Kata was-sama' (والسماء) terdiri huruf wawu (و) yang merupakan wawul qasam, merupakan ungkapan sumpah yang biasa Allah sampaikan ketika memulai suatu surat pendek.
Sedangkan kata as-sama (السماء) artinya adalah : langit. Dalam hal ini Allah bersumpah dengan salah satu makhluk ciptaanNya yang luar biasa yaitu langit. Bagi bangsa Arab di masa itu, apa yang disebut langit itu adalah apa yang bukan berada di atas tanah. Setidaknya yang ada di atas tidak menyentuh tanah.
Dalam hal ini, apa yang disebut langit terbagi menjadi beberapa macam :
- Langit adalah tempat dimana ada awan hujan berada. Beberapa ayat menyebutkan bahwa Allah menurunkan air dari langit. Kadang disebut juga sebagai awan yang ditiup angin. Dalam pengertian itu, langit adalah atmosfer kita yang ketinggiannya hanya beberapa kilometer dari permukaan laut.
- Kadang langit dipahami sebagai tempat bergeraknya benda-benda angkasa. Dalam pandangan mereka, matahari, bulan, bintang dan lainnya berada di langit yang sama.
- Namun kadang juga langit dipahami sebagai alam ghaib, tempat menetapnya tokoh para nabi yang sudah wafat. Salah satunya Nabi Isa alaihissalam pun disebut diangkat ke langit. Bukankah dalam hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika mikraj bertemu dengan para nabi di setiap langit? Al-Quran pun disebut-sebut turun dari langit dunia. Selain itu juga Lauhil Mahfuzh dianggap berada di langit juga.
Kata wath-thariq (الطارق) terdiri dari huruf wawul-qasam, yang bagian dari tehnik bersumpah. Yang bersumpah adalah Allah, dengan menyebut salah satu makhluknya yang punya keunikan, yaitu ath-thariq.
Tentang makna dan apa yang dimaksud, nanti akan dijelaskan dan dijabarkan pada ayat selanjutnya.