernah merasakan kehidupan, kemudian karena sudah ajalnya maka nyawa pun dicabut. Namun atas izin dan kekuasaan Allah SWT, mereka yang sudah mati pun bisa menjadi hidup lagi seperti semula.
Dan bab menghidupkan kembali orang mati, bukan hanya akan terjadi nanti di akhirat saja, namun orang-orang yang sudah terlanjur mati di dunia ini pun banyak diceritakan dalam Al-Quran.
Disinilah uniknya sifat Allah dan karakteristiknya. Semua makhluk yang pernah mati selama ini, akan dikembalikan lagi jasadnya seperti sediakala. Namun bab menghidupkan kembali orang yang sudah mati pun bukan hal yang asing bagi Allah.
Lafazh wa yumit (وَيُمِيتُ) artinya mematikan. Kalau Allah SWT sudah berkehendak mencabut nyawa seseorang, maka pasti segera terjadi, tidak ada tawar menawar, sebagaimana firman Allah SWT :
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. (QS. An-Nahl : 61)
Yang paling unik dari sifat Allah menghidupkan dan mematikan adalah Dia menghidupkan dari mati lalu mematikan dari yang hidup.
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). (QS. Ar-Rum : 19)