Kata inna (إِنَّ) artinya : sesungguhnya. Kata al-munafiqin (الْمُنَافِقِينَ) artinya : orang-orang munafik itu. Huruf fi (فِي) artinya : berada atau ditempatkan. Kata ad-dark (الدَّرْكِ) artinya : tingkatan. Kata al-asfal (الْأَسْفَلِ) artinya : paling bawah. Kata minan-nar (مِنَ النَّارِ) artinya : dari neraka.
Pada ayat ke-140 sudah dijelaskan bahwa orang munafik dan orang kafir akan sama-sama dikumpulkan dalam neraka Jahannam. Pada ayat tersebut, orang munafik disebutkan lebih dahulu daripada orang kafir.
Namun di ayat ke-145 ini dijelaskan lebih lanjut bahwa meskipun orang munafik dan orang kafir sama-sama masuk neraka, tempat bagi orang munafik adalah di lapisan yang paling bawah. Hal ini karena mereka dipandang lebih hina.
Mereka ditempatkan pada tingkat yang paling bawah dari neraka. Selain karena itulah tempat yang terpanas, tingkat terbawah juga merupakan tempat yang paling tersembunyi dan tidak tampak. Tempat tersebut sesuai dengan kekufuran mereka yang paling besar serta sikap mereka yang menyembunyikan kekufuran melalui kemunafikan.
Kata ad-darak (الدَّرَك) atau ad-dark darajat (الدَّرَك الدَّرَجَات) berarti tingkat menuju ke bawah. Semakin rendah tingkat tersebut, semakin buruk kondisinya. Hal ini berbeda dengan darajah (الدَّرَجَة), yang merupakan tingkatan menuju ke atas, sehingga semakin tinggi semakin baik.
Kaum munafik ditempatkan di tingkat tersebut karena mereka, selain menyandang substansi kekufuran, juga melakukan penipuan terhadap umat Islam dan memperolok-olok agama.
Kemunafikan memiliki tingkatan-tingkatan. Mereka yang diancam dalam ayat ini adalah yang mencapai puncak kemunafikan, dimana penipuan dan substansi kekufuran mengalir dalam jiwa mereka bagaikan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Mereka berpura-pura memeluk Islam, tetapi pada saat yang sama berusaha dengan segala cara untuk memadamkan cahayanya.
Tentu saja, ada banyak bentuk kemunafikan yang tidak sampai pada tingkat ini. Ada orang yang percaya kepada rukun iman dan mengamalkan rukun Islam, tetapi dalam praktiknya, ketika berbicara ia berbohong, ketika berjanji ia ingkar, dan ketika diberi amanah ia khianat.
Orang seperti ini juga dinamai munafik, tetapi kemunafikannya tidak seberat yang diancam oleh ayat ini, yang akan masuk ke neraka pada tingkat yang paling rendah.
Kata wa-lan (وَلَنْ) artinya : dan tidak akan. Kata tajida (تَجِدَ) artinya : kamu mendapati. Kata lahum (لَهُمْ) artinya : bagi mereka. Kata nashira (نَصِيرًا) artinya : penolong.
Ungkapan bahwa tidak kamu temukan pihak yang menolong boleh jadi untuk menggambarkan bahwa tempat itu sebegitu dalamnya, sehingga tidak seorang pun yang dapat menolong mereka.
Ibarat orang tenggelam ke dasar lautan yang sangat dalam, tidak ada yang bisa mengeluarkannya lagi, bahkan meski dengan alat selam atau bahkan dengan kapal selam sekalipun. Team SAR pasti akan kewalahan menyelamatkan korban, bahkan malah berbalik membahayakan dan menjadi resiko bagi para petugas yang ingin menyelamatkan.
Dalam konteks neraka, maka neraka ini adalah neraka terdalam. Tidak ada makhluk Allah SWT yang akan selamat di dalamnya, bahkan meskipun hanya ingin menyelamatkan orang lain. Sebab tempatnya terlalu dalam tidak terjangkau.