Rumah Fiqih Indonesia
Al-Qashash 28 : 25
Tafsir Al-Mahfuzh Jilid 39 Juz 20 [28] Al-Qashash : 25 (فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ)
[28] AL-QASHASH : 25

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019

Lalu, datanglah kepada Musa salah seorang dari keduanya itu sambil berjalan dengan malu-malu. Dia berkata, “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)-mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatanginya dan menceritakan kepadanya kisah (dirinya), dia berkata, “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”

Prof. Quraish Shihab

Prof. HAMKA

TAFSIR AL-MAHFUZH

Lihat Referensi Kitab →
Haya'

Lafazh yastahyi adalah fi'il mudhari' dan bentuk mashdar- nya : istihya' (استحياء). Namun lafazh ini punya kata dasar yaitu :  al-haya ' (الحياء).

Lafaz istihya' sendiri merupakan bentuk shighah mubalaghah  untuk memperkuat lebih makna. Tambahan huruf sin (س) dan ta' (ت) itu menegaskan bukan sekedar malu tapi malu dalam arti yang sebenarnya. Sehingga kalau al-haya itu sekedar malu, sedangkan istihya maknanya lebih dalam yaitu teramat malu.

Secara ilmu sharaf, doa dari tiga hurufnya merupakan huruf 'illat yaitu ain dan lam dua-duanya huruf ya, sehingga pengucapannya menjadi agak rumit. Sehingga ada qiraat yang menulis yastahi  dengan satu huruf ya' (يستحي), dimana huruf ya' diganti dengan huruf ha' . Ini adalah lughah Bani Tamim.

Maksud kalimat ini adalah bahwa Allah SWT tidak merasa malu atau rendah ketika di dalam Al-Quran membicarakan perumpaman-perumpamaan yang dikesankan sebagai rendahan dan remeh.

🔐 Login Admin