وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu dan agar mereka kembali (kepada kebenaran).
Dan demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (bukti-bukti keesaan dan perintah Kami) itu, supaya mereka kembali (kepada kebenaran dan fithrah).
Dan, demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu, supaya mereka kembali.
TAFSIR AL-MAHFUZH
Lihat Referensi Kitab →Secara filosofis, kandungan ayat ini menunjukkan kasih sayang Allah yang tidak membiarkan manusia meraba-raba dalam kegelapan jalan hidup. Allah sengaja menguraikan segala petunjuk dengan jelas agar menjadi pengingat yang kuat bagi akal dan hati. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk tetap bertahan dalam penyimpangan, karena jalan menuju kebenaran telah dibentangkan selebar-lebarnya.
Hubungan ayat ini dengan ayat sebelumnya (ayat 172-173) merupakan kesimpulan penutup dari rangkaian argumen tauhid fitrah. Setelah Allah mematahkan alasan kelalaian pribadi pada ayat 172 dan alasan taklid buta kepada leluhur pada ayat 173, ayat 174 hadir sebagai penegas bahwa fungsi diturunkannya rincian ayat Al-Qur'an di dunia adalah untuk mengaktifkan kembali memori perjanjian fitrah tersebut. Keterkaitan ini menegaskan bahwa wahyu luar (Al-Qur'an) diturunkan secara detail demi menyatu dengan wahyu dalam (fitrah tauhid), sehingga manusia memiliki kesempatan penuh untuk kembali (Yarji'un) kepada Allah sebelum semuanya terlambat.
Makna wa kadzalika (وَكَذَٰلِكَ) adalah: dan demikianlah. Makna nufasshilu (نُفَصِّلُ) adalah: Kami menjelaskan secara rinci atau Kami menguraikan dengan jelas. Kata al-aayaati (الْآيَاتِ) diterjemahkan menjadi ayat-ayat oleh tiga sumber terjemah kita, kecuali Quraish Shihab yang menambahkan di dalam tanda kurung : (bukti-bukti keesaan dan perintah Kami).
Ath-Thabari bahwa kata al-aayaati (الْآيَاتِ) yang dimaksud di sini adalah ayat-ayat pada surat Al-A'raf ini, yang sedang turun kepada Nabi Muhammad SAW. Hal itu juga sebagaimana yang termuat dalam ayat lain :
كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآياتِ ولِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ المُجْرِمِينَ
"sebagaimana Kami telah menjelaskan ayat-ayat surat ini kepadamu dan menceritakan apa yang Kami lakukan terhadap umat-umat terdahulu yang kafir dan musyrik, demikian pula Kami akan terus menjelaskan ayat-ayat lainnya kepada kaummu." (QS. Al-An’am : 55)
Makna wa la'allahum (وَلَعَلَّهُمْ) adalah: dan agar mereka atau supaya mereka. Makna yarji'un (يَرْجِعُونَ) adalah: mereka kembali. Maksudnya adalah tujuan akhir dari dirincikannya petunjuk-petunjuk tersebut, yaitu agar manusia yang sempat tersesat, lalai, atau menyimpang dari fitrah tauhid purbakalanya mau sadar, bertobat, dan kembali ke jalan yang lurus.