Jilid : 18 Juz : 9 | Al-A'raf : 169
Al-A'raf 7 : 169
Mushaf Madinah | hal. 172 | Mushaf Kemenag RI

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِنْ يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, setelah mereka, datanglah generasi (yang lebih buruk) yang mewarisi kitab suci (Taurat). Mereka mengambil harta benda (duniawi) yang rendah ini (sebagai ganti dari kebenaran). Lalu, mereka berkata, “Kami akan diampuni.” Jika nanti harta benda (duniawi) datang kepada mereka sebanyak itu, niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab suci (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan kepada Allah, kecuali yang benar, dan mereka pun telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu mengerti?
Prof. Quraish Shihab: Maka, digantikanlah sesudah mereka (orang-orang Yahudi terdahulu) generasi (lain yang lebih buruk) yang mewarisi al-Kitab (Taurat); mereka (generasi yang baru itu) mengambil harta (duniawi) yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diampuni (oleh Allah swt.).” Dan jika datang kepada mereka harta serupa (itu), niscaya mereka (terus-menerus) akan mengambilnya (juga). Bukankah telah dikukuhkan (oleh Allah swt.) dari mereka perjanjian (yang kuat dalam) al-Kitab (Taurat), (yaitu) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang haq (benar), padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, tidakkah kamu berpikir?
Prof. HAMKA: Maka, menggantikanlah sesudah mereka itu suatu keturunan yang mewarisi kitab, mereka ambil benda-benda yang rendah ini dan mereka berkata, “Kita akan diampuni!” Dan jika datang (juga) kepada mereka benda seperti itu, mereka pun mengambilnya pula. Bukankah telah diambil perjanjian atas mereka dalam kitab itu bahwa mereka tidak boleh berkata atas nama Allah melainkan perkara yang benar? Sedangkan mereka pun telah membaca apa yang ada di dalamnya? Padahal negeri akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah mereka tidak mau mempergunakan akal?

TAFSIR AL-MAHFUZH REFERENSI KITAB TAFSIR
🔐